PENGAJIAN AKBAR GUS MIFTAH DALAM RANGKA HUT BHAYANGKARA KE 73 AKBP :
AKU KIYAINYA BAPAK POLISI
Kelompok 1
Nafiatul Wakhidah 201190185
Neli Sugiarti 201190188
Nilna Amalina Ramadhina 201190194
Nilna Rizqi Bariroh 201190195
Rohmad Nur Alifudin 201190246
Kondisi Psikologis Mad’u
Dalam memahami psikologi mad’u ini tentu tidak terlepas dari penjelasan
tentang manusia, yang telah diuraikan sebelumnya, baik dalam pandangan
psikologi terlebih dalam pandangan Islam. Dalam Perspektif Neurobiologi bahwa
proses neurobiologis mendasari perilaku dan proses mental manusia, sehingga
disebutkan bahwa semua peristiwa psikologis berkaitan dengan aktivitas otak dan
sistem saraf. Hal ini memperjelas adanya hubungan yang erat antara kegiatan otak
dengan perilaku dan pengalaman individu. Kondisi mad’u sebagaimana disebutkan
di atas didukung juga oleh pandangan humanistik yang menyatakan bahwa
kebutuhan yang lebih tinggi tidak dapat dicapai sebelum kebutuhan yang lebih
rendah tercapai. Kebutuhan aktualisasi diri (termasuk hidup bermakna dan
beragama) dalam pandangan humanistic merupakan kebutuhan pada peringkat
atas, untuk sampai pada aktualisasi diri itu, sebaiknya dipenuhi dulu kebutuhan
dasar atau kebutuhan yang lebih rendahnya, yaitu kebutuhan biologis, seperti
makan dan minum. Sekalipun pandangan humanistik ini tidak seluruhnya benar,
akan tetapi dalam karakteristik mad’u tertentu pandangan ini bisa dijadikan sebagai
salah satu acuan.
Bahkan dalam pandangan Islam bahwa fitrah manusia adalah suci dan
kecenderungan manusia kepada agama merupakan sifat dasar
manusia.Kondisi masyarakat yang ideal adalah yang setiap anggota
masyarakat berusaha untuk menegakkan ajaran Islam dan meyakini dengan
penuh keimanan akan ke-Esa-an Allah. Diawali dari memahami kondisi
psikologis masing-masing mad’u atau anggota masyarakat kemudian
membantu untuk meluruskan hal-hal yang menyimpang dari ajaran Islam.
Mengenal mad’u (objek dakwah) merupakan salah satu prinsip utama
yang harus dimiliki oleh seorang da’i karena merupakan tuntutan logis
dalam menjalankan aktivitas dakwah. Dengan mengenal mad’u
berdasarkan situasi dan kondisinya, dakwah pun dapat diaplikasikan secara
efektif. Kegiatan dakwah dalam prinsip ini sering diibaratkan dengan
kegiatan dokter yang mengobati orang sakit, di mana harus mengetahui
jenis penyakit sebelum mengobati. Begitu juga dakwah, proses dakwah
sulit berhasil tanpa adanya analisis terhadap sasaran dakwahnya terlebih
dahulu.
Bagaimana Kondisi Psikologi Da’i
Menurut Ahmad Suyuti Da’I atau mubalig adalah berasal dari Bahasa arab
“balagha yubalighu” yang berarti orang yang menyampaikan ajaran islam kepada
masyarakat penerima dakwah .Seorang da’I yang dijadikan panutan agar mereka
yang memiliki ketokohan karena keulamaanya. Idealnya sikap seorang da’I yang
menjadi teladan itulah da’I yang memiliki kecakapan, kedewasaan, kejujuran,
keberanian dan kepantasan. Seorang da’I jika ingin pesan dakwahnya dapat
disampaikan dengan pedekatan psikolgis, yakni sesuai dengan tingkatan dan
kebutuhan jiwa mad’u. dakwah seperti itulah yang disebut dakwah persuasif sesuai
dengan ungkapan nabi yang artinya “berbicaralah kepada orang sesuai dengan
kadar akal mereka”.
Kondisi psikologis da’I didalam makalah ini tertarik untuk menganalisis pesan
dakwah Gus Miftah yang berada di situs youtobe pengajian akbar gus miftah dalam
rangka HUT banyangkara ke 73 Akbp dengan judul “Aku Kiyainya Bapak Polisi”
didalam video tersebut beliau memberikan pesan dakwah tentang keimanan serta
akidah dan sekaligus beliau menjelaskan tentang seorang pendosa dan seseorang
beragama kristen yang ingin mengenal dan masuk agama islam. Gus miftah juga
mempunyai ciri khas tersendiri dalam peyampaian dakwahnya, tidak sama dengan
tempat-tempat yang lain. Dalam berpenampilan Gus Miftah juga tidak seperti biasa
halnya pakaian pengunjung.
Bagaimana Interaksi Antara Da’i dan Mad’u
Interaksi adalah suatu bentuk hubungan antara dua orang atau lebih dimana tingkah laku
seseorang diubah oleh tingkah laku yang lain. Di dalam hubungan interaksional inilah terjadi
suatu proses.belajar mengajar diantara manusia di mana di dalam proses dakwah merupakan
permulaan yang fundamental bagi suksesnya dakwah. Tanpa adanya suatu proses belajar
mengajar maka dakwah sulit memperoleh tempat di dalam hati manusia. Kalau kita kaitkan
dengan dakwah, maka dalam dakwah dikenal istilah personal approachdakwah face to face,
sehingga terjadi proses saling mempengaruhi antara da’i dan mad’u atau sebaliknya.
Begitu pula ada istilah general approach atau dakwah secara umum misalnya pengajian
disini terjadi proses saling mempengaruhi antara da’i dan mad’u dalam kelompok sosial.
Durasi tayangan video ini sekitar 1 jam 30 menit yang di ambil dari Youtobe channel
Gus Miftah Official. Dalam mengawali pembukaan yang dicampur dengan bahasa-bahasa
humor yang akan menarik perhatian mad’ū, agar bisa diterima pesan dakwah yang
disampaikan oleh Gus Miftah. Dalam tayangan ini Gus Miftah juga mengajak mad’ūnya
untuk bersholawat, berqosidah, dan juga mengajarkan tata Krama bersholawat. Hingga
sampai penutup berjalan dengan tertib dan aman, ditutup dengan mengajak sholawat
bersama dengan menyalakan flash HP, berdoa, kafarottul majlis bersama, dan banyak
masyarakat pun nampak meneteskan air mata.
Kondisi Idealnya Jika Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh Mad'u
Kondisi idealnya agar seorang da'i dakwahnya bisa diterima harus ada
sebuah perbaikan cara penyampaian sampai metode yang digunakan. Dalam
penyampaiannya harus menggunakan perkataan yang baik, memiliki hubungan
erat dengan mad'u, tidak membedakan-bedakan agama antar mad'u,
menggunakan metode yang persuasif dengan cara tersebut maka dakwah akan
bisa diterima oleh mad'u. Da'i harus menarik perhatian mad'u sehingga mad'u
tidak merasa bosan dalam kondisi tersebut. Karena kondisi itu mad'u akan
mempunyai kesulitan dalam memahami dakwah yang telah disampaikan.
Dalam penyampaian dakwah Gus miftah ini sangat sederhana dan
menggunakan cara yang tak menyinggung orang lain akan lebih baik adanya
sebuah perbaikan dalam berdakwah agar kondisi saat itu akan lebih bervariasi
dan menarik sehingga mad'u akan lebih memahami isi dari dakwah tersebut.
SEKIAN TERIMA KASIH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar