Link Presentasi Kelompok 07
https://www.youtube.com/watch?v=Pr66JsYaWuA
Link Video Youtube
https://www.youtube.com/watch?v=jQiAxCgQpdM
Link Presentasi Kelompok 07
https://www.youtube.com/watch?v=Pr66JsYaWuA
Link Video Youtube
https://www.youtube.com/watch?v=jQiAxCgQpdM
Link Presentasi Kelompok 06
https://www.youtube.com/watch?v=ucoLA_53sng
Link Video Youtube
https://www.youtube.com/watch?v=O85QNS9Gq30
Link Presentasi Kelompok 05
https://www.youtube.com/watch?v=vJ2QkRhFkbI
Link Video Youtube
https://www.youtube.com/watch?v=uMIfVEvMkS0
Link Presentasi Kelompok 04
https://www.youtube.com/watch?v=a026_2nKarc
Link Video Youtube
https://www.youtube.com/watch?v=Y89xUJwGtos
Link Presentasi Kelompok 03
https://www.youtube.com/watch?v=wqzepGP3k1M
Link Video Youtube
https://www.youtube.com/watch?v=GFx_HRSjGQw
Link Presentasi Kelompok 02
https://www.youtube.com/watch?v=DJLzDV8k8w0
Link Video Youtube
https://www.youtube.com/watch?v=V2Bnz_01enk
Link Presentasi Kelompok 01
https://www.youtube.com/watch?v=BVPdVBHVeJU
Video Youtube
https://www.youtube.com/watch?v=XvaGrNJqkzk
CARA AGAR KUAT SAAT KEHILANGAN oleh USTADZ HILMAN FAUZI
Dosen Pengampu :
Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah, M.Pd.I
Disusun Oleh Kelompok 7 / PAI F :
1. Mujita Dea Arlyanti (201190177)
2. Nia Arlina (201190191)
3. Novia Cindy Safitri (201190200)
4. Nur Asiyah (201190208)
Kondisi Psikologis Mad’u
Secara umum kondisi psikologis para jamaah Ustadz
Hilman Fauzi dalam kajian pada situs channel youtube Teman
Hijrah Media yang berjudul “Cara Agar Kuat Saat Kehilangan”,
para mad’unya adalah kaum muda atau lebih dikenal
dengan kaum milenial. Dikarenakan para anak muda zaman
sekarang lebih banyak mengalami kegalauan terkait dengan
kisah asmara,
Kondisi Psikologis Da’i
Kondisi psikologis da’i makalah ini tertarik untuk
menganalisis pesan dakwah dari Ustadz Hilman
Fauzi, yang berada dalam channel YouTube Teman
Hijrah Media yang berjudul “Cara Agar Kuat Saat
Kehilangan”. Di dalam video tersebut menyampaikan
pesan bahwa setiap yang hilang ataupun pergi akan
Allah ganti, kuncinya adalah yakin bahwa Allah akan
menggantinya dengan ganti yang lebih baik.
Ustadz Hilman Fauzi adalah salah satu pendakwah muda
di Indonesia. Beliau lahir pada tanggal 4 Juli 1990 di Desa
Tegalpanjang, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut Jawa
Barat. Beliau adalah anak yatim piatu. Beliau hidup ditengah-tengah keluarga ekonomi rendah. Dan betapa beruntungnya beliau mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan
tingginya di Tripoli University, Libya. Akan tetapi tidak sampai
selesai beliau kuliah disana. Hingga pada akhirnya beliau
melanjutkan kuliah di Tazkia University College of Islamic
Economics, sebuah kampus ekonomi islam pertama di Indonesia.
Interaksi Antara Da’i dan Mad’u
Dalam menyampaikan dakwah ustadz Hilman Fauzi
mempunyai ciri khas yang santai dan memiliki public speaking yang
bagus. Dalam pengajian tersebut Ustadz Hilman Fauzi memberikan
beberapa candaan dalam mencairkan suasana tetapi tidak
meninggalkan jalur dalam dakwahnya, dengan cara seperti ini sering
disebut dengan gaya santai namun serius. Meskipun beliau
menyampaikan dakwah dengan santai akan tetapi beliau memperhatikan
setiap kata agar para audience mengertti dan memahami isi dakwah
yang disampaikan.
Kondisi Ideal Yang Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh Mad’u
Dalam penyampaian dakwah oleh Ustadz
Hilman Fauzi dari Channel YouTube tersebut
membawakan tema tentang bagaimana cara agar
kuat saat kehilangan. Di angkat dari tema tersebut
terkesan begitu menarik, bukan hanya untuk
kalangan muda saja namun berlaku untuk semua
orang tentu juga dikalangan orang tua.
SEKIAN DAN TERIMAKASIH
CARA AGAR KUAT SAAT KEHILANGAN
USTADZ HILMAN FAUZI
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
“Psikologi Dakwah”
Dosen Pengampu :
Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah, M.Pd.I
Disusun Oleh Kelompok 7 / PAI F :
1. Mujita Dea Arlyanti (201190177)
2. Nia Arlina (201190191)
3. Novia Cindy Safitri (201190200)
4. Nur Asiyah (201190208)
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONOROGO
JUNI 2022
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kami bisa
menyusun makalah ini dengan judul “Cara Agar Kuat Saat Kehilangan”. Kami
juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah,
M.Pd.I selaku dosen pengampu mata kuliah kami yang telah memberikan tugas
ini kepada kami sehingga kami mendapatkan banyak tambahan pengetahuan
khususnya dalam masalah “Cara Agar Kuat Saat Kehilangan”.
Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami susun
ini bisa memberikan banyak manfaat serta menambah pengetahuan terutama
dalam hal “Cara Agar Kuat Saat Kehilangan”. Selain itu, pemakalah menyadari
bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan dan tentunya
membutuhkan perbaikan, sehingga kami sangat mengharapkan masukan serta
kritik dari para pembaca.
Ponorogo, 25 Mei 2022
Penyusun
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .................................................................................. i
KATA PENGANTAR ............................................................................... ii
DAFTAR ISI ............................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 1
A. Latar Belakang ............................................................................... 1
B. Rumusan Masalah .......................................................................... 2
C. Tujuan ............................................................................................ 3
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................... 4
A. Kondisi Psikologis Mad’u .............................................................. 4
B. Kondisi Psikologis Da’i .................................................................. 5
C. Interaksi Antara Da’i dan Mad’u .................................................... 7
D. Kondisi Ideal Yang Diupayakan
Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh Mad’u .................................. 8
BAB III PENUTUP .................................................................................. 10
A. Kesimpulan ................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................. 11
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dakwah adalah kegiatan yang sifatnya mengajak, menyeru, serta
memanggil orang (mad’u) untuk beriman dan taat kepada Allah SWT sesuai
dengan aqidah dan syariat Islam. Kegiatan dakwah merupakan proses
komunikasi antara seorang da’i dengan mad’u, yang mana dengan adanya
komunikasi, maka seseorang dapat menyampaikan apa yang ada dalam
pikirannya dan apa yang dirasakan orang lain.
Selain itu dakwah diartikan dengan suatu ajakan yang dilakukan untuk
membebaskan manusia secara individu dari pengaruh luar nilai kejahatan
menuju internalisasi nilai ketuhanan. Bahwasannya dakwah termasuk dalam
tindakan komunikasi, akan tetapi tidak semua aktivitas komunikasi disebut
dengan dakwah. Pada hakikatnya dakwah sendiri merupakan suatu ajakan
atau seruan dalam berbuat kebajikan untuk mentaati perintah dan menjauhi
larangan Allah SWT.
Pada dasarnya dakwah bertujuan untuk mempengaruhi dan
mentransformasikan sikap batin serta perilaku manusia menuju tatanan yang
baik pada setiap individu maupun kelompok. Kegiatan dakwah tidak hanya
dilakukan dengan lisan melainkan bisa dilakukan secara tulisan bahkan
melalui sebuah film. Dimana seorang da’i melakukan aktivitas dakwahnya
dengan cara memanfaatkan media sebagai alat untuk menyampaikan pesen
dakwah.
Dakwah memiliki kedudukan yang tinggi dan mempunyai peranan
yang sangat penting menurut pandangan Allah SWT dan Nabi Muhammad
SAW, karena Islam sangat memperhatikan dalam urusan yang satu ini.
Sehingga menganjurkan kepada setiap muslim agar menyeru kepada kebaikan
dan menyampaikan nasehat-nasehat yang baik kepada masyarakat serta
menjauhkan diri dari segala hal yang dilarang oleh agama Islam.
2
Banyak orang yang beranggapan bahwa suatu aktivitas dakwah harus
dengan ceramah kyai. Padahal dengan seiring perkembangan zaman,
kebutuhan akan berdakwah semakin meningkat sehingga muncul sebuah
inovasi dalam berdakwah. Perkembangan teknologi informasi yang semakin
pesat, dakwah dapat dilakukan melalui media yang lebih modern. Kegiatan
dakwah sekarang sudah berkembang menjadi sebuah profesi dengan
menuntut skill, planning serta manajemen yang handal.
Salah satunya pada tayangan di situs channel youtube Teman Hijrah
Media yang berjudul “Cara Agar Kuat Saat Kehilangan” oleh Ustadz Hilman
Fauzi. Durasi tayangan video ini sekitar 10 menit 56 detik dan sudah ditonton
sebanyak 48 rb kali, dan sudah di sukai sebanyak 1,1 ribu penonton. Dengan
terkenal logat bahasa Ustadz Hilman berbahasa Sunda campur dengan bahasa
sehari-hari. Membuat dakwah beliau semakin menarik
Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk
menganalisis pesan dakwah Ustadz Hilman Fauzi yang berada di channel
youtube Teman Hijrah Media dengan alamat web
https://youtu.be/jQiAxCgQpdM “Cara Agar Kuat Saat Kehilangan” Oleh
Ustadz Hilman Fauzi. Dalam video tersebut beliau memberikan pesan
dakwah mengenai cara agar kuat saat kehilangan, karena yang hilang pasti
akan berganti dengan yang terbaik. Oleh karena itu, peneliti mengangkat
sebuah judul “(Cara Agar Kuat Saat Kehilangan Oleh Ustadz Hilman Fauzi).”
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana kondisi psikologis mad’u?
2. Bagaimana kondisi psikologis da’i?
3. Bagaimana interaksi antara da’i dan mad’u?
4. Bagaimana kondisi idealnya, jika mengupayakan perbaikan agar yang
disampaikan da’i dapat diterima atau dipahami mad’u?
3
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui kondisi psikologis mad’u.
2. Untuk mengetahui kondisi psikologis da’i.
3. Untuk mengetahui interaksi antara da’i dan mad’u.
4. Untuk mengetahui kondisi idealnya, jika mengupayakan perbaikan agar
yang disampaikan da’i dapat diterima atau dipahami mad’u.
4
BAB II
PEMBAHASAN
A. Kondisi Psikologis Mad’u
Secara etimologi kata mad’u berasal dari bahasa arab, diambil dari
isim maf’ul (kata yang menunjukkan obyek atau sasaran). Menurut
terminology, mad’u adalah orang atau kelompok yang lazim disebut dengan
jama’ah yang sedang menuntut ajaran agama dari seorang da’i. baik mad’u
itu orang dekat atau juah, muslim atau non muslim, laki-laki atau perempuan.
Seorang da’i akan menjadikan mad’u sebagai obyek bagi transformasi
keilmuan yang dimilikinya. Mad’u sebagai obyek dakwah bagi seorang da’i
merupakan salah satu unsur yang penting dalam system dakwah.
1
Secara umum kalangan mad’u dibagi menjadi 2 yaitu, mad’u muslim
dan mad’u non muslim. Mad’u dapat ditinjau dari perspektif psikologis.
Secara psikologis, manusia sebagai mad’u dibedakan atas berbagai aspek :
Sifat-sifat kepribadian (personality traits), yaitu adanya sifat -sifat manusia
yang penakut, pemarah, sombong dan sebagainya. Intelegensi adalah bentuk
kecerdasan intelektual seseorang mencakup kewaspadaan, kemampuan
belajar, berfikir, mengambil keputusan yang tepat dan cepat, mengatasi
masalah dan sebagainya. Pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill),
nilai-nilai (values), dan peranan (roles).
2
Secara umum kondisi psikologis para jamaah Ustadz Hilman Fauzi
dalam kajian pada situs channel youtube Teman Hijrah Media yang berjudul
“Cara Agar Kuat Saat Kehilangan”, para mad’unya adalah kaum muda atau
lebih dikenal dengan kaum milenial. Dikarenakan para anak muda zaman
sekarang lebih banyak mengalami kegalauan terkait dengan kisah asmara,
sehingga banyak sekali anak muda yang tertarik dengan kajian yang
dibawakan oleh Ustadz Hilman Fauzi ini. Seperti yang diceritakan oleh
1
Asna Istya Marwantika, Potret dan Segmentasi Mad’u Dalam Perkembangan Media di
Indonesia, Jurnalal-Adabiya, Vol. 14, No. 01, 2019, 3.
2
Kamaluddin, Mengenal Mad’u Dalam Perspektif Teologis, Sosiologis, Antropologis, dan
Psikologis, Studi Multidisiplin : Jurnal Kajian Keislaman, Vol. 2, No. 1, 2015, 53.
5
Ustadz Hilman Fauzi tentang kisah kehilangan yang dialami oleh Ummu
Salamah, yang harus ditinggal oleh suaminya yang bernama Abu Sala mah
untuk selama-lamanya karena berperang di medan perang.
Dilihat dari segi psikologisnya maka dalam kajian ini para anak muda
khususnya yang sedang mengalami sedih, patah hati atas kehilangan tidak
berlarut-larut dalam kesedihan dan tetap berpegang teguh pada keyakinan
bahwa segala apapun yang hilang akan diganti dengan yang lebih baik oleh
Allah swt.
B. Kondisi Psikologis Da’i
Kata da’i berasal dari bahasa arab bentuk mudzakar (laki -laki) yang
berarti orang yang mengajak, kalau mu’annas (perempuan) disebut daiyah.
Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, dai adalah orang yang
pekerjaannya berdakwah, pendakwah, melalui kegiatan dakwah para dai
menyebarluaskan ajaran islam. Dengan kata lain, dai adalah orang yang
mengajak kepada orang lain baik secara lansung atau tidak langsung, melalui
lisan, tulisan, atau perbuatan untuk mengamalkan ajaran-ajaran islam atau
menyebarluaskan ajaran islam, melakukan upaya perubahan kearah kondisi
yang lebih baik menurut islam.
Da’i dapat diibaratkan sebagai seorang guide atau pemandu terhadap
orang-orang yang ingin mendapat keselamatan hidup dunia dan akhirat.
Dalam hal ini dai adalah seorang petunjuk jalan yang harus mengerti dan
memahami terlebih dahulu mana jalan yang boleh dilalui dan yang tidak
boleh dilalui oleh seorang muslim, sebelum ia memberi petunjuk jalan kepada
orang lain. Oleh karena itu, seorang dai harus selalu sadar bahwa segala
tingkah lakunya selalu dijadikan tolak ukur oleh masyarakatnya sehingga ia
harus memiliki kepribadian yang baik.
3
Kondisi psikologis da’i makalah ini tertarik untuk menganalisis pesan
dakwah dari Ustadz Hilman Fauzi, yang berada dalam channel YouTube
3
Agus Salim, Peran dan Fungsi Dai Dalam Perspektif Psikologi Dakwah, Al-Hikmah Media
Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebuadayaan, Vol. 8, No. 1, 2017, 95-96.
6
Teman Hijrah Media yang berjudul “Cara Agar Kuat Saat Kehilangan”. Di
dalam video tersebut menyampaikan pesan bahwa setiap yang hilang ataupun
pergi akan Allah ganti, kuncinya adalah yakin bahwa Allah akan
menggantinya dengan ganti yang lebih baik.
Ustadz Hilman Fauzi adalah salah satu pendakwah muda di Indonesia.
Beliau lahir pada tanggal 4 Juli 1990 di Desa Tegalpanjang, Kecamatan
Sucinaraja, Kabupaten Garut Jawa Barat. Beliau adalah anak yatim piatu,
ayahnya meninggal disaat beliau masih duduk dibangku SMP dan ibunya
meninggal dunia ketika beliau sudah lulus SMA. Beliau hidup ditengah-tengah keluarga ekonomi rendah. Dan betapa beruntungnya beliau
mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tingginya di Tripoli
University, Libya. Akan tetapi tidak sampai selesai beliau kuliah disana.
Hingga pada akhirnya beliau melanjutkan kuliah di Tazkia University College
of Islamic Economics, sebuah kampus ekonomi islam pertama di Indonesia.
Banyak sekali prestasi yang beliau dapatkan, dari prestasi tersebut sekarang
beliau sering kali bolak-balik dilayar kaca televisi seperti di Indosiar, ANTV,
Jak TV, Trans 7, Transvision, dan juga MNC Muslim dengan mengisi acara
keagamaan dan inspirasi islam.
Dalam tayangan channel YouTube tersebut Ustadz Hilman Fauzi
menjelaskan bagaimana cara agar kuat saat kehilangan. Yang pertama yang
harus dilakukan adalah yakin dalam hati bahwa setiap yang hilang akan
berganti. Seperti kisah Ummu Salamah yang kehilangan suaminya Abu
Salamah untuk selama-lamanya. Ummu Salamah yakin bahwa Allah akan
ganti kehilangannya, dan benar Allah ganti suaminya dengan hadirnya
Rasulullah yang datang melamarnya. Yang kedua yaitu dengan berdo’a
memohon diwaktu-waktu yang sepi seperti di 1/3 malam. Karena Allah itu
maha bisa, maha mampu dalam mengganti yang pergi, mengubah yang sedih
menjadi bahagia. Dan hanya 1 hal yang Allah tidak mampu yaitu, menolak
do’a hambanya.
7
C. Interaksi Antara Da’i dan Mad’u
Salah satu naluri manusia sebagai makhluk sosial adalah cenderung
hidup berkelompok atau bermasyarakat naluri greget. Dan salah satu bentuk
manifestasi dari kecenderungan naluri tersebut yang disebut psikolog interaksi
sosial.
4
Interaksi Da’i dan Mad’u adalah suatu bentuk hubungan antara seorang
da’i atau lebih dengan mad’unya yang saling mempengaruhi antara satu
dengan lainnya, sehingga timbullah kemungkinan untuk saling mengubah atau
memperbaiki perilaku masing- masing secara timbal balik. Metode dakwah
adalah cara-cara tertentu yang dilakukan oleh seorang da'i (Komunikator)
kepada mad’u untuk mencapai suatu tujuan atas dasar hikmah dan kasih
sayang. metode dakwah itu meliputi tiga cakupan, yaitu: Bil hikmah,
Mau’idhatul hasanah dan Mujadalah billati hiya ahsan. Adapun Sumber
Metode Dakwah adalah: Al Quran, Sunnah Rasul, Sejarah Hidup para Sahabat
dan Fuqoha, dan pengalaman.
5
Media dakwah yaitu segala sesuatu yang dipergunakan atau menjadi
penunjang dalam berlansungnya pesan dari da’i kepada mad’u. Atau dengan
kata lain bahwa segala sesuatu yang dapat menjadi penunjang/alat daLam
proses dakwah yang berfungsi mengefektifkan penyampaian ide (pesan) dari
da’i kepada mad’u. Media yang digunakan seorang da’i beragam tergantung
kemampuan da’i dalam menguasai media yang akan digunakan dan latar
belakang mad’u.
Tujuan utama dakwah ialah mewujudkan kebahagiaan dan
kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat yang diridhai oleh Allah SWT.
Seorang da’i sangat dituntut dalam penguasaan metode dan media yang tepat
dan benar, serta melakukan pendekatan-pendekatan yang sesuai dengan
4
Hafniati, “Interaksi Da’I dan Mad’u Tentang Penguasaan Media Dan Metode Dakwah
Dalam Mencapai Hasil Dan Tujuan Dakwah”, Jurnal Muqoddimah Vol. 14, No. 1, 2018,
Hal. 104.
5
Faizah dan Lalu Muchsin Effendi, Psikologi Dakwah, (Jakarta : Prenada Media, 2006),
hal. 126
8
kebutuhan, situasi dan kondisi mad’u sehingga tujuan dakwah dapat
terealisasi.
Tayangan video dari Ustadz Hilman Fauzi yang berjudul “Cara Agar
Kuat Saat Kehilangan” dari youtube channel Teman Hijrah Media merupakan
tayangan yang diupload pada 13 Juli 2019. Pengajian ini bertempat di Masjid
Alumni IPB, yang dihadiri oleh para santri dan masyarakat sekitar. Dalam
menyampaikan dakwah ustadz Hilman Fauzi mempunyai ciri khas yang santai
dan memiliki public speaking yang bagus. Dalam pengajian tersebut Ustadz
Hilman Fauzi memberikan beberapa candaan dalam mencairkan suasana tetapi
tidak meninggalkan jalur dalam dakwahnya, dengan cara seperti ini sering
disebut dengan gaya santai namun serius. Meskipun beliau menyampaikan
dakwah dengan santai akan tetapi beliau memperhatikan setiap kata agar para
audience mengertti dan memahami isi dakwah yang disampaikan.
Durasi tayangan video ini sekitar 10 menit 56 detik dan sudah ditonton
sebanyak 48 rb kali dari youtube Teman Hijrah Media. Pada saat ceramah
Ustadz Hilman Fauzi memberikan candaan-candaan yang berlogat Sunda
dengan tujuan menarik perhatian mad`u agar pesan yang disampaikan dapat
diterima dengan baik. Dalam tayangan video tersebut berlangsung dengan
baik, khusyuk dan khidmat.
D. Kondisi Ideal Yang Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh
Mad’u
Kondisi ideal yang diupayakan untuk perbaikan agar diterima oleh
mad’u yaitu memiliki kemampuan, meliputi kemampuan membaca dan
memahami seluk beluk komunikannya sehingga bisa merancang metode apa
yang cocok digunakan, terutama dalam berkomunikasi. Dengan mengetahui
karakter komunikan seorang da’i bisa merancang media apa yang cocok
digunakan, apakah dengan menggunakan media yang bersifat audio, visual,
atau bahkan media yang bersifat audio visual.
Selain media, juga dapat ditentukan sikap yang cocok untuk
ditampilkan oleh seorang da’i, menciptakan suatu teknik agar diantara da’i
9
dan mad’u terjalin komunikasi yang lancar, baik dan memiliki ikatan moral
yang tinggi. Kemudian cara penyampaian dengan menggunakan metode yang
tepat. Dalam Penyampaiannya harus menggunakan perkataan yang baik,
memiliki hubungan erat dengan mad’u, tidak membeda-bedakan agama antar
mad’u. Seorang Da’i harus menarik perhatian mad’u sehingga mad’u yang
mendengarkan tausiyah beliau tidak akan merasa bosan dalam kondis i
berlangsungnya acara tersebut. Karena kondisi itu mad’u akan mempunyai
kesulitan dalam memahami dakwah yang telah disampaikan.
Dalam penyampaian dakwah oleh Ustadz Hilman Fauzi dari Channel
YouTube tersebut membawakan tema tentang bagaimana cara agar kuat saat
kehilangan. Di angkat dari tema tersebut terkesan begitu menarik, bukan
hanya untuk kalangan muda saja namun berlaku untuk semua orang tentu
juga dikalangan orang tua. Cara menyampaikan pesan dalam dakwah juga
menggunakan bahasa sehari-hari dan sangat santai sehingga mudah untuk
dipahami makna dan maksud tujuan dakwah tersebut. Dalam dakwah tersebut
juga menyampaikan pesan bahwa yakin setiap yang hilang pasti akan
berganti.
Didalam juga terdapat interaksi yang cukup baik antara da’i dengan
mad’u. Ustadz Hilman Fauzi mengambil kisah dari Abu Salamah dan istrinya
yang bernama Ummu Salamah yang meninggal karena perang Uhud,
membuat Ummu Salamah sedih berkepanjangan. Sebelum meninggal Abu
Salamah berpesan dan memberi do’a “Jika kau kehilangan maka jangan
pernah khawatir, karena Allah akan mengganti kehilangan itu dengan sesuatu
yang terbaik.”
10
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Secara etimologi kata mad’u berasal dari bahasa arab, diambil dari
isim maf’ul (kata yang menunjukkan obyek atau sasaran). Menurut
terminology, mad’u adalah orang atau kelompok yang lazim disebut dengan
jama’ah yang sedang menuntut ajaran agama dari seorang da’i. baik mad’u
itu orang dekat atau juah, muslim atau non muslim, laki-laki atau perempuan.
Dai adalah orang yang mengajak kepada orang lain baik secara
lansung atau tidak langsung, melalui lisan, tulisan, atau perbuatan untuk
mengamalkan ajaran-ajaran islam atau menyebarluaskan ajaran islam,
melakukan upaya perubahan kearah kondisi yang lebih baik menurut islam.
Interaksi Da’i dan Mad’u adalah suatu bentuk hubungan antara
seorang da’i atau lebih dengan mad’unya yang saling mempengaruhi antara
satu dengan lainnya, sehingga timbullah kemungkinan untuk saling
mengubah atau memperbaiki perilaku masing- masing secara timbal balik.
Seorang da’i sangat dituntut dalam penguasaan metode dan media yang tepat
dan benar, serta melakukan pendekatan-pendekatan yang sesuai dengan
kebutuhan, situasi dan kondisi mad’u sehingga tujuan dakwah dapat
terealisasi.
Kondisi ideal yang diupayakan untuk perbaikan agar diterima oleh
mad'u yaitu memiliki kemampuan, meliputi kemampuan membaca dan
memahami seluk beluk komunikannya sehingga bisa merancang metode apa
yang cocok digunakan, terutama dalam berkomunikasi. Selain media, juga
dapat ditentukan sikap yang cocok untuk ditampilkan oleh seorang da’i,
menciptakan suatu teknik agar diantara da’i dan mad’u terjalin komunikasi
yang lancar, baik dan memiliki ikatan moral yang tinggi.
11
DAFTAR PUSTAKA
Asna Istya Marwantika. 2019. Potret dan Segmentasi Mad’u Dalam
Perkembangan Media di Indonesia. Jurnalal-Adabiya. 14 (01) : 1-14.
Kamaluddin. 2015. Mengenal Mad’u Dalam Perspektif Teologis, Sosiologis,
Antropologis, dan Psikologis. Studi Multidisiplin : Jurnal Kajian
Keislaman. 2 (1) : 41-64.
Agus Salim. 2017. Peran dan Fungsi Dai Dalam Perspektif Psikologi Dakwah.
Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan. 8 (1) :
92-107.
Hafniati, 2018, Interaksi Da’I dan Mad’u Tentang Penguasaan Media Dan
Metode Dakwah Dalam Mencapai Hasil Dan Tujuan Dakwah, Jurnal
Muqoddimah Vol. 14, No. 1.
Faizah dan Lalu Muchsin Effendi, 2006, Psikologi Dakwah, Jakarta : Prenada
Media.
Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh OLEH (Ust. Abdul Somad)
Kelompok 06/PAI F:
Nadiya Fitriana (201190182)
Naily Khuriyatul ‘Aliyah (201190186)
Niswatun Khasanah (201190196)
Nur Azizah Lylik Rosita (201190209)
Kondisi Psikologis Mad’u
Jamaah yang hadir kebanyakan mad’u nya adalah dari
kaum bapak-bapak dan ibu-ibu tetapi dari kaum muda hanya
sebagian yang tertarik mengikuti kajian. Karena bapak-bapak dan
ibu-ibu tertarik dan sangat antusias mengikuti kajian dari Ustadz
Abdul Somad yang menarik dari temanya adalah tentang
membangun rumah tangga yang sakinnah mawaddah warahmah
dan yang sedang mencari jodoh sehingga mereka akan lebih bisa
memahami bagaimana menjaga keluarga yang utuh dan bagi kaum
muda dalam mengikuti kajian ini agar lebih bisa memilih pasangan
yang tepat tanpa memandang dari segi fisik, harta, ganteng dan
cantik, agamanya.
Dengan adanya kajian yang dilakukan oleh (Da’i) Ustadz
Abdul Somad diharapkan mampu mengarahkan para jama’ahnya
menjadi manusia yang lebih baik menuju Ridha Allah yakni
membangun rumah tangga sakinnah mawaddah warahmah
Kondisi Psikologis Da’i
Ustadz Abdul Somad Batubara, Lc. MA atau lebih dikenal
dengan sebutan UAS lahir di Pekanbaru, Riau tanggal 18 Mei 1977.
Ustadz Abdul Somad diketahui pernah bekerja sebagai dosen Bahasa
Arab dan Tafsir Hadis di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim
dari tahun 2009 dan juga pernah mengajar sebagai dosen Agama
Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam al- Azhar Yayasan Masmur Riau.
Ustadz Abdul Somad juga pernah aktif sebagai anggota MUI
Provinsi Riau dan Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa’i Nahdhatul
Ulama serta anggota badan Amil Zakat di Riau dari tahun 2009
hingga 2014, kini beliau aktif memberikan ceramah agama Islam di
berbagai pelosok di wilayah Indonesia, dari hari ke hari nama beliau
kian moncer sebagai Ustadz panutan zaman now.
Interaksi Antara Da’I dan Mad’u
Interaksi adalah suatu bentuk hubungan
antara dua orang atau lebih dimana tingkah laku
seseorang diubah oleh tingkah laku yang lain. Dalam
pengajan tersebut ustadz Abdul Somad selalu
diselingi oleh candaan tetapi tidak meninggalkan
jalurnya seperti dalam istilah santai tetapi tetap
serius. Walaupun berdakwah dengan sederhana
beliau tetap memperhatikan setiap katanya agar
para jamaah dapat mengerti dan memahami apa
yang disampaikan tersebut.
Didalam tayangan video tersebut juga
terdapat sesi Tanya jawab secara langsung dan
hingga penutup acara berjalan dengan baik,
khusyuk, dan khidmat.
Kondisi Idealnya Jika Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh Mad’u
Setiap membuka ceramah Ustadz Abdul
Somad selalu diiringi dengan candaan yang
bertujuan untuk menarik perhatian mad’u agar
pesannya dapat tersampaikan dengan baik dan bias
diterima oleh kaum awam. Didalam tayangan video
tersebut juga terdapat sesi Tanya jawab secara
langsung dan hingga penutup acara berjalan dengan
baik, khusyuk, dan khidmat.
Dengan mengetahui karakter komunikan
seorang da’i bisa merancang media apa yang cocok
digunakan, apakah media yang bersifat audio, visual.
Terima Kasih
UNTUKMU YANG SEDANG MENCARI JODOH OLEH USTADZ ABDUL SOMAD
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada matakuliah
“Psikologi Dakwah”
Dosen Pengampu:
Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah, M.Pd.I.
Disusun Oleh Kelompok 06/PAI F:
1. Nadiya Fitriana (201190182)
2. Naily Khuriyatul ‘Aliyah (201190186)
3. Niswatun Khasanah (201190196)
4. Nur Azizah Lylik Rosita (201190209)
Pendidikan Agama Islam
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
(IAIN) Ponorogo
2022
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan
segala rahmat-Nyalah akhirnya kami bisa menyusun makalah dengan judul
“Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh”. Kami juga mengucapkan terima kasih
kepada Ibu Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah, M.Pd.I. selaku dosen pengampu kami
yang telah memberikan tugas ini kepada kami sehingga kami mendapatkan banyak
tambahan pengetahuan khususnya dalam masalah “Untukmu Yang Sedang Mencari
Jodoh.”
Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami susun ini
bisa memberikan banyak manfaat serta menambah pengetahuan terutama dalam hal
“Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh”. Selain itu, kami menyadari bahwa
makalah ini masih memiliki banyak kekurangan yang membutuhkan perbaikan,
sehingga kami sangat mengharapkan masukan serta kritik dari para pembaca.
Ponorogo, 25 Mei 2022
Penyusun
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i
KATA PENGANTAR ................................................................................... ii
DAFTAR ISI ..................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1
A. Latar Belakang .................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................
A . Kondisi Psikologis Mad’u ................................................................
B. Kondisi Psikologis Da’i ....................................................................
C. Interaksi Antara Da’i dan Mad’u .......................................................
D. Kondisi Idealnya Jika Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh
Mad’u ......................................................................................................
BAB III PENUTUP ........................................................................................
A. Kesimpulan ........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Islam sebagai agama dakwah, agama menyebarluaskan kebenaran dan
mengajak orang-orang yang belum mempercayai, menumbuhkan pengertian
dan kesadaran agar umat Islam mampu menjalani hidup sesuai dengan perintah
yang dianggap sebagai tugas suci yang merupakan tugas setiap muslim. Dengan
demikian, setiap muslim berkewajiban untuk berdakwah. Dalam melaksanakan
tugas dakwah, seorang da’i dihadapkan pada kenyataan bahwa individu-individu yang akan didakwahi memiliki keberagaman dalam berbagai hal,
seperti pikiran atau ide, pengalaman dll. Keberagaman tersebut akan
memberikan corak yang berbeda pula dalam menerima dakwah (materi
dakwah), dan menyikapinya, karena itulah untuk mengefektifkan usaha dakwah
seorang da’i dituntut untuk memahami mad’u yang akan di hadapi.
Setiap muslim memiliki kewajiban untuk berdakwah. Dakwah yang
dimaksudkan bukan hanya dakwah di depan mimbar, tetapi mengajak seseorang
untuk melakukan kebaikan juga termasuk dalam berdakwah. Salah satu bentuk
keberhasilan dalam dakwah adalah berubahnya sikap kejiwaan seseorang. Dari
tidak cinta Islam dan tertanam dalam jiwanya rasa senang terhadap kebenaran
ajaran Islam. Kegiatan dakwah dimaksudkan untuk mengubah sikap kejiwaan
mad’u untuk melakukan hal tersebut, seorang da’i dituntut untuk memahami
ilmu tentang psikologi dakwah. Dengan menerapkan psikologi dakwah dalam
setiap kegiatan berdakwah, da’i telah melaksanakan apa yang pernah dilakukan
oleh Rasulullah SAW yang selalu memperhatikan kesiapan jiwa para orang
yang didakwahi dalam menerima pesan dakwah.
Dakwah memiliki kedudukan yang tinggi dan mempunyai peranan
yang sangat penting menurut pandangan Allah SWT dan Nabi Muhammad
SAW, karena Islam sangat memperhatikan dalam urusan yang satu ini.
Sehingga menganjurkan kepada setiap muslim agar menyeru kepada kebaikan
dan menyampaikan nasehat-nasehat yang baik kepada masyarakat serta
menjauhkan diri dari segala hal yang dilarang oleh agama Islam.
2
Psikologi dan Dakwah merupakan ilmu pengetahuan yang saling
berhubungan, saling melengkapi, saling mengisi dan saling terkait satu dengan
yang lainnya. Untuk mengetahui keterkaitan antara keduanya maka harus
mengetahui pengertiannya. Begitu pentingnya perintah dakwah ini, sehingga
berbagai metode diterapkan. Hal ini dipertegas oleh HM. Arifin, M.Pd. dalam
bukunya “Psikologi Dakwah” bahwa :”Dakwah mengandung pengertian
sebagai suatu kegiatan ajakan baik dalam bentuk lisan, tulisan, tingkah laku dan
sebagainya yang dilakukan secara sadar dan berencana dalam usaha
mempengaruhi orang lain baik secara individual maupun secara kelompok agar
supaya timbul dalam dirinya suatu pengertian, kesadaran, sikap penghayatan
serta pengamalan terhadap amalan ajaran agama sebagai message yang
disampaikan kepadanya dengan tanpa unsur paksaan”.
Dalam tayangan di situs youtube channel Love Islam dengan jumlah
subscribe 1,3 ribu yang berjudul “Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh”
dengan jumlah penonton lebih dari 85 ribu ditonton, adalah Ustadz Abdul
Somad, Lc., MA.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk
menganalisis pesan dakwah ustadz Abdul Somad, Lc. MA. Yang berada di
youtube channel Love Islam dengan alamat web
https://youtu.be/O85QNS9Gq30 “Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh”.
Dalam video tersebut beliau memberikan pesan dakwah mengenai wanita
muslim jika ingin mencari suami jangan cari yang sempurna dan jika kita tetap
ingin mencari suami yang sempurna maka sampai kapanpun kita tidak akan
pernah mempunyai suami. Dan sebaliknya laki-laki jika ingin menikah maka
menikahilah wanita yang mempunyai kriteria yaitu karena hartanya, nasabnya,
cantiknya dan karena agamanya. Dampak positif dari menikah adalah agar hati
menjadi tenang dan Allahlah yang menurunkan ketenangan itu.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana kondisi psikologis mad’u?
3
2. Bagaimana kondisi psikologis da’i?
3. Bagaimana interaksi antara da’i dan mad’u?
4. Bagaimana kondisi idealnya, jika diupayakan untuk perbaikan agar diterima
oleh mad’u?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui kondisi psikologis mad’u.
2. Untuk mengetahui kondisi psikologis da’i.
3. Untuk mengetahui interaksi antara da’i dan mad’u.
4. Untuk mengetahui kondisi idealnya, jika diupayakan untuk perbaikan agar
diterima oleh mad’u.
4
BAB II
PEMBAHASAN
A. Kondisi Psikologis Mad’u
Mad’u adalah orang yang diajak kepada jalan Allah melalui pengenalan
dan penghayatan ajaran Islam. Dalam ilmu komunikasi mad’u disebut dengan
komunikan atau receiver yaitu penerima pesan dari komunikator. Secara umum
kalangan mad’u terbagi menjadi dua, yaitu mad’u muslim dan non-muslim.
Bagi non-muslim dakwah ditujukan untuk mengajak mereka bersyahadat dan
menjadi muslim. Sedangkan bagi orang muslim, dakwah bertujuan untuk
peningkatan ilmu, iman dan amal. Mad’u dapat ditinjau dari persepktif
teologis, sosiologis dan psikologis.
1
Mengenal mad’u merupakan salah satu prinsip utama yang harus
dimiliki seorang da’i karena merupakan tuntunan logis dalam menjalankan
aktivitas dakwah, dengan mengenal mad’u sesuai dengan situasi dan
kondisinya dakwah pun dapat diaplikasikan secara efektif.
2
Dalam hal ini
seorang Da’i sebelum terjun kelapangan untuk berhadapan dengan mad’u,
harus melakukan kerja prakondisi. Da’i harus menganalisis secara tepat
metode, media, strategi dan materi yang akan digunakan dalam melakukan
tugas dakwah. Tanpa memiliki tahapan ini maka sangat dimungkinkan pesan
dakwah yang diberikan kepada mad’u akan mengalami pembiasaan yang jauh
dari harapan.
Materi dakwah adalah pesan-pesan dakwah islami atau segala sesuatu
yang harus disampaikan oleh da’i kepada mad’u. Pesan dakwah harus
bersumber dari Al-Qur’an dan hadits. Sehingga dapat dipahami bahwa dakwah
hendaknya harus mencapai sasaran utama dari kesempurnaan hubungan antara
manusia dengan penciptanya yakni Allah SWT dan mengatur keseimbangan di
antara dua hubungan tersebut. Sedangkan dengan pesan dakwah sendiri
sebagaimana yang digariskan oleh Al-Qur’an adalah berbentuk pernyataan
1
Kamaluddin, Mengenal Mad’u Dalam Perspektif Teologis, Sosiologis, Antropologis,
Dan Psikologis, Studi Multidisipliner Volume 2 Edisi 1 2015, 43.
2
Ridho Syabibi, Metodologi Ilmu Dakwah, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008), 25.
5
maupun pesan Al-Qur’an adalah berbentuk pernyataan maupun pesan Al-Qur’an dan Sunnah.
Oleh karena itu, dakwah hendaklah disampaikan dengan cara yang baik,
bijak, penuh hikmah, penuh perhatian, keseriusan dengan memperhatikan
psikologi mad’u agar pesan moral dan nilai-nilai luhur ajaran agama yang
disampaikan dalam dakwah dapat diterima dan dicerna. Secara umum kondisi
psikologis para jamaah Ustadz Abdul Somad dalam kajian pada situs channel
youtube Love Islam yang berjudul “Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh”
yang mana kebanyakan mad’u nya adalah dari kaum bapak-bapak dan ibu-ibu
tetapi dari kaum muda hanya sebagian yang tertarik mengikuti kajian. Karena
bapak-bapak dan ibu-ibu tertarik dan sangat antusias mengikuti kajian dari
(Da’i) Ustadz Abdul Somad yang menarik dari temanya adalah tentang
membangun rumah tangga yang sakinnah mawaddah warahmah dan yang
sedang mencari jodoh sehingga mereka akan lebih bisa memahami bagaimana
menjaga keluarga yang utuh dan bagi kaum muda dalam mengikuti kajian ini
agar lebih bisa memilih pasangan yang tepat tanpa memandang dari segi fisik,
harta, ganteng dan cantik, agamanya. Selain itu, laki-laki tidak boleh hidup
sendiri tanpa adanya wanita, maka dari itulah Tuhan menciptakan perempuan
dari tulang rusuk laki-laki yang bengkok, yang bila dipaksa akan lurus maka
akan patah jika dibiarkan maka kamu akan ikut bengkok. Dari segi
psikologisnya maka para bapak-bapak, ibu-ibu, kaum muda banyak mengalami
perubahan dalam hal menjaga rumah tangga dan memilih pasangan yang tepat
dan sempurna sehingga dengan adanya kajian yang dilakukan oleh (Da’i)
Ustadz Abdul Somad diharapkan mampu mengarahkan para jama’ahnya
menjadi manusia yang lebih baik menuju Ridha Allah yakni membangun
rumah tangga sakinnah mawaddah warahmah.
B. Kondisi Psikologis Da’i
Kata da’i atau da’iyah menurut Bahasa adalah isim fail berwazan fa’ilah
dari kata da’aa, yad’uu, daa’in. Kata da’iyah bermakna suara kuda dalam suatu
peperangan karena ia menjawab orang yang berteriak- teriak memanggilnya.
6
Sedangkan da’i secara istilah adalah orang islam yang secara syariat mendapat
beban dakwah mengajak kepada agama Allah.
3
Tidak diragukan lagi bahwa
definisi ini mencakup seluruh lapisan dari rasul, ulama, penguasa setiap
muslim, baik laki- laki maupun perempuan. Da’i dapat diibaratkan sebagai
seorang guide atau pemandu terhadap orang- orang yang ingin mendapatkan
keselamatan hidup dunia dan akhirat. Dalam hal ini da’i adalah seorang
petunjuk jalan yang harus mengerti dan memahami terlebih dahulu mana jalan
yang boleh dilalui dan yang tidak boleh dilalui oleh seorang muslim, sebelum
ia memberi petunjuk jalan kepada orang lain.
Pendapat lain mengungkapkan bahwa da’i adalah seseorang yang
melakukan ajakan atau orang yang menyampaikan ajaran (mubaligh). Subjek
dakwah merupakan unsur penting dalam pelaksanaan dakwah karena seorang
da’i akan menjadi pemandu titian yang mengemban misi risalah dan diserukan
kepada objek dakwah dengan dalil yang dapat dipertanggung jawabkan
kebenarannya. Seorang da’i dituntut mampu mengetuk dan menyentuh hati
umat yang dihadapinya secara profesional agar misi yang disampaikan dapat
diterima oleh umat.
4
Kondisi psikologis da’i dalam makalah ini tertarik untuk menganalisis
pesan yang terkandung dalam dakwah salah satu tayanagan di situs
channel youtube Love Islam dengan jumlah penonton 86 ribu yang berjudul
“Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh- Ustadz Abdul Somad ” dalam video
tersebut beliau menyampaikan beberapa pesan mengenai wanita muslim jika
ingin mencari suami jangan cari yang sempurna dan jika kita tetap ingin mencari
suami yang sempurna maka sampai kapanpun kita tidak akan pernah
mempunyai suami. Dan sebaliknya laki-laki jika ingin menikah maka
menikahilah wanita yang mempunyai kriteria yaitu karena hartanya, nasabnya,
cantiknya dan karena agamanya. Dampak positif dari menikah adalah agar hati
menjadi tenang dan Allahlah yang menurunkan ketenangan itu. Ustadz Abdul
3
Drs. Wahidin Saputra, Pengantar Ilmu Dakwah , (Jakarta, 2011). 1.
4
Aris Risdina, Transformasi Peran Da’i Dalam Menjawab Peluang dan Tantangan (Studi
terhadap Manajemen SDM), Jurnal Dakwah, Vol. XV, No. 2 Tahun 2014, 438.
7
Somad memiliki ciri khas tersendiri dalam penyampaian dakwahnya yaitu
dengan bahasa melayu dan bataknya yang digunakan saat berdakwah.
Ustadz Abdul Somad Batubara, Lc. MA atau lebih dikenal dengan
sebutan UAS lahir dan tumbuh besar di Pekanbaru, Riau pada tanggal 18 Mei
1977 di sebuah kampung yang bernama Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara,
beliau merupakan putra dari bapak Lobbayudin dan ibunya yang bernama
Hajjah Rohana yang merupakan keturunan dari Syekh Abdurrahman atau lebih
dikenal dengan sebutan Syekh Silau Laut, dan ayahnya yang bernama
Lobbayudin.
Dalam diri Ustadz Abdul Somad mengalir darah melayu (dari sang ibu)
dan Batak (dari ayahnya), Ustadz Abdul Somad dibesarkan oleh keluarga yang
paham betul akan pendidikan, terutama akan pendidikan agama sedari kecil,
Ustadz Abdul Somad dibimbing oleh orang tuanya agar menjadi anak yang
saleh dan memberikan manfaat bagi sesama manusia. Ustadz Abdul Somad
diketahui pernah bekerja sebagai dosen Bahasa Arab dan Tafsir Hadis di
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim dari tahun 2009 dan juga pernah
mengajar sebagai dosen Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam al-Azhar Yayasan Masmur Riau, Ustadz Abdul Somad juga pernah aktif sebagai
anggota MUI Provinsi Riau dan Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa’i Nahdhatul
Ulama serta anggota badan Amil Zakat di Riau dari tahun 2009 hingga 2014,
kini beliau aktif memberikan ceramah agama Islam di berbagai pelosok di
wilayah Indonesia, dari hari ke hari nama beliau kian moncer sebagai Ustadz
panutan zaman now.
5
Dalam tayangan youtube tersebut Ustadz Abdul Somad menjelaskan
bagaimana untukmu yang sedang mencari jodoh, menurut ustadz abdul shomad
bagi laki-laki yang hendak mencari istri hendaknya perempuan tersebut
mempunyai kriteria yaitu karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan
karena agamanya. Laki-laki yang sudah siap lahir batin untk menikah
diwajibkan untuk menikah karena menikah dapat menundukkan pandangan,
5
Abid Fadhil Abyan, Berguru kepada Ustadz Zaman Now, (Jakarta Selatan: Laksana, 2018), Cet.
Ke-1. 11-12.
8
menjaga kemaluan, jika belum mampu untuk menikah hendakya melakukan
puasa sunah untuk meredamkan hawa nafsu.
C. Interaksi Antara Da’i dan Mad’u
Salah satu naluri manusia sebagai makhluk sosial adalah
kecenderungan untuk hidup berkelompok atau bermasyarakat yang disebut
instink gregarious. Dan salah satu bentuk manifestasi dari kecenderungan
naluriah tersebut adalah apa yang disebut oleh para ahli psikologi dengan
interaksi social.
6
Interaksi adalah suatu bentuk hubungan antara dua orang atau l ebih
dimana tingkah laku seseorang diubah oleh tingkah laku yang lain. Jadi,
jelaslah bahwa didalam proses interaksi itu terdapat tindakan saling
mempengaruhi antara satu individu dengan individu yang lain, sehingga
timbullah kemungkinan untuk saling mengubah atau memperbaiki perilaku
masing-masing secara timbal balik. Perubahan demikian bias terjadi secara
disadari atau tidak sepenuhnya disadari, atau secara perlahan. Di dalam
hubungan interaksional inilah terjadi suatu proses belajar mengajar diantara
manusia. Di mana di dalam proses dakwah merupakan permulaan yang
fundamental bagi suksesnya dakwah. Tanpa adanya suatu proses belajar
mengajar maka dakwah sulit memperoleh tempat di dalam hati manusia. Jika
kita kaitkan dengan dakwah, maka dalam dakwah dikenal istilah personal
approach dakwah face to face, sehingga terjadi proses saling mempengaruhi
antara da’i dan mad’u atau sebaliknya begitu juga ada istilah general approach
atau dakwah secara umum misalnya pengajian disini terjadi proses saling
mempengaruhi antara da’i dan mad’u dalam kelompok social. Maka dari itu
interaksi social erat kaitannya dengan dakwah.
7
Tayangan video dari Ustadz Abdul Somad, Lc., MA yang berjudul
“Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh” dari youtube channel Love Islam
6
Hafniati, “Interaksi Da’I dan Mad’u Tentang Penguasaan Media Dan Metode Dakwah Dalam
Mencapai Hasil Dan Tujuan Dakwah”, Jurnal Muqoddimah Vol. 14, No. 1, 2018, Hal. 104.
7
Totok Jumantoro, Psikologi Dakwah Dengan Aspek-Aspek Kejiwaan Yang Qur’ani, Amzah,
Jakarta:2001, hal, 83-86.
9
merupakan suatu tayangan pada bulan Agustus tahun 2021. Pengajian ini
dihadiri oleh para santri dan masyarakat umum yang ada disekitarnya. Dalam
menyampaikan dakwah ustadz Abdul Somad punya ciri khas tersendiri dalam
penyampaiannya maupun penampilannya. Dalam pengajan tersebut ustadz
Abdul Somad atau biasa dikenal dengan sebutan UAS selalu diselingi oleh
candaan tetapi tidak meninggalkan jalurnya seperti dalam istilah santai tetapi
tetap serius. Walaupun berdakwah dengan sederhana beliau tetap
memperhatikan setiap katanya agar para jamaah dapat mengerti dan memahami
apa yang disampaikan tersebut. Dalam berdakwah UAS selalu menggunakan
pakaian yang sederhana yaitu memakai kemeja putih, sarung dan yang selalu
menjadi ciri khas nya adalah selalu membawa sorban yang dikalungkan
dilehernya.
Durasi tayangan video ini sekitar 1 jam 3 menit 11 detik dan sudah
ditonton 86 rb kali dari youtube Love Islam. Setiap membuka ceramah Ustadz
Abdul Somad selalu diiringi dengan candaan yang bertujuan untuk menarik
perhatian mad’u agar pesannya dapat tersampaikan dengan baik dan bias
diterima oleh kaum awam. Didalam tayangan video tersebut juga terdapat sesi
Tanya jawab secara langsung dan hingga penutup acara berjalan dengan baik,
khusyuk, dan khidmat.
D. Kondisi Idealnya Jika Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh
Mad’u
Kondisi ideal yang diupayakan untuk perbaikan agar diterima oleh
mad’u yaitu memiliki kemampuan yang meliputi kemampuan membaca dan
memahami seluk beluk komunikannya sehingga dapat dirancang metode apa
yang cocok dipakai, terutama dalam berkomunikasi. Dengan mengetahui
karakter komunikan seorang da’i bisa merancang media apa yang cocok
digunakan, apakah media yang bersifat audio, visual, ataukah yang bersifat
audio visual. Selain media, juga dapat ditentukan sikap yang cocok untuk
ditampilkan oleh seorang da’i, menctakan suatu Teknik agar antara da’I dan
mad’u terjalin komunikasi yang lancar dn memiliki ikatan moral yang tinggi.
10
Selain itu, sejatinya da’i harus memiliki kualifikasi moralitas dan
keluhuran budi pekerti seperti Rasulullah saw. atau paling tidak mendekatinya.
Keluhuran budi pekerti ini menjadi salah satu pendorong yang memungkinkan
masyarakat (ma’du) dapat mengikuti jalan kebenaran yang diserukan sang
da’i.
8
Dalam penyampaian dakwah dari ustadz Abdul Somad sangat menarik
dan mudah untuk dimengerti baik untuk kalangan muda maupun untuk
kalangan orang tua. Cara menyampaikan pesan dalam dakwah juga
menggunakan bahasa keseharian dan sangat santai sehingga sangat mudah
dalam pemahamannya. Dalam dakwah tersebut juga menyampaikan pesan yang
wanita muslim jika ingin mencari suami jangan cari yang sempurna dan jika
kita tetap ingin mencari suami yang sempurna maka sampai kapanpun kita tidak
akan pernah mempunyai suami. Dan sebaliknya laki-laki jika ingin menikah
maka menikahilah wanita yang mempunyai kriteria yaitu karena hartanya,
nasabnya, cantiknya dan karena agamanya. Dampak positif dari menikah adalah
agar hati menjadi tenang dan Allahlah yang menurunkan ketenangan itu.
8
Haryanto, Relasi Kredibilitas Da’I dan Kebutuhan Mad’u, dalam Mencapai Kebutuhan
Dakwah, Jurnal: Tasamuh, Vol. 16, No. 02 Juni 2018, 65-68.
11
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Mad’u adalah orang yang diajak kepada jalan Allah melalui
pengenalan dan penghayatan ajaran Islam. Mad’u merupakan salah satu
prinsip utama yang harus dimiliki seorang da’i karena merupakan tuntunan
logis dalam menjalankan aktivitas dakwah, dengan mengenal mad’u sesuai
dengan situasi dan kondisinya dakwah pun dapat diaplikasikan secara efektif.
Da’i adalah seorang petunjuk jalan yang harus mengerti dan memahami
terlebih dahulu mana jalan yang boleh dilalui dan yang tidak boleh dilalui oleh
seorang muslim, sebelum ia memberi petunjuk jalan kepada orang lain
Interaksi adalah suatu bentuk hubungan antara dua orang atau lebih
dimana tingkah laku seseorang diubah oleh tingkah laku yang lain. Jadi, jelaslah
bahwa didalam proses interaksi itu terdapat tindakan saling mempengaruhi
antara satu individu dengan individu yang lain, sehingga timbullah
kemungkinan untuk saling mengubah atau memperbaiki perilaku masing-masing secara timbal balik.
Kondisi ideal yang diupayakan untuk perbaikan agar diterima oleh
mad’u yaitu memiliki kemampuan yang meliputi kemampuan membaca dan
memahami seluk beluk komunikannya sehingga dapat dirancang metode apa
yang cocok dipakai, terutama dalam berkomunikasi.
12
DAFTAR PUSTAKA
Abid Fadhil Abyan, Berguru kepada Ustadz Zaman Now, (Jakarta Selatan:
Laksana, 2018), Cet. Ke-1.
Aris Risdina, Transformasi Peran Da’i Dalam Menjawab Peluang dan Tantangan
(Studi terhadap Manajemen SDM), Jurnal Dakwah, Vol. XV, No. 2 Tahun 2014.
Drs. Wahidin Saputra, Pengantar Ilmu Dakwah , (Jakarta, 2011).
Hafniati, “Interaksi Da’I dan Mad’u Tentang Penguasaan Media Dan Metode
Dakwah Dalam Mencapai Hasil Dan Tujuan Dakwah”, Jurnal Muqoddimah Vol.
14, No. 1, 2018.
Haryanto, Relasi Kredibilitas Da’i dan Kebutuhan Mad’u, dalam Mencapai
Kebutuhan Dakwah, Jurnal: Tasamuh, Vol. 16, No. 02 Juni 2018.
Kamaluddin, Mengenal Mad’u Dalam Perspektif Teologis, Sosiologis,
Antropologis, Dan Psikologis, Studi Multidisipliner Volume 2 Edisi 1 2015.
