Jumat, 17 Juni 2022

PENGAJIAN AKBAR GUS MIFTAH DALAM RANGKA HUT BHAYANGKARA KE 73 (AKBP : AKU KIYAINYA BAPAK POLISI)

 PENGAJIAN AKBAR GUS MIFTAH DALAM RANGKA HUT BHAYANGKARA KE 73 AKBP : 

AKU KIYAINYA BAPAK POLISI

Kelompok 1

Nafiatul Wakhidah 201190185

Neli Sugiarti 201190188

Nilna Amalina Ramadhina 201190194

Nilna Rizqi Bariroh 201190195

Rohmad Nur Alifudin  201190246

Kondisi Psikologis Mad’u

Dalam memahami psikologi mad’u ini tentu tidak terlepas dari penjelasan 

tentang manusia, yang telah diuraikan sebelumnya, baik dalam pandangan 

psikologi terlebih dalam pandangan Islam. Dalam Perspektif Neurobiologi bahwa 

proses neurobiologis mendasari perilaku dan proses mental manusia, sehingga 

disebutkan bahwa semua peristiwa psikologis berkaitan dengan aktivitas otak dan 

sistem saraf. Hal ini memperjelas adanya hubungan yang erat antara kegiatan otak 

dengan perilaku dan pengalaman individu. Kondisi mad’u sebagaimana disebutkan 

di atas didukung juga oleh pandangan humanistik yang menyatakan bahwa 

kebutuhan yang lebih tinggi tidak dapat dicapai sebelum kebutuhan yang lebih 

rendah tercapai. Kebutuhan aktualisasi diri (termasuk hidup bermakna dan 

beragama) dalam pandangan humanistic merupakan kebutuhan pada peringkat 

atas, untuk sampai pada aktualisasi diri itu, sebaiknya dipenuhi dulu kebutuhan 

dasar atau kebutuhan yang lebih rendahnya, yaitu kebutuhan biologis, seperti 

makan dan minum. Sekalipun pandangan humanistik ini tidak seluruhnya benar, 

akan tetapi dalam karakteristik mad’u tertentu pandangan ini bisa dijadikan sebagai 

salah satu acuan. 

Bahkan dalam pandangan Islam bahwa fitrah manusia adalah suci dan 

kecenderungan manusia kepada agama merupakan sifat dasar 

manusia.Kondisi masyarakat yang ideal adalah yang setiap anggota 

masyarakat berusaha untuk menegakkan ajaran Islam dan meyakini dengan 

penuh keimanan akan ke-Esa-an Allah. Diawali dari memahami kondisi 

psikologis masing-masing mad’u atau anggota masyarakat kemudian 

membantu untuk meluruskan hal-hal yang menyimpang dari ajaran Islam. 

Mengenal mad’u (objek dakwah) merupakan salah satu prinsip utama 

yang harus dimiliki oleh seorang da’i karena merupakan tuntutan logis 

dalam menjalankan aktivitas dakwah. Dengan mengenal mad’u 

berdasarkan situasi dan kondisinya, dakwah pun dapat diaplikasikan secara 

efektif. Kegiatan dakwah dalam prinsip ini sering diibaratkan dengan 

kegiatan dokter yang mengobati orang sakit, di mana harus mengetahui 

jenis penyakit sebelum mengobati. Begitu juga dakwah, proses dakwah 

sulit berhasil tanpa adanya analisis terhadap sasaran dakwahnya terlebih 

dahulu. 

Bagaimana Kondisi Psikologi Da’i

Menurut Ahmad Suyuti Da’I atau mubalig adalah berasal dari Bahasa arab 

“balagha yubalighu” yang berarti orang yang menyampaikan ajaran islam kepada 

masyarakat penerima dakwah .Seorang da’I yang dijadikan panutan agar mereka 

yang memiliki ketokohan karena keulamaanya. Idealnya sikap seorang da’I yang 

menjadi teladan itulah da’I yang memiliki kecakapan, kedewasaan, kejujuran, 

keberanian dan kepantasan. Seorang da’I jika ingin pesan dakwahnya dapat 

disampaikan dengan pedekatan psikolgis, yakni sesuai dengan tingkatan dan 

kebutuhan jiwa mad’u. dakwah seperti itulah yang disebut dakwah persuasif sesuai 

dengan ungkapan nabi yang artinya “berbicaralah kepada orang sesuai dengan 

kadar akal mereka”.

Kondisi psikologis da’I didalam makalah ini tertarik untuk menganalisis pesan 

dakwah Gus Miftah yang berada di situs youtobe pengajian akbar gus miftah dalam 

rangka HUT banyangkara ke 73 Akbp dengan judul “Aku Kiyainya Bapak Polisi” 

didalam video tersebut beliau memberikan pesan dakwah tentang keimanan serta 

akidah dan sekaligus beliau menjelaskan tentang seorang pendosa dan seseorang 

beragama kristen yang ingin mengenal dan masuk agama islam. Gus miftah juga 

mempunyai ciri khas tersendiri dalam peyampaian dakwahnya, tidak sama dengan 

tempat-tempat yang lain. Dalam berpenampilan Gus Miftah juga tidak seperti biasa 

halnya pakaian pengunjung. 

Bagaimana Interaksi Antara Da’i dan Mad’u

Interaksi adalah suatu bentuk hubungan antara dua orang atau lebih dimana tingkah laku 

seseorang diubah oleh tingkah laku yang lain. Di dalam hubungan interaksional inilah terjadi 

suatu proses.belajar mengajar diantara manusia di mana di dalam proses dakwah merupakan 

permulaan yang fundamental bagi suksesnya dakwah. Tanpa adanya suatu proses belajar 

mengajar maka dakwah sulit memperoleh tempat di dalam hati manusia. Kalau kita kaitkan 

dengan dakwah, maka dalam dakwah dikenal istilah personal approachdakwah face to face, 

sehingga terjadi proses saling mempengaruhi antara da’i dan mad’u atau sebaliknya. 

Begitu pula ada istilah general approach atau dakwah secara umum misalnya pengajian 

disini terjadi proses saling mempengaruhi antara da’i dan mad’u dalam kelompok sosial.

Durasi tayangan video ini sekitar 1 jam 30 menit yang di ambil dari Youtobe channel 

Gus Miftah Official. Dalam mengawali pembukaan yang dicampur dengan bahasa-bahasa 

humor yang akan menarik perhatian mad’ū, agar bisa diterima pesan dakwah yang 

disampaikan oleh Gus Miftah. Dalam tayangan ini Gus Miftah juga mengajak mad’ūnya 

untuk bersholawat, berqosidah, dan juga mengajarkan tata Krama bersholawat. Hingga 

sampai penutup berjalan dengan tertib dan aman, ditutup dengan mengajak sholawat 

bersama dengan menyalakan flash HP, berdoa, kafarottul majlis bersama, dan banyak 

masyarakat pun nampak meneteskan air mata.

Kondisi Idealnya Jika Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh Mad'u

Kondisi idealnya agar seorang da'i dakwahnya bisa diterima harus ada 

sebuah perbaikan cara penyampaian sampai metode yang digunakan. Dalam 

penyampaiannya harus menggunakan perkataan yang baik, memiliki hubungan 

erat dengan mad'u, tidak membedakan-bedakan agama antar mad'u, 

menggunakan metode yang persuasif dengan cara tersebut maka dakwah akan 

bisa diterima oleh mad'u. Da'i harus menarik perhatian mad'u sehingga mad'u 

tidak merasa bosan dalam kondisi tersebut. Karena kondisi itu mad'u akan 

mempunyai kesulitan dalam memahami dakwah yang telah disampaikan. 

Dalam penyampaian dakwah Gus miftah ini sangat sederhana dan 

menggunakan cara yang tak menyinggung orang lain akan lebih baik adanya 

sebuah perbaikan dalam berdakwah agar kondisi saat itu akan lebih bervariasi 

dan menarik sehingga mad'u akan lebih memahami isi dari dakwah tersebut.

SEKIAN TERIMA KASIH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Link Presentasi dan Video Youtube Kelompok 07

 Link Presentasi Kelompok 07 https://www.youtube.com/watch?v=Pr66JsYaWuA Link Video Youtube  https://www.youtube.com/watch?v=jQiAxCgQpdM