Minggu, 19 Juni 2022

Link Presentasi dan Video Youtube Kelompok 07

 Link Presentasi Kelompok 07

https://www.youtube.com/watch?v=Pr66JsYaWuA

Link Video Youtube 

https://www.youtube.com/watch?v=jQiAxCgQpdM

Link Presentasi dan Video Youtube Kelompok 06

Link Presentasi Kelompok 06

https://www.youtube.com/watch?v=ucoLA_53sng 

Link Video Youtube 

https://www.youtube.com/watch?v=O85QNS9Gq30

Link Presentasi dan Video Youtube Kelompok 05

 Link Presentasi Kelompok 05

https://www.youtube.com/watch?v=vJ2QkRhFkbI

Link Video Youtube 

https://www.youtube.com/watch?v=uMIfVEvMkS0

Link Presentasi dan Video Youtube Kelompok 04

 Link Presentasi Kelompok 04

https://www.youtube.com/watch?v=a026_2nKarc

Link Video Youtube 

https://www.youtube.com/watch?v=Y89xUJwGtos

Link Presentasi dan Video Youtube Kelompok 03

 Link Presentasi Kelompok 03

https://www.youtube.com/watch?v=wqzepGP3k1M

Link  Video Youtube

https://www.youtube.com/watch?v=GFx_HRSjGQw

Link Presentasi dan Video Youtube Kelompok 02

Link Presentasi Kelompok 02 

https://www.youtube.com/watch?v=DJLzDV8k8w0

Link Video Youtube

https://www.youtube.com/watch?v=V2Bnz_01enk

Link Presentasi dan Video Youtube Kelompok 01

 Link Presentasi Kelompok 01

https://www.youtube.com/watch?v=BVPdVBHVeJU

Video Youtube 

https://www.youtube.com/watch?v=XvaGrNJqkzk

CARA AGAR KUAT SAAT KEHILANGAN oleh USTADZ HILMAN FAUZI

 CARA AGAR KUAT SAAT KEHILANGAN oleh USTADZ HILMAN FAUZI

Dosen Pengampu  :

Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah, M.Pd.I 

 Disusun Oleh Kelompok 7 / PAI F :

 1. Mujita Dea Arlyanti    (201190177)

 2. Nia Arlina      (201190191)

 3. Novia Cindy Safitri    (201190200)

 4. Nur Asiyah      (201190208)

Kondisi Psikologis Mad’u

Secara  umum  kondisi  psikologis  para  jamaah  Ustadz

Hilman Fauzi dalam kajian pada situs channel youtube Teman

Hijrah  Media  yang  berjudul  “Cara  Agar  Kuat  Saat  Kehilangan”,

para  mad’unya  adalah  kaum  muda  atau  lebih  dikenal

dengan  kaum  milenial.  Dikarenakan  para  anak  muda  zaman

sekarang  lebih  banyak  mengalami  kegalauan  terkait  dengan

kisah asmara, 

Kondisi Psikologis Da’i

Kondisi  psikologis  da’i  makalah  ini  tertarik  untuk

menganalisis  pesan  dakwah  dari  Ustadz  Hilman

Fauzi,  yang  berada  dalam  channel  YouTube  Teman

Hijrah  Media  yang  berjudul  “Cara  Agar  Kuat  Saat

Kehilangan”. Di dalam video tersebut menyampaikan

pesan  bahwa  setiap  yang  hilang  ataupun  pergi  akan

Allah  ganti,  kuncinya  adalah  yakin  bahwa  Allah  akan

menggantinya  dengan ganti yang lebih baik.

Ustadz  Hilman  Fauzi  adalah  salah  satu  pendakwah  muda

di  Indonesia.  Beliau  lahir  pada  tanggal  4  Juli  1990  di  Desa

Tegalpanjang,  Kecamatan  Sucinaraja,  Kabupaten  Garut  Jawa

Barat.  Beliau  adalah  anak  yatim  piatu.  Beliau  hidup  ditengah-tengah  keluarga  ekonomi  rendah.  Dan  betapa  beruntungnya beliau  mendapatkan  beasiswa  untuk  melanjutkan  pendidikan

tingginya  di  Tripoli  University,  Libya.  Akan  tetapi  tidak  sampai

selesai  beliau  kuliah  disana.  Hingga  pada  akhirnya  beliau

melanjutkan  kuliah  di  Tazkia  University  College  of  Islamic

Economics, sebuah kampus ekonomi islam pertama  di Indonesia. 

Interaksi Antara Da’i dan Mad’u

Dalam  menyampaikan  dakwah  ustadz  Hilman  Fauzi

mempunyai  ciri  khas  yang  santai  dan  memiliki  public  speaking  yang

bagus.  Dalam  pengajian  tersebut  Ustadz  Hilman  Fauzi  memberikan

beberapa  candaan  dalam  mencairkan  suasana  tetapi  tidak

meninggalkan  jalur  dalam  dakwahnya,  dengan  cara  seperti  ini  sering

disebut  dengan  gaya  santai  namun  serius.  Meskipun  beliau

menyampaikan dakwah dengan santai akan tetapi beliau memperhatikan

setiap  kata  agar  para  audience  mengertti  dan  memahami  isi  dakwah

yang disampaikan. 

Kondisi Ideal Yang Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh Mad’u

Dalam  penyampaian  dakwah  oleh  Ustadz

Hilman  Fauzi  dari  Channel  YouTube  tersebut

membawakan  tema  tentang  bagaimana  cara  agar

kuat  saat  kehilangan.  Di  angkat  dari  tema  tersebut

terkesan  begitu  menarik,  bukan  hanya  untuk

kalangan  muda  saja  namun  berlaku  untuk  semua

orang tentu juga dikalangan orang tua. 

SEKIAN DAN TERIMAKASIH


Kelompok 07

 CARA AGAR KUAT SAAT KEHILANGAN

USTADZ HILMAN FAUZI

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah

“Psikologi Dakwah”

Dosen Pengampu :

Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah, M.Pd.I

Disusun Oleh Kelompok 7 / PAI F :

1.  Mujita Dea Arlyanti    (201190177)

2.  Nia Arlina      (201190191)

3.  Novia Cindy Safitri    (201190200)

4.  Nur Asiyah      (201190208)

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONOROGO

JUNI 2022 

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah 

melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kami bisa 

menyusun makalah ini dengan judul  “Cara Agar Kuat Saat Kehilangan”. Kami 

juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah, 

M.Pd.I selaku dosen pengampu mata kuliah kami yang telah memberikan tugas 

ini kepada kami sehingga kami mendapatkan banyak tambahan pengetahuan 

khususnya dalam masalah “Cara Agar Kuat Saat Kehilangan”.

Kami selaku penyusun berharap  semoga makalah yang telah kami susun 

ini bisa memberikan banyak manfaat serta menambah pengetahuan terutama 

dalam hal “Cara Agar Kuat Saat Kehilangan”. Selain itu, pemakalah menyadari 

bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan dan tentunya 

membutuhkan perbaikan, sehingga kami sangat mengharapkan masukan serta 

kritik dari para pembaca.

Ponorogo, 25 Mei 2022

Penyusun 

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL   ..................................................................................  i

KATA PENGANTAR    ...............................................................................  ii

DAFTAR ISI   ............................................................................................  iii

BAB I PENDAHULUAN    ..........................................................................  1

A.  Latar Belakang   ...............................................................................  1

B.  Rumusan Masalah   ..........................................................................  2

C.  Tujuan   ............................................................................................  3

BAB II PEMBAHASAN   ...........................................................................  4

A.  Kondisi Psikologis Mad’u   ..............................................................  4

B.  Kondisi Psikologis Da’i     ..................................................................  5

C.  Interaksi Antara Da’i dan Mad’u    ....................................................  7

D.  Kondisi Ideal Yang Diupayakan

Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh Mad’u    ..................................  8

BAB III PENUTUP  ..................................................................................  10

A.  Kesimpulan  ...................................................................................  10

DAFTAR PUSTAKA    ..............................................................................  11

1

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Dakwah adalah kegiatan yang sifatnya mengajak, menyeru, serta 

memanggil orang (mad’u) untuk beriman dan  taat kepada Allah SWT sesuai 

dengan aqidah dan syariat Islam.  Kegiatan dakwah merupakan proses 

komunikasi antara seorang da’i dengan mad’u, yang mana dengan adanya 

komunikasi, maka seseorang dapat menyampaikan apa yang ada dalam 

pikirannya dan apa yang dirasakan orang lain. 

Selain itu dakwah diartikan dengan suatu ajakan yang dilakukan untuk 

membebaskan manusia secara individu dari pengaruh luar nilai kejahatan 

menuju internalisasi nilai ketuhanan. Bahwasannya dakwah termasuk dalam 

tindakan komunikasi, akan tetapi tidak semua aktivitas komunikasi disebut 

dengan dakwah. Pada hakikatnya dakwah sendiri merupakan suatu ajakan 

atau seruan dalam berbuat kebajikan untuk mentaati perintah dan menjauhi 

larangan Allah SWT.

Pada dasarnya dakwah bertujuan untuk mempengaruhi dan 

mentransformasikan sikap batin serta perilaku manusia menuju tatanan yang

baik  pada setiap individu maupun kelompok. Kegiatan dakwah tidak hanya 

dilakukan dengan lisan melainkan bisa dilakukan secara tulisan bahkan 

melalui  sebuah film.  Dimana seorang da’i melakukan aktivitas dakwahnya 

dengan cara memanfaatkan media sebagai alat untuk menyampaikan pesen 

dakwah.

Dakwah memiliki kedudukan yang tinggi dan mempunyai peranan 

yang sangat penting menurut pandangan Allah SWT dan Nabi Muhammad 

SAW, karena Islam sangat memperhatikan dalam urusan yang satu ini.

Sehingga menganjurkan kepada setiap muslim agar menyeru kepada kebaikan

dan menyampaikan nasehat-nasehat yang baik kepada masyarakat serta 

menjauhkan diri dari segala hal yang dilarang oleh agama Islam. 

2

Banyak orang yang beranggapan bahwa suatu aktivitas dakwah harus

dengan ceramah kyai. Padahal dengan seiring perkembangan zaman,

kebutuhan  akan berdakwah semakin meningkat sehingga muncul sebuah 

inovasi dalam berdakwah. Perkembangan teknologi  informasi yang semakin

pesat, dakwah dapat dilakukan melalui media yang lebih modern. Kegiatan 

dakwah sekarang sudah berkembang menjadi sebuah profesi dengan 

menuntut skill, planning serta manajemen yang handal.

Salah satunya pada tayangan di situs channel  youtube  Teman Hijrah 

Media  yang berjudul “Cara  Agar Kuat Saat Kehilangan”  oleh Ustadz Hilman 

Fauzi. Durasi tayangan video ini sekitar 10 menit 56 detik dan sudah ditonton 

sebanyak 48 rb kali,  dan sudah di sukai sebanyak 1,1 ribu  penonton.  Dengan 

terkenal  logat bahasa Ustadz Hilman berbahasa Sunda campur dengan bahasa 

sehari-hari. Membuat dakwah beliau semakin menarik

Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk 

menganalisis pesan dakwah  Ustadz Hilman Fauzi  yang berada di channel 

youtube  Teman Hijrah Media  dengan alamat web

https://youtu.be/jQiAxCgQpdM  “Cara Agar Kuat Saat Kehilangan” Oleh 

Ustadz Hilman Fauzi. Dalam video tersebut beliau memberikan pesan 

dakwah mengenai cara  agar  kuat  saat kehilangan, karena yang hilang pasti 

akan berganti  dengan yang  terbaik. Oleh karena itu, peneliti mengangkat 

sebuah judul “(Cara Agar Kuat Saat Kehilangan Oleh Ustadz Hilman Fauzi).”

B.  Rumusan Masalah

1.  Bagaimana kondisi psikologis mad’u?

2.  Bagaimana kondisi psikologis da’i?

3.  Bagaimana interaksi antara da’i dan mad’u?

4.  Bagaimana kondisi idealnya, jika mengupayakan perbaikan agar yang 

disampaikan da’i dapat diterima atau dipahami mad’u?

3

C.  Tujuan

1.  Untuk mengetahui kondisi psikologis mad’u.

2.  Untuk mengetahui kondisi psikologis da’i.

3.  Untuk mengetahui interaksi antara da’i dan mad’u.

4.  Untuk mengetahui kondisi idealnya, jika mengupayakan perbaikan agar 

yang disampaikan da’i dapat diterima atau dipahami mad’u.   

4

BAB II

PEMBAHASAN

A.  Kondisi Psikologis Mad’u

Secara etimologi kata mad’u berasal dari bahasa arab, diambil dari 

isim maf’ul  (kata yang menunjukkan obyek   atau sasaran). Menurut 

terminology, mad’u adalah orang atau kelompok yang lazim disebut dengan 

jama’ah yang sedang menuntut ajaran agama dari seorang da’i. baik mad’u 

itu orang dekat atau juah, muslim atau non muslim, laki-laki atau perempuan. 

Seorang da’i akan menjadikan mad’u sebagai obyek bagi transformasi 

keilmuan yang dimilikinya. Mad’u sebagai  obyek dakwah bagi seorang da’i 

merupakan salah satu unsur yang penting dalam system dakwah.

1

Secara umum kalangan mad’u dibagi menjadi 2 yaitu, mad’u muslim 

dan mad’u non muslim. Mad’u dapat ditinjau dari perspektif psikologis. 

Secara psikologis, manusia sebagai mad’u dibedakan atas berbagai aspek : 

Sifat-sifat kepribadian (personality traits), yaitu adanya sifat -sifat manusia 

yang penakut, pemarah, sombong dan sebagainya. Intelegensi adalah bentuk 

kecerdasan intelektual seseorang mencakup kewaspadaan, kemampuan 

belajar, berfikir, mengambil keputusan yang tepat dan cepat, mengatasi 

masalah dan sebagainya. Pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), 

nilai-nilai (values), dan peranan (roles).

2

Secara umum kondisi  psikologis para jamaah Ustadz  Hilman Fauzi 

dalam kajian pada situs channel youtube  Teman Hijrah Media yang berjudul 

“Cara Agar Kuat Saat Kehilangan”, para mad’unya adalah kaum muda atau 

lebih dikenal dengan kaum milenial. Dikarenakan para anak muda zaman 

sekarang lebih banyak mengalami kegalauan terkait dengan kisah asmara, 

sehingga  banyak sekali anak muda yang tertarik dengan kajian yang 

dibawakan oleh Ustadz Hilman Fauzi ini.  Seperti yang diceritakan oleh 

1

Asna Istya Marwantika, Potret dan Segmentasi Mad’u Dalam Perkembangan Media di 

Indonesia, Jurnalal-Adabiya, Vol. 14, No. 01, 2019, 3.

2

Kamaluddin, Mengenal Mad’u Dalam Perspektif Teologis, Sosiologis, Antropologis, dan 

Psikologis, Studi Multidisiplin : Jurnal Kajian Keislaman, Vol. 2, No. 1, 2015, 53. 

5

Ustadz Hilman Fauzi tentang kisah kehilangan yang dialami oleh Ummu 

Salamah, yang harus ditinggal oleh suaminya yang bernama Abu Sala mah 

untuk selama-lamanya karena berperang di medan perang.

Dilihat dari segi psikologisnya maka dalam kajian ini para anak muda 

khususnya yang sedang mengalami sedih, patah hati atas kehilangan  tidak 

berlarut-larut dalam kesedihan dan  tetap  berpegang teguh  pada keyakinan

bahwa segala apapun yang hilang akan diganti dengan yang lebih baik oleh 

Allah swt.

B.  Kondisi Psikologis Da’i

Kata da’i berasal dari bahasa arab bentuk  mudzakar  (laki -laki) yang 

berarti orang yang mengajak, kalau  mu’annas  (perempuan) disebut daiyah. 

Sedangkan dalam  Kamus Besar Bahasa Indonesia,  dai adalah orang yang 

pekerjaannya berdakwah, pendakwah, melalui kegiatan dakwah para dai 

menyebarluaskan ajaran islam. Dengan kata lain, dai adalah orang yang 

mengajak kepada orang  lain baik secara lansung atau tidak langsung, melalui 

lisan, tulisan, atau perbuatan untuk mengamalkan ajaran-ajaran islam atau 

menyebarluaskan ajaran islam, melakukan upaya perubahan kearah kondisi 

yang lebih baik menurut islam.

Da’i dapat diibaratkan sebagai seorang  guide  atau pemandu terhadap 

orang-orang yang ingin mendapat keselamatan hidup dunia dan akhirat. 

Dalam hal ini dai adalah seorang petunjuk jalan yang harus mengerti dan 

memahami terlebih dahulu mana jalan yang boleh dilalui dan yang tidak 

boleh dilalui oleh seorang muslim, sebelum ia memberi petunjuk jalan kepada 

orang lain. Oleh karena itu, seorang dai harus selalu sadar bahwa segala 

tingkah lakunya selalu dijadikan tolak ukur oleh masyarakatnya sehingga ia 

harus memiliki kepribadian yang baik.

3

Kondisi psikologis da’i makalah ini tertarik untuk menganalisis pesan 

dakwah dari Ustadz Hilman Fauzi, yang berada dalam channel YouTube 

3

Agus Salim, Peran dan Fungsi Dai Dalam Perspektif Psikologi Dakwah, Al-Hikmah Media 

Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebuadayaan, Vol. 8, No. 1, 2017, 95-96. 

6

Teman Hijrah Media yang berjudul “Cara Agar Kuat Saat Kehilangan”. Di 

dalam video tersebut menyampaikan pesan bahwa setiap yang hilang ataupun 

pergi akan Allah ganti, kuncinya adalah yakin bahwa Allah akan 

menggantinya dengan ganti yang lebih baik.

Ustadz Hilman Fauzi adalah salah satu pendakwah muda di Indonesia. 

Beliau lahir pada tanggal 4 Juli 1990 di Desa Tegalpanjang, Kecamatan 

Sucinaraja, Kabupaten Garut Jawa Barat. Beliau adalah anak yatim piatu, 

ayahnya meninggal disaat beliau masih duduk dibangku SMP dan ibunya 

meninggal dunia ketika beliau sudah lulus SMA.  Beliau hidup ditengah-tengah keluarga ekonomi rendah. Dan betapa beruntungnya beliau

mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan tingginya di  Tripoli 

University, Libya. Akan tetapi tidak sampai selesai beliau kuliah disana. 

Hingga pada akhirnya beliau melanjutkan kuliah di Tazkia University College 

of Islamic Economics, sebuah kampus ekonomi islam pertama di Indonesia. 

Banyak sekali prestasi yang beliau dapatkan, dari prestasi tersebut sekarang 

beliau sering kali bolak-balik dilayar kaca televisi seperti di Indosiar, ANTV, 

Jak TV, Trans 7, Transvision, dan juga MNC Muslim dengan mengisi acara 

keagamaan dan inspirasi islam.

Dalam tayangan channel YouTube  tersebut Ustadz Hilman Fauzi 

menjelaskan bagaimana cara agar kuat saat kehilangan. Yang pertama yang 

harus dilakukan adalah yakin dalam hati bahwa setiap yang hilang akan 

berganti. Seperti kisah Ummu Salamah yang kehilangan suaminya Abu 

Salamah untuk selama-lamanya. Ummu Salamah yakin bahwa Allah akan 

ganti kehilangannya, dan benar Allah ganti suaminya dengan hadirnya 

Rasulullah yang datang melamarnya. Yang kedua yaitu dengan berdo’a 

memohon diwaktu-waktu yang sepi seperti di 1/3 malam. Karena Allah itu 

maha bisa, maha mampu dalam mengganti yang  pergi, mengubah  yang sedih 

menjadi bahagia. Dan hanya 1 hal yang Allah tidak mampu yaitu, menolak 

do’a hambanya.

7

C.  Interaksi Antara Da’i dan Mad’u

Salah satu naluri manusia sebagai makhluk sosial adalah cenderung 

hidup berkelompok atau bermasyarakat  naluri greget. Dan salah satu bentuk 

manifestasi dari kecenderungan naluri tersebut yang disebut psikolog interaksi 

sosial.

4

Interaksi Da’i dan Mad’u adalah suatu bentuk hubungan antara seorang 

da’i atau lebih dengan mad’unya yang saling mempengaruhi antara satu 

dengan lainnya, sehingga timbullah kemungkinan untuk saling mengubah atau 

memperbaiki perilaku masing-  masing secara timbal balik. Metode dakwah 

adalah cara-cara tertentu yang dilakukan oleh seorang da'i (Komunikator) 

kepada mad’u untuk mencapai suatu tujuan atas dasar hikmah dan kasih 

sayang. metode dakwah itu meliputi tiga cakupan, yaitu: Bil hikmah, 

Mau’idhatul hasanah dan Mujadalah billati hiya ahsan. Adapun Sumber 

Metode Dakwah adalah: Al Quran, Sunnah Rasul, Sejarah Hidup para Sahabat 

dan Fuqoha, dan pengalaman.

5

Media dakwah yaitu segala sesuatu yang dipergunakan atau menjadi 

penunjang dalam berlansungnya pesan dari da’i kepada mad’u. Atau dengan 

kata lain bahwa segala sesuatu yang dapat menjadi penunjang/alat daLam 

proses dakwah yang berfungsi  mengefektifkan penyampaian ide (pesan) dari 

da’i kepada mad’u. Media yang digunakan seorang da’i beragam tergantung 

kemampuan da’i dalam menguasai media yang akan digunakan dan latar 

belakang mad’u.

Tujuan utama dakwah ialah mewujudkan kebahagiaan dan 

kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat yang diridhai oleh Allah SWT. 

Seorang da’i sangat dituntut dalam penguasaan metode dan media yang tepat 

dan benar, serta melakukan pendekatan-pendekatan yang sesuai dengan 

4

Hafniati, “Interaksi Da’I dan Mad’u Tentang Penguasaan Media Dan Metode Dakwah 

Dalam Mencapai Hasil Dan Tujuan Dakwah”, Jurnal Muqoddimah Vol. 14, No. 1, 2018, 

Hal. 104.

5

Faizah dan Lalu Muchsin Effendi, Psikologi Dakwah, (Jakarta : Prenada Media, 2006), 

hal. 126 

8

kebutuhan, situasi dan kondisi mad’u sehingga tujuan dakwah dapat 

terealisasi.

Tayangan video dari Ustadz Hilman Fauzi yang berjudul “Cara Agar 

Kuat Saat Kehilangan” dari youtube channel Teman Hijrah Media merupakan 

tayangan yang diupload pada 13 Juli 2019. Pengajian ini bertempat di Masjid 

Alumni  IPB, yang dihadiri oleh para santri dan masyarakat sekitar. Dalam 

menyampaikan dakwah ustadz Hilman Fauzi mempunyai ciri khas yang santai 

dan memiliki  public speaking  yang bagus. Dalam pengajian tersebut Ustadz 

Hilman Fauzi memberikan beberapa candaan dalam mencairkan suasana tetapi 

tidak meninggalkan jalur dalam dakwahnya, dengan cara seperti ini sering 

disebut dengan gaya santai namun serius. Meskipun beliau menyampaikan 

dakwah dengan santai akan tetapi beliau memperhatikan setiap kata agar para 

audience  mengertti dan memahami isi dakwah yang disampaikan. 

Durasi tayangan video ini sekitar 10 menit 56 detik dan sudah ditonton 

sebanyak 48 rb kali dari youtube Teman Hijrah Media. Pada saat ceramah 

Ustadz Hilman Fauzi memberikan candaan-candaan yang berlogat  Sunda 

dengan tujuan menarik perhatian mad`u agar pesan yang disampaikan dapat 

diterima dengan baik. Dalam tayangan video tersebut berlangsung dengan 

baik, khusyuk dan khidmat.

D.  Kondisi Ideal Yang Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh 

Mad’u

Kondisi  ideal yang diupayakan untuk perbaikan agar diterima oleh

mad’u yaitu memiliki kemampuan,  meliputi kemampuan membaca dan 

memahami seluk beluk komunikannya sehingga  bisa  merancang  metode apa 

yang cocok  digunakan, terutama dalam berkomunikasi. Dengan mengetahui 

karakter komunikan seorang da’i bisa merancang media apa yang cocok 

digunakan, apakah  dengan menggunakan  media yang bersifat audio, visual, 

atau bahkan media yang  bersifat audio visual. 

Selain media, juga dapat ditentukan sikap yang cocok untuk 

ditampilkan oleh seorang da’i, menciptakan suatu  teknik  agar  diantara  da’i 

9

dan mad’u terjalin komunikasi yang  lancar, baik  dan memiliki ikatan moral 

yang tinggi.  Kemudian cara penyampaian  dengan menggunakan metode yang 

tepat. Dalam Penyampaiannya harus menggunakan perkataan yang baik, 

memiliki hubungan erat dengan mad’u, tidak membeda-bedakan agama antar 

mad’u. Seorang  Da’i  harus menarik perhatian mad’u sehingga mad’u yang 

mendengarkan tausiyah beliau tidak akan merasa bosan dalam kondis i 

berlangsungnya acara  tersebut. Karena kondisi itu mad’u akan mempunyai 

kesulitan dalam memahami dakwah yang telah disampaikan.

Dalam penyampaian dakwah  oleh Ustadz Hilman Fauzi  dari  Channel 

YouTube tersebut  membawakan tema  tentang  bagaimana cara agar kuat saat 

kehilangan.  Di angkat dari tema tersebut terkesan begitu menarik, bukan 

hanya untuk kalangan muda  saja namun berlaku untuk semua orang tentu

juga dikalangan orang tua.  Cara menyampaikan pesan dalam dakwah juga 

menggunakan bahasa  sehari-hari  dan sangat santai sehingga mudah  untuk

dipahami makna dan maksud  tujuan  dakwah tersebut. Dalam dakwah tersebut 

juga menyampaikan pesan  bahwa  yakin  setiap  yang hilang  pasti akan

berganti. 

Didalam juga terdapat interaksi yang cukup baik antara da’i dengan 

mad’u.  Ustadz Hilman Fauzi mengambil  kisah  dari  Abu  Salamah  dan istrinya 

yang bernama Ummu Salamah  yang meninggal  karena perang  Uhud, 

membuat Ummu Salamah sedih berkepanjangan.  Sebelum meninggal  Abu 

Salamah berpesan dan memberi do’a  “Jika  kau  kehilangan maka jangan 

pernah khawatir, karena Allah akan  mengganti kehilangan itu dengan sesuatu 

yang terbaik.” 

10

BAB III

PENUTUP

A.  Kesimpulan

Secara etimologi kata mad’u berasal dari bahasa arab, diambil dari 

isim maf’ul  (kata yang menunjukkan obyek atau sasaran). Menurut 

terminology, mad’u adalah orang atau kelompok yang lazim disebut dengan 

jama’ah yang sedang menuntut ajaran agama dari seorang da’i. baik mad’u 

itu orang dekat atau juah, muslim atau non muslim, laki-laki atau perempuan.

Dai adalah orang yang mengajak kepada orang lain baik secara 

lansung atau tidak langsung, melalui lisan, tulisan, atau perbuatan untuk 

mengamalkan ajaran-ajaran  islam atau menyebarluaskan ajaran islam, 

melakukan upaya perubahan kearah kondisi yang lebih baik menurut islam.

Interaksi Da’i dan Mad’u adalah suatu bentuk hubungan antara 

seorang da’i atau lebih dengan mad’unya yang saling mempengaruhi antara 

satu  dengan lainnya, sehingga timbullah kemungkinan untuk saling 

mengubah atau memperbaiki perilaku masing-  masing secara timbal balik.

Seorang da’i sangat dituntut dalam penguasaan metode dan media yang tepat 

dan benar, serta melakukan pendekatan-pendekatan yang sesuai dengan 

kebutuhan, situasi dan kondisi mad’u sehingga tujuan dakwah dapat 

terealisasi.

Kondisi ideal yang diupayakan untuk perbaikan agar diterima oleh 

mad'u yaitu  memiliki kemampuan,  meliputi kemampuan membaca dan 

memahami seluk beluk komunikannya sehingga  bisa  merancang  metode apa 

yang cocok  digunakan, terutama dalam berkomunikasi.   Selain media, juga 

dapat ditentukan sikap yang cocok untuk ditampilkan oleh seorang da’i, 

menciptakan suatu  teknik  agar  diantara  da’i dan mad’u terjalin komunikasi 

yang lancar, baik dan memiliki ikatan moral yang tinggi.

11

DAFTAR PUSTAKA

Asna Istya Marwantika. 2019.  Potret dan Segmentasi Mad’u Dalam 

Perkembangan Media di Indonesia. Jurnalal-Adabiya. 14 (01) : 1-14.

Kamaluddin. 2015.  Mengenal Mad’u Dalam Perspektif  Teologis, Sosiologis, 

Antropologis, dan Psikologis.  Studi Multidisiplin : Jurnal Kajian 

Keislaman. 2 (1) : 41-64.

Agus Salim. 2017.  Peran dan Fungsi Dai Dalam Perspektif Psikologi Dakwah.

Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan. 8 (1) :

92-107.

Hafniati, 2018,  Interaksi Da’I dan Mad’u Tentang Penguasaan Media Dan 

Metode Dakwah Dalam Mencapai Hasil Dan Tujuan Dakwah, Jurnal 

Muqoddimah Vol. 14, No. 1.

Faizah dan Lalu Muchsin Effendi, 2006,  Psikologi Dakwah, Jakarta : Prenada 

Media.

Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh OLEH (Ust. Abdul Somad)

 Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh OLEH (Ust. Abdul Somad)

Kelompok 06/PAI F:

Nadiya Fitriana (201190182)

Naily Khuriyatul ‘Aliyah (201190186)

Niswatun Khasanah (201190196)

Nur Azizah Lylik Rosita (201190209)

Kondisi Psikologis Mad’u

Jamaah yang hadir kebanyakan mad’u nya adalah dari

kaum bapak-bapak dan ibu-ibu tetapi dari kaum muda hanya

sebagian yang tertarik mengikuti kajian. Karena bapak-bapak dan

ibu-ibu tertarik dan sangat antusias mengikuti kajian dari Ustadz

Abdul Somad yang menarik dari temanya adalah tentang

membangun rumah tangga yang sakinnah mawaddah warahmah

dan yang sedang mencari jodoh sehingga mereka akan lebih bisa

memahami bagaimana menjaga keluarga yang utuh dan bagi kaum

muda dalam mengikuti kajian ini agar lebih bisa memilih pasangan

yang tepat tanpa memandang dari segi fisik, harta, ganteng dan

cantik, agamanya.

Dengan adanya kajian yang dilakukan oleh (Da’i) Ustadz

Abdul Somad diharapkan mampu mengarahkan para jama’ahnya

menjadi manusia yang lebih baik menuju Ridha Allah yakni

membangun rumah tangga sakinnah mawaddah warahmah

Kondisi Psikologis Da’i

Ustadz Abdul Somad Batubara, Lc. MA atau lebih dikenal

dengan sebutan UAS lahir di Pekanbaru, Riau tanggal 18 Mei 1977.

Ustadz Abdul Somad diketahui pernah bekerja sebagai dosen Bahasa

Arab dan Tafsir Hadis di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim

dari tahun 2009 dan juga pernah mengajar sebagai dosen Agama

Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam al- Azhar Yayasan Masmur Riau.

Ustadz Abdul Somad juga pernah aktif sebagai anggota MUI

Provinsi Riau dan Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa’i Nahdhatul

Ulama serta anggota badan Amil Zakat di Riau dari tahun 2009

hingga 2014, kini beliau aktif memberikan ceramah agama Islam di

berbagai pelosok di wilayah Indonesia, dari hari ke hari nama beliau

kian moncer sebagai Ustadz panutan zaman now.

Interaksi Antara Da’I dan Mad’u

Interaksi adalah suatu bentuk hubungan

antara dua orang atau lebih dimana tingkah laku

seseorang diubah oleh tingkah laku yang lain. Dalam

pengajan tersebut ustadz Abdul Somad selalu

diselingi oleh candaan tetapi tidak meninggalkan

jalurnya seperti dalam istilah santai tetapi tetap

serius. Walaupun berdakwah dengan sederhana

beliau tetap memperhatikan setiap katanya agar

para jamaah dapat mengerti dan memahami apa

yang disampaikan tersebut.

Didalam tayangan video tersebut juga

terdapat sesi Tanya jawab secara langsung dan

hingga penutup acara berjalan dengan baik,

khusyuk, dan khidmat.

Kondisi Idealnya Jika Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh Mad’u

Setiap membuka ceramah Ustadz Abdul

Somad selalu diiringi dengan candaan yang

bertujuan untuk menarik perhatian mad’u agar

pesannya dapat tersampaikan dengan baik dan bias

diterima oleh kaum awam. Didalam tayangan video

tersebut juga terdapat sesi Tanya jawab secara

langsung dan hingga penutup acara berjalan dengan

baik, khusyuk, dan khidmat.

Dengan mengetahui karakter komunikan

seorang da’i bisa merancang media apa yang cocok

digunakan, apakah media yang bersifat audio, visual.

Terima Kasih

Kelompok 06

 UNTUKMU YANG SEDANG MENCARI JODOH OLEH USTADZ ABDUL SOMAD

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada matakuliah

“Psikologi Dakwah”

Dosen Pengampu:

Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah, M.Pd.I.

Disusun Oleh Kelompok 06/PAI F:

1.  Nadiya Fitriana    (201190182)

2.  Naily Khuriyatul ‘Aliyah  (201190186)

3.  Niswatun Khasanah     (201190196)

4.  Nur Azizah Lylik Rosita   (201190209)

Pendidikan Agama Islam

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

(IAIN) Ponorogo

2022 

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan 

segala rahmat-Nyalah akhirnya kami bisa menyusun makalah dengan judul 

“Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh”. Kami juga mengucapkan terima kasih 

kepada Ibu Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah,  M.Pd.I.  selaku dosen pengampu kami 

yang telah memberikan tugas ini kepada kami sehingga kami mendapatkan banyak 

tambahan pengetahuan  khususnya dalam masalah “Untukmu Yang Sedang Mencari 

Jodoh.”

Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami susun ini 

bisa memberikan banyak manfaat serta menambah pengetahuan terutama dalam hal 

“Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh”. Selain itu, kami menyadari bahwa 

makalah ini masih memiliki banyak kekurangan yang membutuhkan perbaikan, 

sehingga kami sangat mengharapkan masukan serta kritik dari para pembaca.

Ponorogo, 25 Mei 2022

Penyusun 

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL  ......................................................................................  i

KATA PENGANTAR  ...................................................................................  ii

DAFTAR ISI  ..................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN  ..............................................................................  1

A. Latar Belakang  ..................................................................................  1

B. Rumusan Masalah  .............................................................................  1

BAB II PEMBAHASAN  ................................................................................ 

A . Kondisi Psikologis Mad’u  ................................................................ 

B. Kondisi Psikologis Da’i   .................................................................... 

C. Interaksi Antara Da’i dan Mad’u  ....................................................... 

D. Kondisi Idealnya Jika Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh 

Mad’u  ...................................................................................................... 

BAB III PENUTUP  ........................................................................................ 

A. Kesimpulan  ........................................................................................ 

DAFTAR PUSTAKA  .....................................................................................   

1

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Islam sebagai agama dakwah, agama menyebarluaskan kebenaran dan 

mengajak orang-orang yang belum mempercayai, menumbuhkan pengertian 

dan kesadaran agar umat Islam mampu menjalani hidup sesuai dengan perintah 

yang dianggap sebagai tugas suci yang merupakan tugas setiap muslim. Dengan 

demikian, setiap muslim berkewajiban untuk berdakwah. Dalam melaksanakan 

tugas dakwah, seorang da’i dihadapkan pada kenyataan bahwa individu-individu yang akan didakwahi memiliki keberagaman dalam berbagai hal, 

seperti pikiran atau ide, pengalaman dll. Keberagaman tersebut akan 

memberikan corak yang berbeda pula dalam menerima dakwah (materi 

dakwah), dan menyikapinya, karena itulah untuk mengefektifkan usaha dakwah 

seorang da’i dituntut untuk memahami mad’u yang akan di hadapi.

Setiap muslim memiliki kewajiban untuk berdakwah. Dakwah yang 

dimaksudkan bukan hanya dakwah di depan mimbar, tetapi mengajak seseorang 

untuk melakukan kebaikan juga termasuk dalam berdakwah. Salah satu bentuk 

keberhasilan dalam dakwah adalah berubahnya sikap kejiwaan seseorang. Dari 

tidak cinta Islam dan tertanam dalam jiwanya rasa senang terhadap kebenaran 

ajaran Islam. Kegiatan dakwah dimaksudkan untuk mengubah sikap kejiwaan 

mad’u untuk melakukan hal tersebut, seorang da’i dituntut untuk memahami 

ilmu tentang psikologi dakwah. Dengan menerapkan psikologi dakwah dalam 

setiap kegiatan berdakwah, da’i telah melaksanakan apa yang pernah dilakukan

oleh Rasulullah SAW yang selalu memperhatikan kesiapan jiwa para orang 

yang didakwahi dalam menerima pesan dakwah.

Dakwah memiliki kedudukan yang tinggi dan mempunyai peranan 

yang sangat penting menurut pandangan Allah SWT dan Nabi Muhammad 

SAW, karena Islam sangat memperhatikan dalam urusan yang satu ini.

Sehingga menganjurkan kepada setiap muslim agar menyeru kepada kebaikan 

dan menyampaikan nasehat-nasehat yang baik kepada masyarakat serta 

menjauhkan diri dari segala hal yang dilarang oleh agama Islam. 

2

Psikologi dan Dakwah  merupakan ilmu pengetahuan yang saling 

berhubungan, saling melengkapi, saling mengisi dan saling terkait satu dengan 

yang lainnya. Untuk mengetahui keterkaitan antara keduanya maka harus 

mengetahui pengertiannya.  Begitu pentingnya perintah dakwah ini, sehingga 

berbagai metode diterapkan. Hal ini dipertegas oleh HM. Arifin, M.Pd. dalam 

bukunya “Psikologi Dakwah” bahwa :”Dakwah mengandung pengertian 

sebagai suatu kegiatan ajakan baik dalam bentuk lisan, tulisan, tingkah laku dan 

sebagainya yang dilakukan secara sadar dan berencana dalam usaha 

mempengaruhi orang lain baik secara individual maupun secara kelompok agar 

supaya timbul dalam dirinya suatu pengertian, kesadaran, sikap penghayatan 

serta pengamalan terhadap amalan ajaran agama sebagai message yang 

disampaikan kepadanya dengan tanpa unsur paksaan”.

Dalam tayangan di situs youtube channel Love Islam dengan jumlah 

subscribe 1,3 ribu yang berjudul “Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh” 

dengan jumlah penonton lebih dari  85 ribu  ditonton, adalah Ustadz  Abdul 

Somad, Lc., MA.

Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk 

menganalisis pesan dakwah ustadz Abdul Somad, Lc. MA. Yang berada di 

youtube  channel  Love Islam dengan alamat web

https://youtu.be/O85QNS9Gq30    “Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh”. 

Dalam video tersebut beliau memberikan pesan dakwah mengenai  wanita 

muslim jika ingin mencari suami jangan cari yang sempurna dan jika kita tetap 

ingin mencari suami yang sempurna maka sampai kapanpun kita tidak akan 

pernah mempunyai suami. Dan sebaliknya laki-laki jika ingin menikah maka 

menikahilah wanita yang mempunyai kriteria yaitu karena hartanya, nasabnya, 

cantiknya dan karena agamanya. Dampak positif dari menikah adalah agar hati 

menjadi tenang dan Allahlah yang menurunkan ketenangan itu.

B.  Rumusan Masalah

1.  Bagaimana kondisi psikologis mad’u? 

3

2.  Bagaimana kondisi psikologis da’i?

3.  Bagaimana interaksi antara da’i dan mad’u?

4.  Bagaimana kondisi idealnya, jika diupayakan untuk perbaikan agar diterima

oleh mad’u?

C.  Tujuan

1.  Untuk mengetahui kondisi psikologis mad’u.

2.  Untuk mengetahui kondisi psikologis da’i.

3.  Untuk mengetahui interaksi antara da’i dan mad’u.

4.  Untuk mengetahui kondisi idealnya, jika diupayakan untuk perbaikan agar 

diterima oleh mad’u. 

4

BAB II

PEMBAHASAN

A.  Kondisi Psikologis Mad’u

Mad’u adalah orang yang diajak kepada jalan Allah melalui pengenalan 

dan penghayatan ajaran Islam. Dalam ilmu komunikasi mad’u disebut dengan 

komunikan atau receiver yaitu penerima pesan dari komunikator. Secara umum 

kalangan mad’u terbagi menjadi dua, yaitu mad’u muslim dan non-muslim. 

Bagi non-muslim dakwah ditujukan untuk mengajak mereka bersyahadat  dan 

menjadi muslim. Sedangkan bagi orang muslim, dakwah bertujuan untuk 

peningkatan ilmu, iman dan amal. Mad’u dapat ditinjau dari persepktif 

teologis, sosiologis dan psikologis.

1

Mengenal mad’u merupakan salah satu prinsip utama yang harus 

dimiliki seorang da’i karena merupakan tuntunan logis dalam menjalankan 

aktivitas dakwah, dengan mengenal mad’u sesuai dengan situasi dan 

kondisinya dakwah pun dapat diaplikasikan secara efektif.

2

Dalam hal ini 

seorang Da’i sebelum terjun kelapangan untuk berhadapan dengan mad’u, 

harus melakukan kerja prakondisi. Da’i harus menganalisis secara tepat 

metode, media, strategi dan materi yang akan digunakan dalam melakukan 

tugas dakwah. Tanpa memiliki tahapan ini maka sangat dimungkinkan pesan 

dakwah yang diberikan kepada mad’u akan mengalami pembiasaan yang jauh 

dari harapan. 

Materi dakwah adalah pesan-pesan dakwah islami atau segala sesuatu 

yang harus disampaikan oleh da’i kepada mad’u. Pesan dakwah harus 

bersumber dari Al-Qur’an dan hadits. Sehingga dapat dipahami bahwa  dakwah 

hendaknya harus mencapai sasaran utama dari kesempurnaan hubungan antara 

manusia dengan penciptanya yakni Allah SWT dan mengatur keseimbangan di 

antara dua hubungan tersebut.  Sedangkan dengan pesan dakwah sendiri 

sebagaimana yang digariskan oleh Al-Qur’an adalah berbentuk pernyataan 

1

Kamaluddin, Mengenal Mad’u Dalam Perspektif Teologis, Sosiologis, Antropologis, 

Dan Psikologis, Studi Multidisipliner Volume 2 Edisi 1 2015, 43.

2

Ridho Syabibi, Metodologi Ilmu Dakwah, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008), 25.   

5

maupun pesan Al-Qur’an adalah berbentuk pernyataan maupun pesan Al-Qur’an dan Sunnah. 

Oleh karena itu, dakwah hendaklah disampaikan dengan cara yang baik, 

bijak, penuh hikmah, penuh perhatian, keseriusan dengan memperhatikan 

psikologi mad’u agar pesan moral dan nilai-nilai luhur ajaran agama yang 

disampaikan dalam dakwah dapat diterima dan dicerna. Secara umum kondisi 

psikologis para jamaah Ustadz Abdul Somad dalam kajian pada situs channel 

youtube Love Islam yang berjudul “Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh”

yang mana kebanyakan mad’u nya adalah dari kaum bapak-bapak dan ibu-ibu 

tetapi dari kaum muda hanya sebagian yang tertarik mengikuti kajian. Karena 

bapak-bapak dan ibu-ibu tertarik  dan sangat antusias  mengikuti kajian dari 

(Da’i)  Ustadz Abdul Somad yang menarik dari temanya adalah tentang 

membangun rumah tangga yang sakinnah mawaddah warahmah  dan yang 

sedang mencari jodoh sehingga mereka akan lebih bisa memahami bagaimana 

menjaga keluarga yang utuh dan bagi kaum muda dalam mengikuti kajian ini 

agar lebih bisa memilih pasangan yang tepat tanpa memandang dari segi fisik, 

harta, ganteng dan cantik, agamanya.  Selain itu,  laki-laki tidak boleh hidup 

sendiri tanpa adanya wanita, maka dari itulah Tuhan menciptakan perempuan 

dari tulang rusuk laki-laki yang bengkok, yang bila dipaksa akan lurus maka 

akan patah jika dibiarkan maka kamu akan ikut bengkok. Dari segi 

psikologisnya maka para bapak-bapak, ibu-ibu, kaum muda banyak mengalami 

perubahan dalam hal menjaga rumah tangga dan memilih pasangan yang tepat 

dan sempurna  sehingga dengan adanya kajian yang dilakukan oleh (Da’i) 

Ustadz Abdul Somad diharapkan mampu mengarahkan para jama’ahnya 

menjadi manusia yang lebih baik menuju Ridha Allah yakni membangun 

rumah tangga sakinnah mawaddah warahmah.

B.  Kondisi Psikologis Da’i

Kata da’i atau da’iyah menurut Bahasa adalah isim fail berwazan fa’ilah 

dari kata da’aa, yad’uu, daa’in. Kata da’iyah bermakna suara kuda dalam suatu 

peperangan karena ia menjawab orang yang berteriak-  teriak memanggilnya. 

6

Sedangkan da’i secara istilah adalah orang islam yang secara syariat mendapat 

beban dakwah mengajak kepada agama Allah.

3

Tidak diragukan lagi bahwa 

definisi ini mencakup seluruh lapisan dari rasul, ulama, penguasa setiap 

muslim, baik laki-  laki maupun perempuan. Da’i dapat  diibaratkan sebagai 

seorang  guide  atau pemandu terhadap orang-  orang yang ingin mendapatkan 

keselamatan hidup dunia dan akhirat. Dalam hal ini da’i adalah seorang 

petunjuk jalan yang harus mengerti dan memahami terlebih dahulu mana jalan 

yang boleh dilalui dan yang tidak boleh dilalui oleh seorang muslim, sebelum 

ia memberi petunjuk jalan kepada orang lain.  

Pendapat lain mengungkapkan bahwa  da’i  adalah seseorang yang 

melakukan ajakan atau orang yang menyampaikan ajaran (mubaligh). Subjek 

dakwah merupakan  unsur penting dalam pelaksanaan dakwah karena seorang 

da’i   akan menjadi pemandu titian yang mengemban misi risalah dan diserukan 

kepada objek dakwah dengan dalil yang dapat dipertanggung jawabkan 

kebenarannya. Seorang da’i dituntut mampu mengetuk dan  menyentuh hati 

umat yang dihadapinya secara profesional agar misi yang disampaikan dapat 

diterima oleh umat.

4

Kondisi psikologis da’i dalam makalah ini tertarik untuk menganalisis 

pesan  yang terkandung dalam  dakwah  salah satu tayanagan  di situs 

channel youtube  Love Islam dengan jumlah  penonton  86 ribu  yang berjudul 

“Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh-  Ustadz Abdul Somad  ” dalam video 

tersebut beliau menyampaikan beberapa pesan  mengenai  wanita muslim jika 

ingin mencari suami jangan cari yang sempurna dan jika kita tetap  ingin mencari 

suami yang sempurna maka sampai kapanpun kita tidak akan pernah 

mempunyai suami. Dan sebaliknya laki-laki jika ingin menikah maka 

menikahilah wanita yang mempunyai kriteria yaitu karena hartanya, nasabnya, 

cantiknya dan karena agamanya. Dampak positif dari menikah adalah agar hati 

menjadi tenang dan Allahlah yang menurunkan ketenangan itu.  Ustadz  Abdul 

3

Drs. Wahidin Saputra, Pengantar Ilmu Dakwah , (Jakarta, 2011). 1.

4

Aris Risdina, Transformasi Peran Da’i Dalam Menjawab Peluang dan Tantangan (Studi 

terhadap Manajemen SDM), Jurnal Dakwah, Vol. XV, No. 2 Tahun 2014, 438. 

7

Somad memiliki ciri khas tersendiri dalam penyampaian dakwahnya yaitu 

dengan bahasa melayu dan bataknya yang digunakan saat berdakwah.

Ustadz Abdul Somad Batubara, Lc. MA atau lebih dikenal dengan 

sebutan UAS lahir dan tumbuh besar di Pekanbaru, Riau pada tanggal 18 Mei 

1977 di sebuah kampung yang  bernama Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, 

beliau merupakan putra dari bapak Lobbayudin dan ibunya yang  bernama 

Hajjah Rohana yang merupakan keturunan dari Syekh Abdurrahman atau lebih 

dikenal dengan sebutan Syekh Silau Laut, dan ayahnya yang  bernama 

Lobbayudin. 

Dalam diri Ustadz Abdul Somad mengalir darah melayu (dari sang ibu) 

dan Batak (dari ayahnya), Ustadz Abdul Somad dibesarkan oleh keluarga yang 

paham betul akan pendidikan, terutama  akan pendidikan agama sedari kecil, 

Ustadz Abdul Somad dibimbing oleh orang tuanya agar menjadi anak yang 

saleh dan memberikan manfaat bagi sesama manusia. Ustadz Abdul Somad 

diketahui pernah bekerja sebagai dosen Bahasa Arab dan Tafsir Hadis di 

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim dari tahun 2009 dan juga pernah 

mengajar sebagai dosen Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam al-Azhar Yayasan Masmur Riau, Ustadz Abdul Somad juga pernah aktif sebagai 

anggota MUI Provinsi Riau dan Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa’i Nahdhatul 

Ulama serta anggota badan Amil Zakat di Riau dari tahun 2009 hingga 2014, 

kini beliau aktif memberikan ceramah agama Islam di berbagai pelosok di 

wilayah Indonesia, dari hari ke hari nama beliau kian moncer sebagai Ustadz 

panutan zaman now.

5

Dalam tayangan youtube tersebut Ustadz Abdul Somad menjelaskan 

bagaimana untukmu  yang sedang  mencari  jodoh,  menurut ustadz abdul shomad 

bagi laki-laki yang hendak mencari istri  hendaknya  perempuan tersebut 

mempunyai kriteria  yaitu    karena    hartanya, nasabnya,  kecantikannya, dan 

karena agamanya.  Laki-laki yang sudah siap lahir batin  untk menikah 

diwajibkan untuk menikah karena menikah    dapat menundukkan pandangan, 

5

Abid Fadhil Abyan, Berguru kepada Ustadz Zaman Now, (Jakarta Selatan: Laksana, 2018), Cet. 

Ke-1. 11-12. 

8

menjaga kemaluan,  jika belum mampu untuk menikah hendakya melakukan 

puasa sunah untuk meredamkan hawa nafsu.

C.  Interaksi Antara Da’i dan Mad’u

Salah satu naluri manusia sebagai makhluk sosial adalah 

kecenderungan untuk hidup berkelompok atau  bermasyarakat yang disebut 

instink gregarious. Dan salah satu bentuk manifestasi dari kecenderungan 

naluriah tersebut adalah apa yang disebut oleh para ahli psikologi dengan 

interaksi social.

6

Interaksi adalah suatu bentuk hubungan antara dua orang atau l ebih 

dimana tingkah laku seseorang diubah oleh tingkah laku yang lain. Jadi, 

jelaslah bahwa didalam proses interaksi itu terdapat tindakan saling 

mempengaruhi antara satu individu dengan individu yang lain, sehingga 

timbullah kemungkinan untuk saling mengubah atau memperbaiki perilaku 

masing-masing secara timbal balik. Perubahan demikian bias terjadi secara 

disadari atau tidak sepenuhnya disadari, atau secara perlahan. Di dalam 

hubungan interaksional inilah terjadi suatu proses belajar mengajar diantara 

manusia. Di mana di dalam proses dakwah  merupakan permulaan yang 

fundamental bagi suksesnya dakwah. Tanpa adanya suatu proses belajar 

mengajar maka dakwah sulit memperoleh tempat di dalam hati manusia. Jika 

kita kaitkan dengan dakwah, maka dalam dakwah dikenal istilah  personal 

approach  dakwah  face to face, sehingga terjadi proses saling mempengaruhi 

antara da’i  dan mad’u atau sebaliknya begitu juga ada istilah general approach

atau dakwah secara umum misalnya pengajian disini terjadi proses saling 

mempengaruhi  antara da’i  dan  mad’u dalam kelompok social. Maka dari itu 

interaksi social erat kaitannya dengan dakwah.

7

Tayangan video dari Ustadz Abdul Somad, Lc., MA  yang berjudul 

“Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh” dari youtube channel Love Islam 

6

Hafniati, “Interaksi Da’I dan Mad’u Tentang Penguasaan Media Dan Metode Dakwah Dalam 

Mencapai Hasil Dan Tujuan Dakwah”, Jurnal Muqoddimah Vol. 14, No. 1, 2018, Hal. 104.

7

Totok Jumantoro, Psikologi Dakwah Dengan Aspek-Aspek Kejiwaan Yang Qur’ani, Amzah, 

Jakarta:2001, hal, 83-86. 

9

merupakan suatu tayangan pada bulan Agustus tahun 2021. Pengajian ini 

dihadiri oleh para santri dan masyarakat umum yang ada disekitarnya. Dalam 

menyampaikan dakwah ustadz Abdul Somad punya ciri khas tersendiri dalam 

penyampaiannya maupun penampilannya. Dalam pengajan tersebut ustadz 

Abdul Somad  atau biasa dikenal dengan sebutan UAS selalu diselingi oleh 

candaan tetapi tidak meninggalkan jalurnya seperti dalam istilah santai tetapi 

tetap serius. Walaupun berdakwah dengan sederhana beliau tetap 

memperhatikan setiap katanya agar para jamaah dapat mengerti dan memahami 

apa yang disampaikan tersebut. Dalam berdakwah UAS selalu menggunakan 

pakaian yang sederhana yaitu memakai kemeja putih, sarung dan yang selalu 

menjadi ciri khas nya adalah selalu membawa sorban yang dikalungkan 

dilehernya.

Durasi tayangan video ini sekitar 1 jam 3 menit 11 detik dan sudah 

ditonton 86 rb kali dari youtube Love Islam. Setiap membuka ceramah Ustadz 

Abdul Somad selalu diiringi dengan candaan yang bertujuan untuk menarik 

perhatian mad’u agar pesannya  dapat tersampaikan dengan baik dan bias 

diterima oleh kaum awam. Didalam tayangan video tersebut juga terdapat sesi 

Tanya jawab secara langsung dan hingga penutup acara berjalan dengan baik, 

khusyuk, dan khidmat.

D.  Kondisi Idealnya Jika Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh 

Mad’u

Kondisi  ideal yang diupayakan untuk perbaikan agar diterima oleh 

mad’u  yaitu memiliki kemampuan yang meliputi kemampuan membaca dan 

memahami seluk beluk komunikannya sehingga dapat dirancang metode apa 

yang  cocok dipakai, terutama  dalam  berkomunikasi.  Dengan  mengetahui 

karakter komunikan seorang da’i bisa merancang media apa yang cocok 

digunakan, apakah media yang bersifat audio, visual, ataukah yang bersifat 

audio visual.  Selain  media, juga dapat ditentukan sikap yang cocok untuk 

ditampilkan oleh seorang da’i, menctakan suatu  Teknik  agar antara da’I  dan 

mad’u terjalin komunikasi yang lancar dn memiliki ikatan moral yang tinggi. 

10

Selain  itu, sejatinya da’i  harus memiliki kualifikasi moralitas dan 

keluhuran budi pekerti seperti Rasulullah  saw. atau paling tidak mendekatinya. 

Keluhuran budi pekerti ini menjadi salah satu pendorong yang memungkinkan 

masyarakat  (ma’du) dapat mengikuti jalan kebenaran yang diserukan sang 

da’i.

8

Dalam penyampaian dakwah dari ustadz  Abdul Somad    sangat menarik 

dan mudah untuk dimengerti baik untuk kalangan muda  maupun untuk 

kalangan orang tua. Cara menyampaikan pesan dalam  dakwah juga 

menggunakan bahasa keseharian dan sangat santai sehingga  sangat mudah 

dalam pemahamannya. Dalam dakwah tersebut juga menyampaikan pesan yang 

wanita muslim jika ingin mencari suami jangan cari yang sempurna dan jika 

kita tetap ingin mencari suami yang sempurna maka sampai kapanpun kita tidak 

akan pernah mempunyai suami. Dan sebaliknya laki-laki jika ingin menikah 

maka menikahilah wanita yang mempunyai kriteria yaitu karena hartanya, 

nasabnya, cantiknya dan karena agamanya. Dampak positif dari menikah adalah 

agar hati menjadi tenang dan Allahlah yang menurunkan ketenangan itu.

8

Haryanto, Relasi Kredibilitas Da’I dan Kebutuhan Mad’u, dalam Mencapai Kebutuhan 

Dakwah, Jurnal: Tasamuh, Vol. 16, No. 02 Juni 2018, 65-68. 

11

BAB III

PENUTUP

A.  Kesimpulan

Mad’u adalah orang yang diajak kepada jalan Allah melalui 

pengenalan dan penghayatan ajaran Islam.  Mad’u  merupakan salah satu 

prinsip utama yang harus dimiliki seorang da’i karena merupakan tuntunan 

logis dalam menjalankan aktivitas dakwah, dengan mengenal mad’u sesuai 

dengan situasi dan kondisinya dakwah pun dapat diaplikasikan secara efektif. 

Da’i adalah seorang petunjuk jalan yang harus mengerti dan memahami 

terlebih dahulu mana jalan yang boleh dilalui dan yang tidak boleh dilalui oleh 

seorang muslim, sebelum ia memberi petunjuk jalan kepada orang lain

Interaksi adalah suatu bentuk hubungan antara dua orang atau lebih 

dimana tingkah laku seseorang diubah oleh tingkah laku yang lain. Jadi, jelaslah 

bahwa didalam proses interaksi itu terdapat tindakan saling mempengaruhi 

antara satu individu dengan individu yang lain, sehingga timbullah 

kemungkinan untuk saling mengubah atau memperbaiki perilaku masing-masing secara timbal balik.

Kondisi  ideal yang diupayakan untuk perbaikan agar diterima oleh 

mad’u  yaitu memiliki kemampuan yang meliputi kemampuan membaca dan 

memahami seluk beluk komunikannya sehingga dapat dirancang metode apa 

yang cocok dipakai, terutama dalam berkomunikasi.

12

DAFTAR PUSTAKA

Abid Fadhil Abyan,  Berguru kepada Ustadz Zaman Now, (Jakarta Selatan: 

Laksana, 2018), Cet. Ke-1.

Aris Risdina, Transformasi Peran Da’i Dalam Menjawab Peluang dan Tantangan 

(Studi terhadap Manajemen SDM), Jurnal Dakwah, Vol. XV, No. 2 Tahun 2014.

Drs. Wahidin Saputra, Pengantar Ilmu Dakwah , (Jakarta, 2011).

Hafniati, “Interaksi Da’I dan Mad’u Tentang Penguasaan Media Dan Metode 

Dakwah Dalam Mencapai Hasil Dan Tujuan Dakwah”, Jurnal Muqoddimah Vol. 

14, No. 1, 2018.

Haryanto, Relasi Kredibilitas Da’i  dan Kebutuhan Mad’u, dalam Mencapai 

Kebutuhan Dakwah, Jurnal: Tasamuh, Vol. 16, No. 02 Juni 2018.

Kamaluddin, Mengenal Mad’u Dalam Perspektif Teologis, Sosiologis, 

Antropologis, Dan Psikologis, Studi Multidisipliner Volume 2 Edisi 1 2015.

Ridho Syabibi, Metodologi Ilmu Dakwah, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008).

Kamaluddin, Mengenal Mad’u Dalam Perspektif Teologis, Sosiologis.

Totok Jumantoro,  Psikologi Dakwah  Dengan Aspek-Aspek Kejiwaan Yang 

Qur’ani, Amzah, Jakarta:2001.

MEMAKNAI ESENSI TAQWA OLEH USTADZ ADI HIDAYAT, Lc, MA.

MEMAKNAI ESENSI TAQWA OLEH USTADZ ADI HIDAYAT, Lc, Ma. 

Kelompok 5

Muna Nur Hidayatuz Z. 201190179

Neti Aulia Sari 201190190

Nila Verry Asmarita 201190193

Nu’ma Nafisah 201190205


Kondisi Psikologi Mad’u

Dalam berdakwah yang dilakukan oleh 

da’i perlu memperhatikan kondisi 

psikologi mad’u, sehingga pesan dakwah 

yang dilakukan secara tidak langsung 

dapat menggunakan komunikasi yang 

mudah dipahami oleh keragaman 

masyarakat. Sehingga isi pesan dakwah 

untuk menumbuhkan kesadaran dan 

perilaku beragama mad’u dapat tercapai 

sesuai dengan tujuan dakwah

Kondisi Psikologi Da’i

Bedasarkan video dakwah dari Ustadz Adi 

Hidayat, Lc, MA. yang berada dalam 

channel youtubenya Trans TV Official 

dengan mengangkat tema “Memaknai 

Esensi Taqwa” terlihat bahwa da’i 

menyampaikan pesan dakwahnya dengan 

sangat jelas dan semangat hal ini 

tentunya membuat para mad’u akan 

tertarik dalam mendengarkan pesan yang 

disampaikan.

Interaksi Antara Da’i dan Mad’u

Berdasarkan video ceramah Ustadz Adi Hidayat 

mengenai memaknai esesnsi takwa, diketahui bahwa 

Ustadz Adi Hidayat menggunakan beberapa metode 

dalam menyampaikan pesan dakwahnya. Diantaranya 

adalah dengan menggunakan metode tulisan dan juga 

menggunakan metode diskusi. Dengan metode diskusi 

ini Ustadz Adi Hidayat memberikan kesempatan 

kepada mad’u yang hadir di dalam kajiannya untuk 

bertanya. 

Metode yang digunakan oleh Ustadz Adi Hidayat ini 

sangat baik dalam menciptakan interaksi antara da’i 

dengan mad’u. Selain itu dengan penyampaian yang 

baik maka dapat menyentuh perasaan sehingga dapat 

membengkitkan semangat untuk mengamalkan 

syari’at Islam 

Kondisi Idealnya Jika Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh Mad’u

Kondisi idealnya agar seorang da’i dakwahnya 

bisa diterima harus ada sebuah perbaikan cara 

penyampaian sampai metode yang digunakan. 

Dalam penyampaiannya harus menggunakan 

perkataan yang baik, memiliki hubungan erat 

dengan mad’u, tidak membedakan-bedakan 

agama antar mad’u, menggunakan metode yang 

persuasif Dengan cara tersebut maka dakwah 

akan bisa diterima oleh mad’u. Da’i harus 

menarik perhatian mad’u sehingga mad’u tidak 

merasa bosan dalam kondisi tersebut. Karena 

Kondisi itu mad’u akan mempunyai kesulitan 

dalam memahami dakwah yang telah 

disampaikan. 

Gaya suara Ustad Adi Hidayat Dalam ceramanya 

sangat bervariasi. Dia sangat memperhatikan nada 

suara seperti Pitch, Pause, penekanan dan kecepatan 

dalam mengucapkan kata atau Rate. Sehingga mad’u 

yang mendengarkan tidak bosan serta dapat merasakan 

emosi yang tengah dibangun dalam dakwah tersebut 

yang seolah-olah pendengar merasakan dan menerima 

pesan dakwah dalam tersebut. Gaya gerak tubuh Ustad 

Adi Hidayat dalam ceramah ini banyak menggunakan 

gerak non verbal ini, mulai dari pakaian yang dikenakan 

sangat sopan dan syar’i, kontak mata yang sangat apik 

untuk dimainkan, mimik wajah dari mengerutkan 

kening, alis, wajah marah, sedih, kecewa. Semua telah 

tergambar dengan jelas. Gerakan tangan juga demikian 

tidak terlalu berlebihan. 

Hingga perpindahan gerak tubuh mengikuti kamera 

yang sedang aktif pun tergambar dengan sangat rapih 

dan tidak terkesan berpindah-pindah. Ceramah ustadz 

Adi Hidayat memiliki ciri khas tersendiri, yakni sambil 

membuat coretan di papan tulis. Hampir setiap 

ceramahnya, ia menggunakan media papan tulis dan 

spidol.

TERIMAKASIH

Kelompok 05

 MEMAKNAI ESENSI TAQWA OLEH USTADZ ADI 

HIDAYAT, Lc, MA.

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada mata kuliah

“Psikologi Dakwah”

Dosen Pengampu  : 

Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah, M.Pd.I.

Disusun oleh kelompok  5 / PAI F   :

1.  Muna Nur Hidayatuz Z.  (201190178)

2.  Neti Aulia Sari   (201190190)

3.  Nila Verry Asmarita  (201190193)

4.  Nu’ma Nafisa  (201190205)

JURUSAN  PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI  PONOROGO

2022 

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat  Allah SWT, karena hanya dengan 

segala rahmat- Nyalah akhirnya kami bisa menyusun makalah dengan judul 

“Memaknai Esensi Taqwa oleh Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA”. Kami juga 

mengucapkan terimakasih kepada ibu Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah, M,Pd.I selaku 

dosen pen gampu kami yang telah memberikan tugas ini kepada kami sehingga kami 

mendapatkan banyak tambahan pengetahuan khususnya dalam masalah memaknai 

esensi taqwa oleh Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA.

Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami susun ini 

bisa memberikan banyak manfaat serta menambah pengetahuan terutama dalam hal 

“Memaknai Esensi Taqwa Oleh Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA” . Selain itu, kami 

menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan dan 

membutuhkan perbaikan, sehingga kami  sangat mengharapkan masukan serta kritik 

dari para pembaca.

Ponorogo, Mei 2022

Penyusun

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................................................  i

KATA PENGANTAR..............................................................................................  ii

DAFTAR ISI  ..........................................................................................................   iii

BAB I PENDAHULUAN   .......................................................................................1

A.  Latar Belakang  ............................................................................................... 1

B.   Rumusan Masalah...........................................................................................2

C.  Tujuan  .............................................................................................................3

BAB II PEMBAHASAN   .........................................................................................4

A.  Kondisi Psikologis Mad’u  ...............................................................................4

B.   Kondisi Psikologis Da’i  ..................................................................................5

C.  Interaksi Antara Da’i dan Mad;u.....................................................................9

D.  Kondisi Idealnya Jika Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh 

Mad’u   ...........................................................................................................10

BAB III PENUTUP ................................................................................................12

A.  Kesimpulan  .................................................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA  ............................................................................................14

1

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Dakwah adalah menyeru kepada umat manusia untuk menuju kebaikan, 

memerintahkan yang ma’ruf  dan mencegah dari yang munkar dalam rangka 

mem peroleh kebahagiaan di dunia dan kesejahteraan di akhirat. Kerena itu, 

dakwah memiliki pengertian yang luas. Ia tidak hanya berarti mengajak dan 

menyeru umat manusia agar memeluk Islam, lebih dari itu dakwah juga berarti 

upaya membina masyarakat Islam agar menjadi masyarakat yang lebih 

berkualitas (khairu ummah) yang di bina dengan ruh tauhid dan ketinggian nilai -nilai Islam.  Menurut Quraisy Shihab sebagaiman a  yang dikutip oleh Samsul 

Munir Amin, dakwah adalah seruan atau ajakan kepada keinsyafan atau usaha 

mengubah situasi kepada situasi yang lebih baik dan sempurna, baik terhadap 

prbadi maupun masyarakat.

Selain pengertian diatas dakwah juga berarti proses penyampaian, ajakan 

kepada orang lain atau kepada masyarakat untuk memeluk, mempelajari dan 

mengamalkan ajaran agama secara sadar, sehingga membangkitkan dan 

mengembalikan potensi fitri orang itu, dan dapat hidup  bahagia di dunia dan di 

akhirat. Hukum dakwah adalah wajib ‘ain, dalam arti wajib bagi setiap muslim 

untuk berdakwah sesuai dengan  apa yang ia ketahui. Obyek dakwah dengan 

berurutan kepada diri sendiri, keluarga, sanak keluarga dekat, sebagian 

kelompok, kepada seluruh umat manusia. Berdakwah perlu menggunakan 

metode, yaitu cara dakwah yang teratur dan  terprogam secara baik agar maksud 

mengajak melaksanakan ajaran- ajaran agama Islam dengan baik dan sempurna. 

Metode dakwahnya dengan hikmah, maw’izhah hasanah , berdiskusi atau tukar 

pikiran   dengan cara yang baik, menyampaikan suatu kisah, peumpamaan, tanya 

jawab, dan keteladanan yang baik.

Bisa disimpulkan bahwa dakwah menempati posisi yang tinggi dan mulia 

dalam kemajuan agama Islam, tidak dapat dibayangkan apabila kegiatan dakwah 

2

mengalami kelumpuhan yang disebabkan oleh berbagai faktor terlebih pada era 

g lobalisasi sekarang ini, dimana berbagai informasi masuk begitu cepat dan 

instan yang tidak dapat dibendung lagi. Umat Islam harus dapat memilah dan 

menyaring informasi tersebut sehingga tidak bertentangan dengan nilai- nilai 

Islam.  Tujuan dakwah adalah terealisasinya nilai - nilai Islam dalam segala aspek 

kehidupan di dunia ini. Sehingga mendatangkan sisi positif berupa kebahagiaan 

dan kesejahteraan di dunia dan di akhirat nanti. Dakwah memiliki tujuan yang 

berorientasi kepada perilaku manusia. Dakwah akan mencapai tujuannya 

manakala ajaran Islam yang berupa norma- norma yang menuntun orang agar 

berbuat baik dan menjauhi perbuatan buruk dapat terealisasikan dengan 

sempurna. 

Dalam tayangan di situs youtube channel Trans TV Official dengan jumlah 

subscribe 15,6  juta yang berjudul “Memaknai Esensi Taqwa” dengan jumlah 

penonton lebih dari 23 ribu ditonton, adalah ustadz Adi Hidayat, Lc. MA. Beliau 

menggunakan alat papan tulis untuk menjelaskan isi dari dakwahnya. 

Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk menganalisis 

pesan dakwah  ustadz Adi Hidayat, Lc. MA. Yang berada di youtube channel 

Trans TV Official dengan alamat web  https://youtu.be/uMIfVEvMkS0

“Memaknai Esensi Taqwa”. Dalam video tersebut beliau memberikan pesan 

dakwah tentang  peningkatan taqwa maka Allah akan menjamin kebahagiaan 

dalam hidupnya, tambahan pengetahuan, dan dimudahkan jalan keluar dari 

setiap kehidupan yang dialami. Oleh karena itu, peneliti mengangkat sebuah 

judul “MENINGKATKAN ESENSI TAQWA”.

B.  Rumusan Masalah

1.  Bagaimana kondisi psikologis mad’u?

2.  Bagaimana kondisi psikologis da’i?

3.  Bagaimana interaksi antara da’i dan mad’u? 

3

4.  Bagaimana kondisi idealnya jika dilakukan perbaikan agar diterima 

oleh mad’u?

C.  Tujuan

1.  Untuk mengetahui kondisi psikologis mad’u.

2.  Untuk mengetahui kondisi   psikologis da’i.

3.  Untuk mengetahui interaksi antara da’i dan mad’u.

4.  Untuk mengetahui kondisi idealnya jika dilakukan perbaikan agar 

diterima oleh mad’u.

4

BAB II

PEMBAHASAN

A.  Kondisi  Psikologi  Mad’u

Dalam kajian teori komunikasi, sebuah pesan dianggap telah 

tersampaikan dengan baik apabila pesan tersebut sudah menghasilkan timbal 

balik dari komunikan. Timbal balik dalam hal ini diartikan sebagai efek dari 

pesan tersebut. Artinya jika kita korelasi kan  dalam aktivitas dakwah, proses 

dakwah dianggap berjalan dengan baik jika apa yang disampaikan da’i, telah 

mampu merubah kepribadian mad’u ke arah yang lebih baik. 

Aktivitas dakwah yang diartikan sebagai sebuah sistem secara 

material terdiri dari berbagai  unsur atau komponen, mulai dari da’i, isi dakwah, 

metode dakwah serta media dakwah. Untuk menuju proses dakwah yang efektif 

dan efisien, sudah menjadi hal yang wajib untuk memaksimalkan setiap 

komponen - komponennya. Paradigma inilah yang mengakibatkan para  da’i 

fokus untuk memaksimalkan komponen yang sifatnya material, padahal ada 

hal - hal yang sifatnya material, yang juga perlu diperhatikan seperti psikologi 

mad’u, kehidupan sosial mad’u dan lain sebagainya. 

Dalam melaksanakan tugas dakwah, seorang da’i dihadapkan pada 

kenyataan bahwa individu- individu yang akan diberi dakwah memiliki 

keberagaman dalam berbagai hal, seperti pikiran- pikiran, pengalaman, 

kepribadian, dan lain- lain. Keberagaman tersebut akan memberikan corak yang 

berbeda pula dalam menerima dakwah dan menyikapinya, untuk 

mengefektifkan usaha dakwah seorang da’i dituntut untuk memahami mad’u 

yang akan dihadapi. Seorang da’i dituntut menguasai studi psikologi yang 

mempelajari tentang kejiwaan manusia sebagai individu maupun anggota 

masyarakat, baik pada fase perkembangan manusia, anak, remaja, dewasa, dan 

lanjut usia. Dengan mengetahui kondisinya, tentu da’i akan bisa memilih 

5

materi, metode yang sesuai dengan mad’u sehingga dakwah bisa berjalan efektif 

dan efisien.