Ridho Syabibi, Metodologi Ilmu Dakwah, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008).
Kamaluddin, Mengenal Mad’u Dalam Perspektif Teologis, Sosiologis.
Totok Jumantoro, Psikologi Dakwah Dengan Aspek-Aspek Kejiwaan Yang
Qur’ani, Amzah, Jakarta:2001.
MEMAKNAI ESENSI TAQWA OLEH USTADZ ADI HIDAYAT, Lc, Ma.
Kelompok 5
Muna Nur Hidayatuz Z. 201190179
Neti Aulia Sari 201190190
Nila Verry Asmarita 201190193
Nu’ma Nafisah 201190205
Kondisi Psikologi Mad’u
Dalam berdakwah yang dilakukan oleh
da’i perlu memperhatikan kondisi
psikologi mad’u, sehingga pesan dakwah
yang dilakukan secara tidak langsung
dapat menggunakan komunikasi yang
mudah dipahami oleh keragaman
masyarakat. Sehingga isi pesan dakwah
untuk menumbuhkan kesadaran dan
perilaku beragama mad’u dapat tercapai
sesuai dengan tujuan dakwah
Kondisi Psikologi Da’i
Bedasarkan video dakwah dari Ustadz Adi
Hidayat, Lc, MA. yang berada dalam
channel youtubenya Trans TV Official
dengan mengangkat tema “Memaknai
Esensi Taqwa” terlihat bahwa da’i
menyampaikan pesan dakwahnya dengan
sangat jelas dan semangat hal ini
tentunya membuat para mad’u akan
tertarik dalam mendengarkan pesan yang
disampaikan.
Interaksi Antara Da’i dan Mad’u
Berdasarkan video ceramah Ustadz Adi Hidayat
mengenai memaknai esesnsi takwa, diketahui bahwa
Ustadz Adi Hidayat menggunakan beberapa metode
dalam menyampaikan pesan dakwahnya. Diantaranya
adalah dengan menggunakan metode tulisan dan juga
menggunakan metode diskusi. Dengan metode diskusi
ini Ustadz Adi Hidayat memberikan kesempatan
kepada mad’u yang hadir di dalam kajiannya untuk
bertanya.
Metode yang digunakan oleh Ustadz Adi Hidayat ini
sangat baik dalam menciptakan interaksi antara da’i
dengan mad’u. Selain itu dengan penyampaian yang
baik maka dapat menyentuh perasaan sehingga dapat
membengkitkan semangat untuk mengamalkan
syari’at Islam
Kondisi Idealnya Jika Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh Mad’u
Kondisi idealnya agar seorang da’i dakwahnya
bisa diterima harus ada sebuah perbaikan cara
penyampaian sampai metode yang digunakan.
Dalam penyampaiannya harus menggunakan
perkataan yang baik, memiliki hubungan erat
dengan mad’u, tidak membedakan-bedakan
agama antar mad’u, menggunakan metode yang
persuasif Dengan cara tersebut maka dakwah
akan bisa diterima oleh mad’u. Da’i harus
menarik perhatian mad’u sehingga mad’u tidak
merasa bosan dalam kondisi tersebut. Karena
Kondisi itu mad’u akan mempunyai kesulitan
dalam memahami dakwah yang telah
disampaikan.
Gaya suara Ustad Adi Hidayat Dalam ceramanya
sangat bervariasi. Dia sangat memperhatikan nada
suara seperti Pitch, Pause, penekanan dan kecepatan
dalam mengucapkan kata atau Rate. Sehingga mad’u
yang mendengarkan tidak bosan serta dapat merasakan
emosi yang tengah dibangun dalam dakwah tersebut
yang seolah-olah pendengar merasakan dan menerima
pesan dakwah dalam tersebut. Gaya gerak tubuh Ustad
Adi Hidayat dalam ceramah ini banyak menggunakan
gerak non verbal ini, mulai dari pakaian yang dikenakan
sangat sopan dan syar’i, kontak mata yang sangat apik
untuk dimainkan, mimik wajah dari mengerutkan
kening, alis, wajah marah, sedih, kecewa. Semua telah
tergambar dengan jelas. Gerakan tangan juga demikian
tidak terlalu berlebihan.
Hingga perpindahan gerak tubuh mengikuti kamera
yang sedang aktif pun tergambar dengan sangat rapih
dan tidak terkesan berpindah-pindah. Ceramah ustadz
Adi Hidayat memiliki ciri khas tersendiri, yakni sambil
membuat coretan di papan tulis. Hampir setiap
ceramahnya, ia menggunakan media papan tulis dan
spidol.
TERIMAKASIH
MEMAKNAI ESENSI TAQWA OLEH USTADZ ADI
HIDAYAT, Lc, MA.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada mata kuliah
“Psikologi Dakwah”
Dosen Pengampu :
Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah, M.Pd.I.
Disusun oleh kelompok 5 / PAI F :
1. Muna Nur Hidayatuz Z. (201190178)
2. Neti Aulia Sari (201190190)
3. Nila Verry Asmarita (201190193)
4. Nu’ma Nafisa (201190205)
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO
2022
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan
segala rahmat- Nyalah akhirnya kami bisa menyusun makalah dengan judul
“Memaknai Esensi Taqwa oleh Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA”. Kami juga
mengucapkan terimakasih kepada ibu Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah, M,Pd.I selaku
dosen pen gampu kami yang telah memberikan tugas ini kepada kami sehingga kami
mendapatkan banyak tambahan pengetahuan khususnya dalam masalah memaknai
esensi taqwa oleh Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA.
Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami susun ini
bisa memberikan banyak manfaat serta menambah pengetahuan terutama dalam hal
“Memaknai Esensi Taqwa Oleh Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA” . Selain itu, kami
menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan dan
membutuhkan perbaikan, sehingga kami sangat mengharapkan masukan serta kritik
dari para pembaca.
Ponorogo, Mei 2022
Penyusun
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................. i
KATA PENGANTAR.............................................................................................. ii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................1
A. Latar Belakang ............................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah...........................................................................................2
C. Tujuan .............................................................................................................3
BAB II PEMBAHASAN .........................................................................................4
A. Kondisi Psikologis Mad’u ...............................................................................4
B. Kondisi Psikologis Da’i ..................................................................................5
C. Interaksi Antara Da’i dan Mad;u.....................................................................9
D. Kondisi Idealnya Jika Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh
Mad’u ...........................................................................................................10
BAB III PENUTUP ................................................................................................12
A. Kesimpulan .................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................14
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dakwah adalah menyeru kepada umat manusia untuk menuju kebaikan,
memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar dalam rangka
mem peroleh kebahagiaan di dunia dan kesejahteraan di akhirat. Kerena itu,
dakwah memiliki pengertian yang luas. Ia tidak hanya berarti mengajak dan
menyeru umat manusia agar memeluk Islam, lebih dari itu dakwah juga berarti
upaya membina masyarakat Islam agar menjadi masyarakat yang lebih
berkualitas (khairu ummah) yang di bina dengan ruh tauhid dan ketinggian nilai -nilai Islam. Menurut Quraisy Shihab sebagaiman a yang dikutip oleh Samsul
Munir Amin, dakwah adalah seruan atau ajakan kepada keinsyafan atau usaha
mengubah situasi kepada situasi yang lebih baik dan sempurna, baik terhadap
prbadi maupun masyarakat.
Selain pengertian diatas dakwah juga berarti proses penyampaian, ajakan
kepada orang lain atau kepada masyarakat untuk memeluk, mempelajari dan
mengamalkan ajaran agama secara sadar, sehingga membangkitkan dan
mengembalikan potensi fitri orang itu, dan dapat hidup bahagia di dunia dan di
akhirat. Hukum dakwah adalah wajib ‘ain, dalam arti wajib bagi setiap muslim
untuk berdakwah sesuai dengan apa yang ia ketahui. Obyek dakwah dengan
berurutan kepada diri sendiri, keluarga, sanak keluarga dekat, sebagian
kelompok, kepada seluruh umat manusia. Berdakwah perlu menggunakan
metode, yaitu cara dakwah yang teratur dan terprogam secara baik agar maksud
mengajak melaksanakan ajaran- ajaran agama Islam dengan baik dan sempurna.
Metode dakwahnya dengan hikmah, maw’izhah hasanah , berdiskusi atau tukar
pikiran dengan cara yang baik, menyampaikan suatu kisah, peumpamaan, tanya
jawab, dan keteladanan yang baik.
Bisa disimpulkan bahwa dakwah menempati posisi yang tinggi dan mulia
dalam kemajuan agama Islam, tidak dapat dibayangkan apabila kegiatan dakwah
2
mengalami kelumpuhan yang disebabkan oleh berbagai faktor terlebih pada era
g lobalisasi sekarang ini, dimana berbagai informasi masuk begitu cepat dan
instan yang tidak dapat dibendung lagi. Umat Islam harus dapat memilah dan
menyaring informasi tersebut sehingga tidak bertentangan dengan nilai- nilai
Islam. Tujuan dakwah adalah terealisasinya nilai - nilai Islam dalam segala aspek
kehidupan di dunia ini. Sehingga mendatangkan sisi positif berupa kebahagiaan
dan kesejahteraan di dunia dan di akhirat nanti. Dakwah memiliki tujuan yang
berorientasi kepada perilaku manusia. Dakwah akan mencapai tujuannya
manakala ajaran Islam yang berupa norma- norma yang menuntun orang agar
berbuat baik dan menjauhi perbuatan buruk dapat terealisasikan dengan
sempurna.
Dalam tayangan di situs youtube channel Trans TV Official dengan jumlah
subscribe 15,6 juta yang berjudul “Memaknai Esensi Taqwa” dengan jumlah
penonton lebih dari 23 ribu ditonton, adalah ustadz Adi Hidayat, Lc. MA. Beliau
menggunakan alat papan tulis untuk menjelaskan isi dari dakwahnya.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk menganalisis
pesan dakwah ustadz Adi Hidayat, Lc. MA. Yang berada di youtube channel
Trans TV Official dengan alamat web https://youtu.be/uMIfVEvMkS0
“Memaknai Esensi Taqwa”. Dalam video tersebut beliau memberikan pesan
dakwah tentang peningkatan taqwa maka Allah akan menjamin kebahagiaan
dalam hidupnya, tambahan pengetahuan, dan dimudahkan jalan keluar dari
setiap kehidupan yang dialami. Oleh karena itu, peneliti mengangkat sebuah
judul “MENINGKATKAN ESENSI TAQWA”.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana kondisi psikologis mad’u?
2. Bagaimana kondisi psikologis da’i?
3. Bagaimana interaksi antara da’i dan mad’u?
3
4. Bagaimana kondisi idealnya jika dilakukan perbaikan agar diterima
oleh mad’u?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui kondisi psikologis mad’u.
2. Untuk mengetahui kondisi psikologis da’i.
3. Untuk mengetahui interaksi antara da’i dan mad’u.
4. Untuk mengetahui kondisi idealnya jika dilakukan perbaikan agar
diterima oleh mad’u.
4
BAB II
PEMBAHASAN
A. Kondisi Psikologi Mad’u
Dalam kajian teori komunikasi, sebuah pesan dianggap telah
tersampaikan dengan baik apabila pesan tersebut sudah menghasilkan timbal
balik dari komunikan. Timbal balik dalam hal ini diartikan sebagai efek dari
pesan tersebut. Artinya jika kita korelasi kan dalam aktivitas dakwah, proses
dakwah dianggap berjalan dengan baik jika apa yang disampaikan da’i, telah
mampu merubah kepribadian mad’u ke arah yang lebih baik.
Aktivitas dakwah yang diartikan sebagai sebuah sistem secara
material terdiri dari berbagai unsur atau komponen, mulai dari da’i, isi dakwah,
metode dakwah serta media dakwah. Untuk menuju proses dakwah yang efektif
dan efisien, sudah menjadi hal yang wajib untuk memaksimalkan setiap
komponen - komponennya. Paradigma inilah yang mengakibatkan para da’i
fokus untuk memaksimalkan komponen yang sifatnya material, padahal ada
hal - hal yang sifatnya material, yang juga perlu diperhatikan seperti psikologi
mad’u, kehidupan sosial mad’u dan lain sebagainya.
Dalam melaksanakan tugas dakwah, seorang da’i dihadapkan pada
kenyataan bahwa individu- individu yang akan diberi dakwah memiliki
keberagaman dalam berbagai hal, seperti pikiran- pikiran, pengalaman,
kepribadian, dan lain- lain. Keberagaman tersebut akan memberikan corak yang
berbeda pula dalam menerima dakwah dan menyikapinya, untuk
mengefektifkan usaha dakwah seorang da’i dituntut untuk memahami mad’u
yang akan dihadapi. Seorang da’i dituntut menguasai studi psikologi yang
mempelajari tentang kejiwaan manusia sebagai individu maupun anggota
masyarakat, baik pada fase perkembangan manusia, anak, remaja, dewasa, dan
lanjut usia. Dengan mengetahui kondisinya, tentu da’i akan bisa memilih
5
materi, metode yang sesuai dengan mad’u sehingga dakwah bisa berjalan efektif
dan efisien.
1
Dalam berdakwah yang dilakukan oleh da’i perlu memperhatikan
kondisi psikologi mad’u, sehingga pesan dakwah yang dilakukan secara tidak
langsung dapat menggunakan komunikasi yang mudah dipahami oleh
keragaman masyarakat. Sehingga isi pesan dakwah untuk menumbuhkan
kesadaran dan perilaku beragama mad’u dapat tercapai sesuai dengan tujuan
dakwah. Mad’u dapat menyadari tentang kebutuhan agama dan berperilaku
sesuai dengan nilai - nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga tugas
tambahan bagi da’i, selain mengemas isi pesan dakwah Isl am yang mudah
dipahami juga memprediksi perilaku mad’u yang memiliki keragaman
psikologi. Maka dakwah Islam disampaikan da’i dengan komunikasi maupun
simbol - simbol yang dapat diterima oleh mad’u di seluruh penjuru masyarakat
dengan rasa yang menyenangkan dan terhibur.
2
B. Kondisi Psikologi Da’i
Islam adalah agama dakwah yaitu agama yang mengajak dan
memerintahkan umatnya untuk selalu menyebarkan dan menyiarkan ajaran
Islam kepada seluruh umat manusia. Oleh sebab itu menyampaikan seruan
dakwah kepada masyarakat sangat diperlukan sikap partisipatif dari da’i atau
mubaligh demi mewujudkan masyarakat muslim yang paham akan nilai- nilai
agama.
3
Pengertian da’i secara khusus yaitu orang yang mengajak kepada orang
lain baik secara langsung atau tidak langsung dengan kata - kata, perbuatan atau
tingkah laku ke arah kondisi yang baik atau lebih baik menurut syariat Al- Qur’an
dan sunnah. Berdasarkan pengertian khusus tersebut da’i identik dengan orang
yang melakukan amar nahi munkar. Secara umum da’i yaitu setiap muslim atau
1
St. Rahmatiah, Peran Psik ologi dalam Proses Dak wah , Jurnal Bimbingan Penyuluhan
Islam Vol. 1 No. 1, 2014, Hal. 88.
2
Farida, Psik ologi Mad’u di Era Media Elek tronik (Predik si Perubahan Perilak u
Masyarak at), Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam Vol. 4 No. 2, 2016, Hal. 281.
3
Syihata Abdullah, Dak wah Islamiyah, (Jakarta: Departemen Agama RI, 1978), 80.
6
muslimat yang berdakwah sebagai kewajiban yang melekat dalam diri sebagai
realisasi perintah Rasulullah SAW.
4
Hal - hal yang semula menyimpang dari Al - Qur’an dan hadis
diluruskan agar sesuai dengan ajaran Islam baik aqidah, muamalah, dan aspek -aspek kehidupan lainnya. Olehnya itu, da’i harus memenuhi kualifikasi dan
syarat- syarat tertentu agar proses dakwahnya sesuai dengan target yang ingin
dicapai yaitu:
1. Da’i harus mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang Islam.
Menjadi keharusan bagi da’i untuk mendalami pengetahuan agama baik
masalah aqidah, fiqh, muamalah dan berbagai aspek disiplin kegamaan
lainnya.
2. Da’i harus terlebih dahulu mengetahui seluk beluk Islam sebelum terjun ke
lapangan untuk berdakwah, sehingga da’i mampu memberikan pemahaman
tentang kesempurnaan agama Islam kepada masyara kat.
3. Da’i harus menjadi teladan yang baik bagi umat, sebab perilaku, aktifitas,
akhlak, perkataan dan perbuatan da’i memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap umat.
5
Kondisi psikologis da’i dalam makalah ini tertarik untuk
menganalisis pesan dakwah dari Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA. Yang berada
dalam channel youtubenya Trans TV Official dengan mengangkat tema
“Memaknai Esensi Taqwa”. Di dalam video tersebut menyampaikan pesan
tentang peningkatan taqwa maka Allah akan menjamin kebahagiaan dalam
hidupnya, tambahan pengetahuan, dan dimudahkan jalan keluar dari setiap
kehidupan yang dialami.
Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA. adalah salah satu pendakwah Islam
Indonesia dan penulis buku keislaman. Ustad z Adi Hidayat, Lc, MA. Lahir
dengan nama lengkap Adi Hidayat Warso pada tanggal 11 september 1984 di
4
Moh. Ali Aziz, Ilmu Dak wah , (Jakarta: Kencana Prenada Me dia Group, 2004), 216.
5
Najamuddin, Metode Dak wah Menurut Al-Qur’an, (Yogyakarta: Pustaka Insan Madani),
23.
7
Pandeglang, Propinsi Ban ten . Dari pasangan orang tua Warso Supena dan Rafiah
Akhyar. Memiliki 4 saudara dan menikah dengan Shufairok atau dikenal dengan
panggilan mbak Lir, asli Lasem Rembang serta memiliki 3 orang anak.
Pendidikan agama beliau dapatkan dari kedua orang tuanya, meski pertemuan
dengan ayahnya tidak berlangsung lama dikarenakan sang ayahanda dipanggil
oleh yang maha kuasa saat Ustadz Adi Hidayat berumur 3 tahun. Pelajaran
mengaji Al - Qur’an beliau dapatkan dari sang ibunya sejak ia masih kecil
bersama saudara- saudara lainnya. Dalam salah satu ceramahnya Usta dz Adi
Hidayat menceritakan bagaimana ibunya mendidik anak- anaknya untuk mengaji
Al - Qur’an diwaktu setelah shalat magrib. Sang ibunda akan mencari anak-anaknya yang tidak hadir saat pelajaran mengaji hingga ditemukan dimanapun
mereka bersembunyi. Ustadz Adi Hidayat memulai pendidikan formal di TK
Pertiwi Pandeglang, kemudian melanjutkan pendidikan ke SDN III Pandeglang,
lalu melanju t kan Tsanawiyah dan Aliyah di Pesantren Darul Arpam
Muhammadiyah Garut, lalu melanjutkan ke Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta. Pendidikan ilmu agamanya belum selesaikan di
Pendidikan Pasca Sarjana di Islamic Call College Tripoli, Libya (Gelar Lc) dan
juga Magister Agama (Gelar Ma) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan
Gunung Jati Bandung.
Ustadz Adi Hidayat , Lc. MA. dalam video ini menjelaskan tentang
“Memaknai Esensi Taqwa”. Beliau menyampaikan dakwah pada mad’u dengan
bahasa dan materi yang ringan dan mudah dipahami juga santai. Berikut
beberapa hal yang disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA.:
1. Meningkatkan taqwa kepada Allah SWT maka Allah SWT akan menjamin
hidup bahagia. Kalangan orang- orang yang berbahagia karena telah
memenuhi syarat meningkatkan ketaqwaan.
2. Meningkatkan taqwa kepada Allah SWT maka Allah SWT akan
menjanjikan peningkatan pengetahuan kepada orang yang bertaqwa. Selain
itu, akan diberikan kemudahan dalam belajar di semua level pendidikan
yang dia jalani.
8
3. Meningkatkan taqwa kepada All ah SWT maka Allah SWT akan
menjanjikan kemudahan jalan keluar dari setiap persoalan kehidupan yang
ia alami. Jika ada orang yang ada perm asalahan dan tidak kunjung selesai
permasalahannya barangkali karena kurang bertaqwa dan k urang dekat
kepada Allah SWT.
Dalam video ini juga dibuka tanya jawab mengenai dakwah yang
disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat, berikut ulasan mengenai tanya jawab
tersebut:
1. Pertanyaan: Apakah untuk manusia yang melakukan puasa selama bulan
ramadhan, itu sudah mampu untuk meraih ketaqwaan?
Jawab: Tidak semua orang puasa mendapatkan ketaqwaan kecuali yang
bersungguh - sungguh dalam menjalankan puasanya. Nabi pernah bersabda
bahwa tidak sedikit orang yang berpuasa hanya menahan lapar dan haus
saja. Ukuran oran g mendapatkan derajat taqwa yautu pada peningkatan
ibadah dan penjauhan maksiat.
2. Pertanyaan: Dalam bulan Ramadhan manusia berlomba- lomba untuk
meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. bagai mana cara kita untuk
tetap meningkatkan ketaqwaan kita?
Jawab: kalau kita ingin istiqomah dalam bertaqwa maka perbanyak amal
shalih setelah ramadhan dan pertahankan amalan yang biasa kita kerjakan
saat ramadhan. Jika ketika kita biasa melakukan itu semua maka orang itu
akan mendapatkan kenikmatan iman.
3. Pertanyaan: Bertaqwa itu lillahita’ala. Tetapi biasanya orang berpuasa itu
mengharapkannya pahala dan mengesampingkan lillahita’ala, apakah itu
masih termasuk orang bertaqwa?
Jawaban: Allah SWT berfirman bahwasanya kita tidak diperintahkan
beribadah kepada Allah SWT kecuali berusaha ikhlas karena Allah SWT.
dan nabi bersabda bahwa semua amal itu tergantung dari niat. Dan amal itu
akan dihisab berdasarkan niatnya. Jika niatnya benar karena Allah SWT,
maka Allah SWT akan memberikan pahala sesuai niatnya.
9
4. Pertanyaan: Apa saja tingkatan dari iman?
Jawaban: bahwa dalam Al - Qur’an, panggilan orang untuk yang beriman
bahwa terdapat 3 jenis panggilan, yaitu untuk orang yang dekat, menengah,
dan jauh. Allah menegaskan semua yang memiliki iman bahwa yang
imannya kuat, meneng ah, atau imannya yang jauh hanya karena berkah
ramadhan maka dijadikan awal ramadhan diberikan semua kekuatan iman
yang sama.
C. Interaksi Antara Da’i dan Mad’u
Interaksi merupakan suatu bentuk hubungan antara dua orang atau
lebih dimana tingkah laku seseorang diubah oleh tingkah laku yang lain. Jadi
jelas bahwa di dalam proses interaksi itu terdapat tindakan saling memengaruhi
antara satu individu dengan individu lainnya, sehingga timbulah kemungkinan-kemungkinan untuk saling mengubah atau memperbaiki peilaku masing -masing secara timbal balik.
6
Perubahan demikian bisa terjadi secara disadari
atau tidak sepenuhnya disadari, atau secara perlahan- lahan, di dalam hubungan
interaksional inilah terjadi suatu proses belajar mengajar di antara manusia ,
dimana di dalam proses dakwah merupakan permulaan yang fundamental bagi
suksesnya dakwah. Tanpa adanya suatu proses belajar mengajar maka dakwah
sulit memperoleh tempat di dalam hati manusia.
Berdasarkan video ceramah Ustadz Adi Hidayat mengenai
memaknai esesnsi takwa, diketahui bahwa Ustadz Adi Hidayat menggunakan
beberapa metode dalam menyampaikan pesan dakwahnya. Diantaranya adalah
dengan menggunakan metode tulisan. Dalam setiap kajiannya Ustadz Adi
Hidayat selalu menggunakan papan tulis untuk menjelaskan kepada mad’unya.
Dimana tulisan- tulisan tersebut memuat isi - isi pelajaran dan nasehat yang baik
agar kita saat menjelaskan suatu materi harus dengan sumber yang jelas. Selain
itu dengan penyampaian yang baik maka dapat menyentuh perasaan sehingga
dapat membengk itkan semangat untuk mengamalkan syari’at Islam.
6
Hafniati, “Interak si Da’i dan Mad’u Tentang Penguasaan Media dan Metode Dak wah
Dalam Mencapai Hasil dan Tujuan Dak wah”, Jurnal Liwaul Dakwah, Vol. 10, No. 2, 2020, 93.
10
Adapun metode selanjutnya yang digunakan oleh Ustadz Adi
Hidayat adalah metode diskusi yang dijalankan dengan format kajian dakwah.
Metode ini dilakukan setelah menerangkan semua bahasan materi dakwah.
Dengan metode diskusi ini Ustadz Adi Hidayat memberikan kesempatan
kepada mad’u yang hadir di dalam kajiannya untuk bertanya. Metode yang
digunakan oleh Ustadz Adi Hidayat ini sangat baik dalam menciptakan interaksi
antara da’i dengan mad’u. Metode ini dapat m embuat materi yang disampaikan
oleh da’i lebih mudah diterima oleh ma’u dan mad’u juga lebih jelas menerima
pesan yang disampaikan oleh da’i.
D. Kondisi Idealnya Jika Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh
Mad’u
Kondisi idealnya agar seorang da’i dakwahnya bisa diterima harus
ada sebuah perbaikan cara penyampaian sampai metode yang digunakan. Dalam
penyampaiannya harus menggunakan perkataan yang baik, memiliki hubungan
erat dengan mad’u, tidak membedakan - bedakan agama antar mad’u,
menggunakan metode yang persuasif Dengan cara tersebut maka dakwah akan
bisa diterima oleh mad’u. Da’i harus menarik perhatian mad’u sehingga mad’u
tidak merasa bosan dalam kondisi tersebut. Karena Kondisi itu mad’u akan
mempunyai kesulitan dalam memahami dakwah yang telah disampaikan.
Gaya suara Ustad Adi Hidayat Dalam ceramanya sangat bervariasi.
Dia sangat memperhatikan nada suara seperti Pitch, Pause, penekanan dan
kecepatan dalam mengucapkan kata atau Rate. Sehingga mad’u yang
mendengarkan tidak bosan serta dapat merasakan emosi yang tengah dibangun
dalam dakwah tersebut yang seolah- olah pendengar merasakan dan menerima
pesan dakwah dalam tersebut. Gaya gerak tubuh Ustad Adi Hidayat dalam
ceramah ini banyak menggunakan gerak non verbal ini, mulai dari pakaian yang
diken akan sangat sopan dan syar’i, kontak mata yang sangat apik untuk
dimainkan, mimik wajah dari mengerutkan kening, alis, wajah marah, sedih,
kecewa. Semua telah tergambar dengan jelas. Gerakan tangan juga demikian,
11
tidak terlalu berlebihan. Hingga perpindaha n gerak tubuh mengikuti kamera
yang sedang aktif pun tergambar dengan sangat rapih dan tidak terkesan
berpindah - pindah. Ceramah ustadz Adi Hidayat memiliki ciri khas tersendiri,
yakni sambil membuat coretan di papan tulis. Hampir setiap ceramahnya, ia
menggunakan media papan tulis dan spidol.
12
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
1. Dalam berdakwah yang dilakukan oleh da’i perlu memperhatikan kondisi
psikologi mad’u, sehingga pesan dakwah yang dilakukan secara tidak
langsung dapat menggunakan komunikasi yang mudah dipahami oleh
keragaman masyarakat. Sehingga isi pesan dakwah untuk menumbuhkan
kesadaran dan perilaku beragama mad’u dapat tercapai sesuai dengan
tujuan dakwah .