1

Dalam berdakwah yang dilakukan  oleh da’i perlu memperhatikan 

kondisi psikologi mad’u, sehingga pesan dakwah yang dilakukan secara tidak 

langsung dapat menggunakan komunikasi yang mudah dipahami oleh 

keragaman masyarakat. Sehingga isi pesan dakwah untuk menumbuhkan 

kesadaran dan perilaku  beragama mad’u dapat tercapai sesuai dengan tujuan 

dakwah. Mad’u dapat menyadari tentang kebutuhan agama dan berperilaku 

sesuai dengan nilai - nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga tugas 

tambahan bagi da’i, selain mengemas isi pesan dakwah Isl am yang mudah 

dipahami juga memprediksi perilaku mad’u yang memiliki keragaman 

psikologi. Maka dakwah Islam disampaikan da’i dengan komunikasi maupun 

simbol - simbol yang dapat diterima oleh mad’u di seluruh penjuru masyarakat 

dengan rasa yang menyenangkan dan terhibur.

2

B.  Kondisi  Psikologi  Da’i

Islam adalah agama dakwah yaitu agama yang mengajak dan 

memerintahkan umatnya untuk selalu menyebarkan dan menyiarkan ajaran 

Islam kepada seluruh umat manusia. Oleh sebab itu menyampaikan seruan 

dakwah kepada masyarakat sangat diperlukan sikap partisipatif  dari da’i atau 

mubaligh demi mewujudkan masyarakat muslim yang paham akan nilai- nilai 

agama.

3

Pengertian da’i secara khusus yaitu orang yang mengajak kepada orang 

lain baik secara langsung atau tidak langsung dengan kata - kata, perbuatan atau 

tingkah laku  ke  arah kondisi yang baik atau lebih baik menurut syariat Al- Qur’an 

dan sunnah. Berdasarkan pengertian khusus tersebut da’i identik dengan orang 

yang melakukan amar nahi munkar. Secara umum da’i yaitu setiap muslim atau 

1

St. Rahmatiah,  Peran Psik ologi dalam Proses Dak wah , Jurnal Bimbingan Penyuluhan 

Islam Vol. 1 No. 1, 2014, Hal. 88. 

2

Farida,  Psik ologi Mad’u di Era Media  Elek tronik (Predik si Perubahan Perilak u 

Masyarak at), Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam Vol. 4 No. 2, 2016, Hal. 281. 

3

Syihata Abdullah, Dak wah Islamiyah, (Jakarta: Departemen Agama   RI, 1978), 80. 

6

muslimat yang berdakwah  sebagai kewajiban yang melekat dalam diri sebagai 

realisasi perintah Rasulullah SAW.

4

Hal - hal  yang  semula menyimpang dari Al - Qur’an dan hadis 

diluruskan agar sesuai dengan ajaran Islam baik aqidah, muamalah, dan aspek -aspek kehidupan lainnya. Olehnya itu, da’i harus memenuhi kualifikasi dan 

syarat- syarat tertentu agar proses dakwahnya sesuai dengan target yang ingin 

dicapai yaitu: 

1.  Da’i harus mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang Islam. 

Menjadi keharusan bagi da’i untuk mendalami pengetahuan agama baik 

masalah aqidah, fiqh, muamalah dan berbagai aspek disiplin  kegamaan 

lainnya. 

2.  Da’i harus terlebih dahulu mengetahui seluk beluk Islam sebelum terjun ke 

lapangan untuk berdakwah, sehingga da’i mampu memberikan pemahaman 

tentang kesempurnaan agama Islam kepada masyara kat.

3.  Da’i harus menjadi teladan yang baik bagi umat, sebab perilaku, aktifitas, 

akhlak, perkataan dan perbuatan da’i memiliki pengaruh yang signifikan 

terhadap umat.

5

Kondisi psikologis da’i dalam makalah ini tertarik untuk 

menganalisis pesan dakwah dari Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA. Yang berada 

dalam channel youtubenya Trans TV Official dengan mengangkat tema 

“Memaknai Esensi Taqwa”. Di dalam video tersebut menyampaikan pesan 

tentang  peningkatan taqwa maka Allah akan menjamin kebahagiaan dalam 

hidupnya, tambahan pengetahuan, dan dimudahkan jalan keluar dari setiap 

kehidupan yang dialami.

Ustadz   Adi Hidayat, Lc, MA. adalah salah satu pendakwah Islam 

Indonesia dan penulis buku keislaman. Ustad z   Adi Hidayat, Lc, MA. Lahir 

dengan nama  lengkap Adi Hidayat Warso pada tanggal 11 september 1984 di 

4

Moh. Ali Aziz, Ilmu Dak wah , (Jakarta: Kencana Prenada Me dia Group, 2004), 216. 

5

Najamuddin, Metode Dak wah Menurut Al-Qur’an, (Yogyakarta: Pustaka Insan Madani), 

23. 

7

Pandeglang,  Propinsi Ban ten .  Dari pasangan orang tua Warso Supena dan Rafiah 

Akhyar. Memiliki 4 saudara dan menikah dengan Shufairok atau dikenal dengan 

panggilan mbak Lir,  asli Lasem Rembang serta memiliki 3 orang anak. 

Pendidikan agama beliau dapatkan dari kedua orang tuanya, meski pertemuan 

dengan ayahnya tidak berlangsung lama dikarenakan sang ayahanda dipanggil 

oleh yang   maha kuasa saat Ustadz   Adi Hidayat berumur 3 tahun. Pelajaran 

mengaji Al - Qur’an beliau dapatkan dari sang ibunya sejak ia masih kecil 

bersama saudara- saudara lainnya. Dalam salah satu ceramahnya Usta dz   Adi 

Hidayat menceritakan bagaimana ibunya mendidik anak- anaknya untuk mengaji 

Al - Qur’an  diwaktu setelah shalat magrib. Sang ibunda akan mencari anak-anaknya yang tidak hadir saat pelajaran mengaji hingga ditemukan dimanapun 

mereka bersembunyi. Ustadz Adi Hidayat memulai pendidikan formal di TK 

Pertiwi Pandeglang, kemudian melanjutkan pendidikan ke SDN III Pandeglang, 

lalu melanju t kan Tsanawiyah dan Aliyah di Pesantren Darul Arpam 

Muhammadiyah Garut, lalu melanjutkan ke Universitas Islam Negeri Syarif 

Hidayatullah Jakarta. Pendidikan ilmu agamanya belum selesaikan di 

Pendidikan Pasca Sarjana di Islamic Call College Tripoli, Libya (Gelar Lc) dan 

juga Magister Agama (Gelar Ma) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan 

Gunung Jati Bandung.

Ustadz   Adi Hidayat , Lc. MA.  dalam video ini  menjelaskan  tentang 

“Memaknai Esensi Taqwa”. Beliau menyampaikan dakwah pada mad’u dengan 

bahasa dan materi yang ringan dan mudah dipahami   juga santai. Berikut 

beberapa hal yang disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA.:

1.  Meningkatkan taqwa kepada Allah SWT maka Allah SWT akan menjamin 

hidup bahagia. Kalangan orang- orang yang berbahagia karena telah 

memenuhi  syarat meningkatkan ketaqwaan. 

2.  Meningkatkan taqwa kepada Allah SWT maka Allah SWT akan 

menjanjikan peningkatan pengetahuan kepada orang yang bertaqwa.  Selain 

itu, akan diberikan kemudahan dalam belajar di semua level pendidikan 

yang dia jalani.   

8

3.  Meningkatkan taqwa kepada All ah SWT maka Allah SWT akan 

menjanjikan kemudahan jalan keluar dari setiap persoalan kehidupan yang 

ia alami. Jika ada orang yang ada perm asalahan dan tidak kunjung selesai 

permasalahannya barangkali karena kurang bertaqwa dan k urang dekat 

kepada Allah SWT. 

Dalam video ini juga dibuka tanya jawab mengenai dakwah yang 

disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat, berikut ulasan mengenai tanya jawab 

tersebut:

1.  Pertanyaan: Apakah untuk manusia yang melakukan puasa selama bulan 

ramadhan, itu  sudah mampu untuk meraih ketaqwaan?

Jawab: Tidak semua orang puasa mendapatkan ketaqwaan kecuali yang 

bersungguh - sungguh dalam menjalankan puasanya. Nabi pernah bersabda 

bahwa tidak sedikit orang yang berpuasa hanya menahan lapar dan haus 

saja. Ukuran oran g mendapatkan derajat taqwa yautu pada peningkatan 

ibadah dan penjauhan maksiat.

2.  Pertanyaan: Dalam bulan Ramadhan manusia berlomba- lomba untuk 

meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. bagai mana cara kita untuk 

tetap meningkatkan ketaqwaan kita?

Jawab: kalau kita ingin istiqomah dalam bertaqwa maka perbanyak amal 

shalih setelah ramadhan dan pertahankan amalan yang biasa kita kerjakan 

saat ramadhan. Jika ketika kita biasa melakukan itu semua maka orang itu 

akan mendapatkan kenikmatan iman.

3.  Pertanyaan: Bertaqwa itu lillahita’ala. Tetapi biasanya orang berpuasa itu 

mengharapkannya pahala dan mengesampingkan  lillahita’ala, apakah itu 

masih termasuk orang bertaqwa?

Jawaban: Allah SWT berfirman bahwasanya kita tidak diperintahkan 

beribadah kepada Allah SWT kecuali berusaha ikhlas karena Allah SWT. 

dan nabi bersabda bahwa semua amal itu tergantung dari niat. Dan amal itu 

akan dihisab berdasarkan niatnya. Jika niatnya benar karena Allah SWT, 

maka Allah SWT akan memberikan pahala sesuai niatnya. 

9

4.  Pertanyaan: Apa saja tingkatan  dari iman?

Jawaban: bahwa dalam Al - Qur’an, panggilan orang untuk yang beriman 

bahwa terdapat 3 jenis panggilan, yaitu untuk orang yang dekat, menengah, 

dan jauh. Allah menegaskan semua yang memiliki iman bahwa yang 

imannya kuat, meneng ah, atau imannya yang jauh hanya karena berkah 

ramadhan maka dijadikan awal ramadhan diberikan semua kekuatan iman 

yang sama.

C.  Interaksi Antara Da’i   dan Mad’u

Interaksi merupakan suatu bentuk hubungan antara dua orang atau 

lebih dimana tingkah laku  seseorang diubah oleh tingkah laku yang lain. Jadi 

jelas bahwa di dalam proses interaksi itu terdapat tindakan saling memengaruhi 

antara satu individu dengan individu lainnya, sehingga timbulah kemungkinan-kemungkinan untuk saling mengubah atau memperbaiki   peilaku masing -masing secara timbal balik.

6

Perubahan demikian  bisa  terjadi secara disadari 

atau tidak sepenuhnya disadari, atau secara perlahan- lahan,  di dalam hubungan 

interaksional inilah terjadi suatu proses belajar mengajar di antara manusia , 

dimana  di dalam proses dakwah merupakan permulaan yang fundamental bagi 

suksesnya dakwah. Tanpa adanya suatu proses belajar mengajar maka dakwah 

sulit memperoleh tempat di dalam hati manusia.

Berdasarkan video ceramah Ustadz Adi Hidayat mengenai 

memaknai esesnsi  takwa, diketahui bahwa Ustadz Adi Hidayat menggunakan 

beberapa metode dalam menyampaikan pesan dakwahnya. Diantaranya adalah 

dengan menggunakan metode tulisan.  Dalam setiap kajiannya Ustadz Adi 

Hidayat selalu menggunakan papan tulis untuk menjelaskan kepada mad’unya. 

Dimana tulisan- tulisan tersebut memuat isi - isi pelajaran dan nasehat yang baik 

agar kita saat menjelaskan suatu materi harus dengan sumber yang jelas. Selain 

itu dengan penyampaian yang baik maka dapat menyentuh perasaan sehingga 

dapat membengk itkan semangat untuk mengamalkan syari’at Islam. 

6

Hafniati, “Interak si Da’i   dan Mad’u Tentang Penguasaan Media dan Metode Dak wah 

Dalam Mencapai Hasil dan Tujuan Dak wah”, Jurnal Liwaul Dakwah,  Vol. 10, No. 2, 2020, 93. 

10

Adapun metode selanjutnya yang digunakan oleh Ustadz Adi 

Hidayat adalah metode diskusi yang dijalankan dengan format kajian dakwah. 