2. Bedasarkan video dakwah dari Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA. y ang berada
dalam channel youtubenya Trans TV Official dengan mengangkat tema
“Memaknai Esensi Taqwa” terlihat bahwa da’i menyampaikan pesan
dakwahnya dengan sangat jelas dan semangat hal ini tentunya membuat
para mad’u akan tertarik dalam mendengarkan pesan yang disampaikan.
3. Berdasarkan video ceramah Ustadz Adi Hidayat mengenai memaknai
esesnsi takwa, diketahui bahwa Ustadz Adi Hidayat menggunakan
beberapa metode dalam menyampaikan pesan dakwahnya. Diantaranya
adalah dengan menggunakan metode tulisan dan juga menggunakan
metode diskusi. Dengan metode diskusi ini Ustadz Adi Hidayat
memberikan kesempatan kepada mad’u yang hadir di dalam kajiannya
untuk bertanya. Metode yang digunakan oleh Ustadz Adi Hidayat ini
sangat baik dalam menciptakan interaksi antara da’i dengan mad’u. Selain
itu dengan penyampaian yang baik maka dapat menyentuh perasaan
sehingga dapat membengkitkan semangat untuk mengamalkan syari’at
Islam
4. Kondisi idealnya agar seorang da’i dakwahnya bisa diterima harus ada
sebuah perbaikan cara penyampaian sampai metode yang digunakan.
Dalam penyampaiannya harus menggunakan perkataan yang baik,
memiliki hubungan erat dengan mad’u, tidak membedakan - bedakan agama
13
antar mad’u, menggunakan metode yang persuasif Dengan cara tersebut
maka dakwah akan bisa diterima oleh mad’u. Da’i harus menarik perhatian
mad’u sehingga mad’u tidak merasa bosan dalam kondisi tersebut. Karena
Kondisi itu mad’u akan mempunyai kesulitan dalam memahami dakwah
yang telah disampaikan.
14
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, Syihata. 1978. Dak wah Islamiyah. Jakarta: Departemen Agama RI.
Aziz, Moh. Ali. 2004. Ilmu Dak wah . Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Farida. 2016. Psikologi Mad’u di Era Media Elektronik (Prediksi Perubahan
Perilaku Masyarakat). Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam. 4(2): 281.
Hafniati. 2020. “Interak si Da’i dan Mad’u Tentang Penguasaan Media dan Metode
Dak wah Dalam Mencapai Hasil dan Tujuan Dak wah”. Jurnal Liwaul Dakwah.
10(2): 102-127.
Najamuddin. Metode Dakwah Menurut Al-Qur’an. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.
Rahmatiah, St. 2014. Peran Psikologi dalam Proses Dakwah . Jurnal Bimbingan
Penyuluhan Islam. 1(1): 88.
CARA MENGHADAPI TETANGGA YANG IRI DENGKI DAN SUKA
KEPO (PENGAJIAN LUCU NGAPAK MUMPUNI HANDAYAYEKTI)
KELOMPOK 04
1. Muntaha Hermawan (201190179)
2. Murjiati (201190180)
3. Novinda Ellysta Sari (201190202)
4. Novita Febrianti (201190203)
5. Nunung Latifatul Munawaroh (201190206)
A. KONDISI PSIKOLOGI MAD'U
i
CARA MENGHADAPI TETANGGA YANG IRI DENGKI DAN SUKA
KEPO (PENGAJIAN LUCU NGAPAK MUMPUNI HANDAYAYEKTI)
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
“Psikologi Dakwah”
Dosen Pengampu:
Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah, M.Pd.I
Disusun Oleh Kelompok 04/ PAI F:
1. Muntaha Hermawan (201190179)
2. Murjiati (201190180)
3. Novinda Ellysta Sari (201190202)
4. Novita Febrianti (201190203)
5. Nunung Latifatul Munawaroh (201190206)
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO
2022
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kami bisa menyusun makalah
ini dengan judul “Cara Menghadapi Tetangga yang Iri Dengki dan Suka Kepo
(Pengajian Lucu Ngapak Mumpuni Handayayekti)” Kami juga mengucapkan
banyak terima kasih kepada Ibu Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah, M.Pd.I selaku
dosen pengampu mata kuliah kami yang telah memberikan tugas ini kepada kami
sehingga kami mendapatkan banyak tambahan pengetahuan khususnya dalam
masalah “Cara Menghadapi Tetangga yang Iri Dengki dan Suka Kepo (Pengajian
Lucu Ngapak Mumpuni Handayayekti)”.
Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami susun ini
bisa memberikan banyak manfaat serta menambah pengetahuan terutama dalam
hal “Cara Menghadapi Tetangga yang Iri Dengki dan Suka Kepo (Pengajian Lucu
Ngapak Mumpuni Handayayekti)”. Selain itu, pemakalah menyadari bahwa
makalah ini masih memiliki banyak kekurangan dan tentunya membutuhkan
perbaikan, sehingga kami sangat mengharapkan masukkan serta kritik dari para
pembaca.
Ponorogo, 15 Mei 2022
Penyusun
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ................................................................................................ i
KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii
DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................ 1
A. Latar Belakang ............................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ........................................................................................ 2
C. Tujuan .......................................................................................................... 2
BAB Ii Pembahasan ................................................................................................. 3
A. Kondisi Psikologis Mad’u ............................................................................ 3
B. Kondisi Psikologis Da’i ............................................................................... 4
C. Interaksi Antara Da’i Dan Mad’u ................................................................ 7
D. Kondisi Ideal Yang Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh
Mad’u ........................................................................................................... 9
BAB III PENUTUPAN .......................................................................................... 11
A. Kesimpulan ................................................................................................ 11
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................ 12
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dakwah adalah kegiatan yang sifatnya mengajak, menyeru, serta
memanggil orang (mad’u) untuk beriman dan taat kepada Allah SWT sesuai
dengan aqidah dan syariat Islam. Kegiatan dakwah merupakan proses
komunikasi antara seorang da’i dengan mad’u, yang mana dengan adanya
komunikasi, maka seseorang dapat menyampaikan apa yang ada dalam
pikirannya dan apa yang dirasakan orang lain.
Selain itu dakwah diartikan dengan suatu ajakan yang dilakukan untuk
membebaskan manusia secara individu dari pengaruh luar nilai kejahatan
menuju internalisasi nilai ketuhanan. Bahwasannya dakwah termasuk dalam
tindakan komunikasi, akan tetapi tidak semua aktivitas komunikasi disebut
dengan dakwah. Pada hakikatnya dakwah sendiri merupakan suatu ajakan atau
seruan dalam berbuat kebajikan untuk mentaati perintah dan menjauhi larangan
Allah SWT.
Pada dasarnya dakwah bertujuan untuk mempengaruhi dan
mentransformasikan sikap batin serta perilaku manusia menuju tatanan yang
baik pada setiap individu maupun kelompok. Kegiatan dakwah tidak hanya
dilakukan dengan lisan melainkan bisa dilakukan secara tulisan bahkan melalui
sebuah film. Dimana seorang da’i melakukan aktivitas dakwahnya dengan cara
memanfaatkan media sebagai alat untuk menyampaikan pesen dakwah.
Banyak orang yang beranggapan bahwa suatu aktivitas dakwah harus
dengan ceramah kyai. Padahal dengan seiring perkembangan zaman,
kebutuhan akan berdakwah semakin meningkat sehingga muncul sebuah
inovasi dalam berdakwah. Perkembangan teknologi informasi yang semakin
pesat, dakwah dapat dilakukan melalui media yang lebih modern. Kegiatan
dakwah sekarang sudah berkembang menjadi sebuah profesi dengan menuntut
skill, planning serta manajemen yang handal.
2
Salah satunya pada tayangan di situs channel youtube Avin Videos
dengan jumlah subscriber 313 ribu subscribe yang berjudul “Cara Menghadapi
Tetangga yang Iri Dengki dan Suka Kepo (Pengajian Lucu Ngapak Mumpuni
Handayayekti)” dengan jumlah penonton 892 ribu penonton, adalah Mumpuni
Handayayekti, beliau viral di media sosial dengan dakwahnya yang membuat
lelucon para penonton.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk
menganalisis pesan dakwah Mumpuni Handayayekti yang berada di channel
youtube Avin Videos dengan alamat web https://youtu.be/Y89xUJwGtos “Cara
Menghadapi Tetangga yang Iri Dengki dan Suka Kepo (Pengajian Lucu
Ngapak Mumpuni Handayayekti)”. Dalam video tersebut beliau memberikan
pesan dakwah mengenai cara menghindari sikap dengki dan kepo. Oleh karena
itu, peneliti mengangkat sebuah judul “CARA MENGHADAPI
TETANGGA YANG IRI DENGKI DAN SUKA KEPO (PENGAJIAN
LUCU NGAPAK MUMPUNI HANDAYAYEKTI)”.
B. Rumusan Masalah
a. Bagaimana kondisi psikologis mad’u?
b. Bagaimana kondisi psikologis da’i?
c. Bagaimana interaksi antara da’i dan mad’u?
d. Bagaimana kondisi idealnya, jika mengupayakan perbaikan agar yang
disampaikan da’i dapat diterima atau dipahami oleh mad’u?
C. Tujuan
a. Untuk mengetahui kondisi psikologis mad’u.
b. Untuk mengetahui kondisi psikologis da’i.
c. Untuk mengetahui interaksi antara da’i dan mad’u.
d. Untuk mengetahui kondisi idealnya, jika mengupayakan perbaikan agar
yang disampaikan da’i dapat diterima atau dipahami oleh mad’u.
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Kondisi Psikologis Mad’u
Dalam aktivitas dakwah Mad’u merupakan manusia yang menjadi
sasaran dakwah atau penerima dakwah, baik secara individu maupun
kelompok, baik yang beragama Islam maupun bukan, dengan kata lain
orang yang menerima dakwah secara keseluruhan. Tidak dapat dipungkiri
bahwa setiap individu mad’u memiliki harapan ketika sedang
mendengarkan materi dakwah. Oleh karena itu, perlu adanya penyesuaian
antara materi yang disampaikan oleh da’i dengan kebutuhan mad’u.
Menurut Ilyas dan Prio bahwa “kepentingan dakwah itu berpusat pada apa
yang dibutuhkan oleh mad’u, bukan kepada apa yang dikehendaki oleh
pelaku dakwah (da’i).
Materi dakwah yang menempatkan mad’u sebagai pusat penerima
dakwah menghendaki strategi dakwah yang empatik, simpati dan
humanistis. Empatik dan simpatik dalam dakwah menghendaki sikap
yang menempatkan da’i dalam posisi mad’u. Sedangkan dakwah
humanistis menghendaki pengakuan terhadap sisi kemanusiaan mad’u
secara utuh, baik pemikirannya, kejiwaannya, maupun problematikanya.
Dengan demikian, apabila terdapat salah satu aspek ditinggalkan maka
secara langsung menjadikan dakwah kurang efektif, lantaran tidak sesuai
dengan kebutuhan mad’u yang nantinya tidak akan memberikan manfaat
apapun.
Pada dasarnya dakwah memiliki tujuan yaitu untuk mewujudkan
kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat dengan ridha
Allah SWT. Nabi Muhammad SAW telah mencontohkan dakwah kepada
umatnya dengan berbagai cara baik secara lisan, tulisan maupun
perbuatan. Dengan demikian seorang da’i sangat dituntut untuk
menguasai materi, media, serta metode yang digunakan secara tepat dan
benar, maka diperlukan sebuah pendekatan khusus sesuai dengan
4
kebutuhan, situasi dan kondisi seorang mad’u sehingga tujuan dakwah
dapat terealisasi.
1
Dengan demikian, seorang da’i harus mengetahui kondisi psikologis
mad’u, yang mana masing-masing mad’u memiliki karakter yang
berbeda-beda. Maka dalam penyampaian dakwah perlu adanya strategi
yang tepat, dengan tujuan agar mad’u mudah dalam menerima materi
dakwah. Secara keseluruhan kondisi psikologis mad’u dalam
penyampaian materi dakwah oleh da’i mudah diterima oleh mad’u,
terlihat ketertarikkannya mad’u terhadap penyampaian meteri oleh da’i.
Maka dapat diketahui bahwa, kondisi psikologis seorang mad’u
mengalami perkembangan yang cukup baik setelah da’i memberikan
motivasi terkait materi dakwah yang disampaikan. Oleh karena itu, perlu
adanya dorongan yang kuat agar seorang mad’u mampu menyesuaikan
dengan kondisi yang sesuai dengan kebutuhan.
B. Kondisi Psikologis Da’i
Kata Da’I atau da’iyah menurut bahasa adalah isim fail berwazan
fa’ilah dari kata da’aa, yad’uu, daa’in. Kata da’iyah bermakna suara kuda
dalam suatu peperangan karena ia menjawab orang yang berteriak-teriak
memanggilnya. Sedangkan Da’I secara istilah adalah orang Islam yang
secara syariat mendapat beban dakwah mengajak kepada agama Allah.
2
Tidak diragukan lagi bahwa definisi ini mencakup seluruh lapisan dari
rasul, ulama, penguasa setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan.
Da’i dapat diibaratkan sebagai seorang guide atau pemandu terhadap
orang-orang yang ingin mendapat keselamatan hidup dunia dan akhirat.
Dalam hal ini da’i adalah seorang petunjuk jalan yang harus mengerti dan
memahami terlebih dahulu mana jalan yang boleh dilalui dan yang tidak
1
Hafniati, Interaksi Da’i dan Mad’u Tentang Penguasaan Media dan Metode Dakwah
dalam Menapai Hasil dan Tujuan Dakwah, Liwaul Dakwah: Volume 10, No. 2, Juli-Desember
2020, 97-104.
2
Drs. Wahidin Saputra, Pengantar Ilmu Dakwah, (Jakarta, 2011). 1
5
boleh dilalui oleh seorang muslim, sebelum ia memberi petunjuk jalan
kepada orang lain.
Pendapat lain mengungkapkan bahwa Da’i adalah seseorang yang
melakukan ajakan atau orang yang menyampaikan ajaran (muballigh).
Subjek dakwah merupakan unsur penting dalam pelaksanaan dakwah
karena seorang da’i akan menjadi pemandu titian yang mengemban misi
risalah dan diserukan kepada objek dakwah dengan dalil yang dapat
dipertanggung jawabkan kebenarannya. Seorang da’i dituntut mampu
mengetuk dan menyentuh hati umat yang dihadapinya secara profesional
agar misi yang disampaikan dapat diterima oleh umat.
3
Kondisi psigologi Da’I dalam malakah ini yang tertarik untuk
menganalisis pesan yang terkandung dalam dakwah salah satu tayangan
di situs channel youtube Avin Videos dengan jumlah subscriber 313 ribu
subscribe yang berjudul “Cara Menghadapi Tetangga yang Iri Dengki dan
Suka Kepo (Pengajian Lucu Ngapak Mumpuni Handayayekti)” dalam
video tersebut beliau menyampaikan beberapa pesan mengenai keimanan
serta ikhtiar, kreatif dedikatif sekaligus selalu berusaha untuk mencapai
sebuah kesuksesan. Ustadzah Mumpuni memiliki ciri khas tersendiri
dalam penyampain dakwahnya yaitu dengan bahasa ngapaknya dan
lelucon yang digunakan saat berdakwah.
Ustadzah Mumpuni yang memiliki nama lengkah Mumpuni
Handayayekti. Ia lahir di Cilacap, Jawa Tengah pada tanggal 27
September 1995, dan saat ini berusia 27 tahun. Ustadzah Mumpuni ini
sebenarnya sudah lama dikenal oleh masyarakat sebagai penceramah saat
beliau mengikuti kompetisi AKSI Indosiar. Ustadzah Mumpuni sudah
memiliki kebiasaan ceramah dan dakwah sejak masih duduk dibangku
kelas 3 SD, Ustadzah Mumpuni sudah dikenal masyarakat Cilacap
sebagai pendakwah cilik. Keahliannya tersebut tidak lepas dari peran
Ayah Mumpuni yang mengenalkannya pada beberapa tokoh agama
3
Aris Risdiana, Transformasi Peran Da’i Dalam Menjawab Peluang Dan Tantangan (Studi
terhadap Manajemen SDM), Jurnal Dakwah, Vol. XV, No. 2 Tahun 2014. 438.
6
kondang setempat. Hal ini bermula saat Ayah Mumpuni mengetahui
bahwa anaknya gemar berkaca dengan berbicara layaknya seorang
penceramah, maka kemudian sang Ayah melatihnya dengan bahan dan
dalil-dalil keagamaan yang kuat. Selain itu Ayah-nya juga mengenalkan
anaknya pada KH Marzuki yaitu tokoh Kiai yang sangat disegani di
Bayumas. Dan sejak saat itulah Ustadzah Mumpuni mulai berceramah
dan berdakwah didepan masyarakat. Namanya semakin melambung
karena beliau berhasil menjuarai kompetisi AKSI Indosiar dengan
membawa juara 1 pada tahun 2014. Setelah mengikuti kompetisi tersebut
nama Ustadzah Mumpuni mulai dikenal oleh banyak orang dan juga
diundang dalam berbagai acara untuk menjadi pengisi acara diberbagai
daerah di Indonesia.
Dalam tanyangan youtube tersebut Ustadzah Mumpuni menjelaskan
bagaimana cara menjadi orang sukses dan menghadapi tetangga yang iri
dengki dan suka kepo terhadap apa yang kita punya, jika seseorang ingin
sukses harus mau kehujanan dan kepanasan dahulu artinya jika seseorang
mau sukses harus berusaha dan bersakit-sakit dahulu. Jika seseorang yang
memiliki hati tetapi terdapat penyakit maka mereka didunia sudah
mendapatkan imbasnya sebelum diakhirat, lalu bagaimana cara
menghadapi orang yang iri dengki dan suka kepo, caranya yaitu dengan
tidak meninggalkan shalat, berperilaku yang baik terhadap tetangga dan
tidak mengurusi haknya orang lain serta harus hidup rukun dengan
tetangga tidak menjelek-jelekkan tetangga. Jika seseorang beriman
kepada Allah SWT dan beriman kepada hari akhir maka harus
memuliakan tetangga dan juga perngertian kepada tetangga. Karena sikap
tersebut dapat menurunkan rasa iri dengki dan suka kepo terhadap
tetangga. Ustadzah Mumpuni juga menerangkan pentingnya shalat wajib
yang harus selalu dikerjakan agar dapat diridhoi Allah dalam melakukan
segala sesuatu serta dapat dilancarkan segala usahanya.
7
C. Interaksi antara da’i dan mad’u
Allah telah mewajibkan bagi segenap umuat muslim untuk
melaksanakan dakwah islamiah dalam masyarakat diberbagai lapisan
(QS. Ali Imran: 104) dengan memperhatikan beberapa faktor yang
melingkupinya. Faktor-faktor tersebut tentunya meliputi seluruh unsur
kegiatan dakwah yaitu subyek dakwah, obyek dakwah, materi dakwah,
media dan metode dakwah yang digunakan. Namun dalam prosesnya
faktor tersebut memerlukan adanya sistem interaksi dan komunikasi
secara konsisten, sistematis dan terarah, sehingga tanpa adanya sistem ini
justru akan menghambat efektifitas proses kegiatan dakwah. Dapat
dijelaskan bahwa hubungan yang terjadi merupakan hubungan sebab
akibat dimana kegiatan berdakwah bukan semata merupakan kegiatan
menyampaikan pesan ajaran Islam melainkan juga berfungsi
mengembangkan/mendayagunakan tugas kehalifahan manusia di bumi.
Mengembangkan dan mendayagunakan tugas kehalifahan tentunya
melibatkan interaksi sosial secara terus menerus dan kontinyu.
Dikatakan oleh HM. Arifin bahwa proses kegiatan dakwah tidak
hanya menyangkut hubungan interpersonal, melainkan hubungan antar
personal dan hubungan sosial. Hal ini disebabakan dalam kehidupannya,
manusia merupakan makhluk sosial yang senantiasa mengarahkan seluruh
kehidupannya dengan menjalin hubungan baik terhadap lingkungan fisik,
psikis dan lingkungan ruhaniahnya.
4
Dakwah dalam proses interaksi dikenal dengan istilah personal
approach atau dakwah face to face sehingga terjadi proses pengaruh
mempengaruhi antara subyek dakwah (da’i) dengan sasaran dakwah
(mad’u) atau sebaliknya. Begitu pula dengan dakwah secara komunal atau
umum dikenal dengan istilah general approach seperti pengajian akbar,
majelis taklim, maka disini juga terjadi proses saling mempengaruhi
antara dai dan mad’u dalam kelompok sosial. Secara makro, dakwah juga
4
HM. Arifin, Psikologi Dakwah : Suatau Pengantar, (Jakarta: Bumi Aksara, 1997), 67.
8
dapat dipandang sebagai sistem dari Suprasistem yang berupa sosio-kultural dalam arti yang luas.
Sitem dakwah dapat dipandang secara makro dan mikro. Secara
makro, sistem dakwah merupakan sub sistem sosio-kultural dalam arti
luas, sehingga analisa terhadapnya tidak dapat dilepaskan dengan
subsistem ideologi, politik, pendidikan, ekonomi, ilmu teknologi dan
budaya dalam arti sempit. Secara mikro dakwah Islam merupakan sistem
yang berdiri sendiri sehingga analisa terhadapnya berdasarkan analisa
faktor komponen yang membentuk sistem. Sistem dakwah terbentuk dari
beberapa subsistem yang merupakan komponen-komponen yang lebih
kecil dan merupakan bagian dari sistem dakwah. Beberapa subsistem
yang merupakan komponen dakwah tersebut tidak lain adalah unsur-unsur
dakwah itu sendiri, yaitu da’i, mad’u (obyek dakwah), maddah (materi
dakwah), wasilah (media), metode (thariqah), dan atsar (efek dakwah).
Keseluruhan dari subsistem dakwah ini merupakan satu kesatuan
yang sangat terkait satu dengan yang lain. Jika satu subsistem saja
terlepaskandari sistem dakwah maka target pencapaian cita-cita dakwah
menjadi terganggu. Dalam sistem selalu terdapat input, output dan proses.
Input yaitu da’i sebagai sumber informasi atau sebagai komunikator,
Output yaitu cita-cita dakwah yang merupakan cita-cita jangka panjang,
Proses yaitu pelaksana dakwah, Feedback yaitu proses umpan balik dari
mitra dakwah setelah proses dakwah, yang kemudian diikuti proses
evaluasi secara cermat dan tindakan korektif.
Menurut Amrullah Ahmad pada umumnya sistem terdiri dari lima
komponen dasar, yaitu input (masukan), convertion (proses pengubahan),
output (keluaran), feedback (umpan balik), dan environment
(lingkungan).
Menurut pakar ilmu dakwah, interaksi sosial unsur-unsur dakwah
sendiri meliputi:
1. Interaksi antara maddah dan da’i akan menghasilkan
hakikat dan makna pesan dakwah.
9
2. Interaksi antara da’i dan mad’u akan menghasilkan kegiatan
tabligh dan silaturrahmi.
3. Interaksi antara mad’u dan Tujuan dakwah menghasilkan
model perilaku yang islami.
4. Interaksi antara tujuan dan da’i menghasilkan tema-tema
efektifitas dan efisiensi kegiatan dakwah.
5. Interaksi antara da’i, mad’u, maddah, tujuan dan washilah
secara bersama-sama akan menghasilkan kegiatan
pemberdayaan dan pengembangan potensi kemanusiaan
secara integral dan komprehensif.
Interaksi yang terbentuk dari masing-masing unsur dakwah pada
hakikatnya bertujuan untuk mempengaruhi objek atau mad’u, sehingga
membawa perubahan sikap dan perilaku sesuai dengan tujuan dakwah
yaitu mencapai kebahagian. Aspek yang memiliki kontribusi positif
dengan pencapaian tujuan dakwah, dapat dilihat secara jelas dunia dan
akhirat dari interaksi anatara da’i dan mad’u. Adapun faktor yang terlibat
dalam dinamika interaksi sosial adalah faktor sugesti, imitasi, identifikasi
dan simpati.
D. Kondisi Ideal Yang Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima
Oleh Mad’u
Kondisi ideal yang diupayakan untuk perbaikan agar diterima oleh
mad'u yaitu memiliki kemampuan yang meliput kemampuan membaca
dan memahami seluk beluk komunikannya sehingga dapat dirancang
metode apa yang cocok dipakai, terutama dalam berkomunikasi. Dengan
mengetahui karakter komunikan seorang da’i bisa merancang media apa
yang cocok digunakan, apakah media yang bersifat audio, visual ataukah
yang bersifat audio visual. Selain media, juga dapat ditentukan sikap
yang cocok untuk ditampilkan oleh seorang da’i, menciptakan suatu
tekhnik agar antara da’i dan mad’u terjalin komunikasi yang lancar dan
memiliki ikatan moral yang tinggi.
10
Selain itu, sejatinya seorang da’i harus memiliki kualifikasi moralitas
dan keluhuran budi pekerti seperti Rasulullah saw. atau paling tidak
mendekatinya. Keluhuran budi pekerti ini menjadi salah satu pendorong
yang memungkinkan masyarakat (mad’u) dapat mengikuti jalan
kebenaran yang diserukan sang da’i.
5
Dalam penyampaian dakwah dari ustadzah Mumpuni Handayayekti
sangat menarik dan mudah untuk dimengerti baik untuk kalangan muda
maupun untuk kalangan orang tua. Cara menyampaikan pesan dalam
dakwah juga menggunakan bahasa keseharian dan sangat santai sehingga
sangat mudah dalam pemahamannya. Dalam dakwah tersebut juga
menyampaikan pesan yang begitu sangat baik dimana kita dilarang iri
dengki dan kepo terhadap apapun yang sedang terjadi kepada orang lain.
5
Haryanto, Relasi Kredibilitas Da’I dan Kebutuhan Mad’u, dalam Mencapai
Kebutuhan Dakwah, Jurnal: Tasamuh, Vol. 16, No. 02 Juni 2018, 65-68.
11
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam aktivitas dakwah Mad’u merupakan manusia yang menjadi
sasaran dakwah atau penerima dakwah, baik secara individu maupun
kelompok, baik yang beragama Islam maupun bukan, dengan kata lain
orang yang menerima dakwah secara keseluruhan.
Da’i adalah seseorang yang melakukan ajakan atau orang yang
menyampaikan ajaran (muballigh).
Dakwah dalam proses interaksi dikenal dengan istilah personal
approach atau dakwah face to face sehingga terjadi proses pengaruh
mempengaruhi antara subyek dakwah (da’i) dengan sasaran dakwah
(mad’u) atau sebaliknya.
Kondisi ideal yang diupayakan untuk perbaikan agar diterima oleh
mad'u yaitu memiliki kemampuan yang meliput kemampuan membaca dan
memahami seluk beluk komunikannya sehingga dapat dirancang metode
apa yang cocok dipakai, terutama dalam berkomunikasi.
12
DAFTAR PUSTAKA
Arifin. 1997, Psikologi Dakwah : Suatau Pengantar, Jakarta, Bumi Aksara.
Haryanto. 2018, Relasi Kredibilitas Da’I dan Kebutuhan Mad’u, dalam
Mencapai Kebutuhan Dakwah, Jurnal, Tasamuh, Vol. 16, No. 02.
Hafniati. 2020, Interaksi Da’i dan Mad’u Tentang Penguasaan Media dan
Metode Dakwah dalam Menapai Hasil dan Tujuan Dakwah, Liwaul
Dakwah, Volume 10, No. 2.
Risdiana, Aris. 2014, Transformasi Peran Da’i Dalam Menjawab Peluang
Dan Tantangan (Studi terhadap Manajemen SDM), Jurnal Dakwah,
Vol. XV, No. 2.
Saputra., Wahidin. 2011, Pengantar Ilmu Dakwah, Jakarta.
Link Presentasi Kelompok 07 https://www.youtube.com/watch?v=Pr66JsYaWuA Link Video Youtube https://www.youtube.com/watch?v=jQiAxCgQpdM