Metode ini dilakukan setelah menerangkan semua bahasan materi dakwah. 

Dengan metode diskusi ini Ustadz Adi Hidayat memberikan kesempatan 

kepada mad’u yang hadir di dalam kajiannya  untuk bertanya. Metode yang 

digunakan oleh Ustadz Adi Hidayat ini sangat baik dalam menciptakan interaksi 

antara da’i   dengan mad’u. Metode ini dapat m embuat materi yang disampaikan 

oleh da’i lebih mudah diterima oleh ma’u dan mad’u juga lebih jelas menerima 

pesan yang disampaikan oleh da’i.

D.  Kondisi Idealnya Jika Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh 

Mad’u

Kondisi idealnya agar seorang da’i  dakwahnya  bisa diterima harus 

ada sebuah  perbaikan cara penyampaian sampai metode yang digunakan. Dalam 

penyampaiannya  harus menggunakan perkataan yang baik, memiliki hubungan 

erat dengan mad’u,  tidak membedakan - bedakan agama antar mad’u, 

menggunakan metode yang persuasif   Dengan cara tersebut maka dakwah akan 

bisa diterima oleh mad’u. Da’i harus  menarik perhatian mad’u sehingga mad’u 

tidak merasa bosan dalam kondisi tersebut.   Karena Kondisi itu mad’u akan 

mempunyai kesulitan dalam memahami dakwah yang  telah   disampaikan.

Gaya suara Ustad Adi Hidayat Dalam ceramanya sangat bervariasi. 

Dia sangat  memperhatikan nada suara seperti Pitch, Pause, penekanan dan 

kecepatan dalam mengucapkan kata atau Rate. Sehingga mad’u yang 

mendengarkan tidak bosan serta dapat merasakan emosi yang tengah dibangun 

dalam dakwah tersebut yang seolah- olah pendengar merasakan dan menerima 

pesan dakwah dalam tersebut. Gaya gerak tubuh Ustad Adi Hidayat dalam 

ceramah ini banyak menggunakan gerak non verbal ini, mulai dari pakaian yang 

diken akan sangat sopan dan syar’i, kontak mata yang sangat apik untuk 

dimainkan, mimik wajah dari mengerutkan kening, alis, wajah marah, sedih, 

kecewa. Semua telah tergambar dengan jelas. Gerakan tangan juga demikian, 

11

tidak terlalu berlebihan. Hingga perpindaha n gerak tubuh mengikuti kamera 

yang sedang aktif pun tergambar dengan sangat rapih dan tidak terkesan 

berpindah - pindah. Ceramah ustadz Adi Hidayat memiliki ciri khas tersendiri, 

yakni sambil membuat coretan di papan tulis.   Hampir setiap ceramahnya, ia 

menggunakan media papan tulis dan spidol.

12

BAB III

PENUTUP

A.  Kesimpulan

1.  Dalam berdakwah yang dilakukan oleh da’i perlu memperhatikan kondisi 

psikologi mad’u, sehingga pesan dakwah yang dilakukan secara tidak 

langsung dapat menggunakan komunikasi yang mudah  dipahami oleh 

keragaman masyarakat. Sehingga isi pesan dakwah untuk menumbuhkan 

kesadaran dan perilaku beragama mad’u dapat tercapai sesuai dengan 

tujuan dakwah .

2.  Bedasarkan video dakwah dari Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA. y ang berada 

dalam channel youtubenya  Trans TV Official dengan mengangkat tema 

“Memaknai Esensi Taqwa” terlihat bahwa da’i menyampaikan pesan 

dakwahnya dengan sangat jelas dan semangat hal ini tentunya membuat 

para mad’u akan tertarik dalam mendengarkan pesan yang disampaikan.

3.  Berdasarkan video ceramah Ustadz Adi Hidayat mengenai memaknai 

esesnsi takwa, diketahui bahwa Ustadz Adi Hidayat menggunakan 

beberapa metode dalam menyampaikan pesan dakwahnya. Diantaranya 

adalah dengan menggunakan metode tulisan dan juga menggunakan 

metode diskusi. Dengan metode diskusi ini Ustadz Adi Hidayat 

memberikan kesempatan kepada mad’u yang hadir di dalam kajiannya 

untuk bertanya. Metode yang digunakan oleh Ustadz Adi Hidayat ini 

sangat baik dalam menciptakan interaksi antara da’i dengan mad’u.  Selain 

itu dengan penyampaian yang baik maka dapat menyentuh perasaan 

sehingga dapat membengkitkan semangat untuk mengamalkan syari’at 

Islam

4.  Kondisi idealnya agar seorang da’i dakwahnya  bisa diterima harus ada 

sebuah  perbaikan cara penyampaian sampai metode yang digunakan. 

Dalam penyampaiannya  harus menggunakan perkataan yang baik, 

memiliki hubungan erat dengan mad’u,  tidak membedakan - bedakan agama 

13

antar mad’u, menggunakan metode yang persuasif  Dengan cara tersebut 

maka dakwah akan bisa diterima oleh mad’u. Da’i harus  menarik  perhatian 

mad’u sehingga mad’u tidak merasa bosan dalam kondisi tersebut.  Karena 

Kondisi itu mad’u akan mempunyai kesulitan dalam memahami dakwah 

yang   telah disampaikan.

14

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Syihata. 1978.  Dak wah Islamiyah. Jakarta: Departemen Agama RI.

Aziz, Moh. Ali. 2004.   Ilmu Dak wah . Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Farida. 2016.  Psikologi Mad’u di Era Media Elektronik (Prediksi Perubahan 

Perilaku Masyarakat). Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam. 4(2): 281.

Hafniati. 2020.  “Interak si Da’i  dan Mad’u Tentang Penguasaan Media dan Metode 

Dak wah Dalam Mencapai Hasil dan Tujuan Dak wah”.   Jurnal Liwaul Dakwah. 

10(2): 102-127.

Najamuddin.   Metode Dakwah Menurut Al-Qur’an. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.

Rahmatiah, St. 2014.  Peran Psikologi dalam Proses Dakwah . Jurnal Bimbingan 

Penyuluhan Islam. 1(1): 88. 

CARA MENGHADAPI TETANGGA YANG IRI DENGKI DAN SUKA KEPO (PENGAJIAN LUCU NGAPAK MUMPUNI HANDAYAYEKTI)

 CARA MENGHADAPI TETANGGA YANG IRI DENGKI DAN SUKA 

KEPO (PENGAJIAN LUCU NGAPAK MUMPUNI HANDAYAYEKTI)

KELOMPOK 04

1. Muntaha Hermawan      (201190179)

2.  Murjiati          (201190180)

3.  Novinda Ellysta Sari      (201190202)

4.  Novita Febrianti        (201190203)

5.  Nunung Latifatul Munawaroh    (201190206)

A. KONDISI PSIKOLOGI MAD'U

Jumat, 17 Juni 2022

Kelompok 04

 i

CARA MENGHADAPI TETANGGA YANG IRI DENGKI DAN SUKA 

KEPO (PENGAJIAN LUCU NGAPAK MUMPUNI HANDAYAYEKTI)

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah

“Psikologi Dakwah”

Dosen Pengampu:

Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah, M.Pd.I

Disusun Oleh Kelompok 04/ PAI F:

1.  Muntaha Hermawan      (201190179)

2.  Murjiati          (201190180)

3.  Novinda Ellysta Sari      (201190202)

4.  Novita Febrianti        (201190203)

5.  Nunung Latifatul Munawaroh    (201190206)

PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONOROGO

2022

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan 

rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kami bisa menyusun makalah 

ini dengan judul “Cara Menghadapi Tetangga yang Iri Dengki dan Suka Kepo 

(Pengajian Lucu Ngapak Mumpuni Handayayekti)” Kami juga mengucapkan 

banyak terima kasih kepada Ibu Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah, M.Pd.I selaku 

dosen pengampu mata kuliah kami yang telah memberikan tugas ini kepada kami 

sehingga kami mendapatkan banyak tambahan pengetahuan khususnya dalam 

masalah “Cara Menghadapi Tetangga yang Iri Dengki dan Suka Kepo (Pengajian 

Lucu Ngapak Mumpuni Handayayekti)”.

Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami susun ini 

bisa memberikan  banyak manfaat serta menambah pengetahuan terutama dalam 

hal “Cara Menghadapi Tetangga yang Iri Dengki dan Suka Kepo (Pengajian Lucu 

Ngapak Mumpuni Handayayekti)”. Selain itu, pemakalah menyadari bahwa 

makalah ini masih memiliki banyak kekurangan dan tentunya membutuhkan 

perbaikan, sehingga kami sangat mengharapkan masukkan serta kritik dari para 

pembaca.

Ponorogo, 15 Mei 2022

Penyusun

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL  ................................................................................................ i

KATA PENGANTAR  ............................................................................................  ii

DAFTAR ISI  ..........................................................................................................  iii

BAB I PENDAHULUAN  ........................................................................................  1

A.  Latar Belakang  .............................................................................................  1

B.  Rumusan Masalah  ........................................................................................  2

C.  Tujuan  ..........................................................................................................  2 

BAB Ii Pembahasan  .................................................................................................  3 

A.  Kondisi Psikologis Mad’u  ............................................................................  3

B.  Kondisi Psikologis Da’i  ...............................................................................  4 

C.  Interaksi Antara Da’i Dan Mad’u  ................................................................  7

D.  Kondisi Ideal Yang Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh 

Mad’u  ...........................................................................................................  9

BAB III PENUTUPAN  ..........................................................................................  11 

A.  Kesimpulan  ................................................................................................  11 

DAFTAR PUSTAKA  ............................................................................................  12

1

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Dakwah adalah kegiatan yang sifatnya mengajak, menyeru, serta 

memanggil orang (mad’u) untuk beriman dan taat  kepada Allah SWT sesuai 

dengan aqidah dan syariat Islam. Kegiatan dakwah merupakan proses 

komunikasi antara seorang da’i dengan mad’u, yang mana dengan adanya 

komunikasi, maka seseorang dapat menyampaikan apa yang ada dalam 

pikirannya dan apa yang dirasakan orang lain.

Selain itu dakwah diartikan dengan suatu ajakan yang dilakukan untuk 

membebaskan manusia secara individu dari pengaruh luar nilai kejahatan 

menuju internalisasi nilai ketuhanan. Bahwasannya dakwah termasuk dalam 

tindakan komunikasi, akan tetapi tidak semua aktivitas komunikasi disebut 

dengan dakwah. Pada hakikatnya dakwah sendiri merupakan suatu ajakan atau 

seruan dalam berbuat kebajikan untuk mentaati perintah dan menjauhi larangan 

Allah SWT.

Pada dasarnya dakwah bertujuan untuk mempengaruhi  dan 

mentransformasikan sikap batin serta perilaku manusia menuju tatanan yang 

baik pada setiap individu maupun kelompok. Kegiatan dakwah tidak hanya 

dilakukan dengan lisan melainkan bisa dilakukan secara tulisan bahkan melalui 

sebuah film. Dimana seorang da’i melakukan aktivitas dakwahnya dengan cara 

memanfaatkan media sebagai alat untuk menyampaikan pesen dakwah.

Banyak orang yang beranggapan bahwa suatu aktivitas dakwah harus 

dengan ceramah kyai. Padahal dengan seiring perkembangan zaman, 

kebutuhan akan berdakwah semakin meningkat sehingga muncul sebuah 

inovasi dalam berdakwah. Perkembangan teknologi informasi yang semakin 

pesat, dakwah dapat dilakukan melalui media yang lebih modern. Kegiatan 

dakwah sekarang sudah berkembang menjadi sebuah profesi dengan  menuntut 

skill, planning serta manajemen yang handal. 

2

Salah satunya pada tayangan di situs channel youtube Avin Videos 

dengan jumlah subscriber 313 ribu subscribe yang berjudul “Cara Menghadapi 

Tetangga yang Iri Dengki dan Suka Kepo (Pengajian Lucu Ngapak  Mumpuni 

Handayayekti)” dengan jumlah penonton 892 ribu penonton, adalah Mumpuni 

Handayayekti, beliau viral di media sosial dengan dakwahnya yang membuat 

lelucon para penonton. 

Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk 

menganalisis pesan dakwah Mumpuni Handayayekti yang berada di channel 

youtube Avin Videos dengan alamat web https://youtu.be/Y89xUJwGtos “Cara 

Menghadapi Tetangga yang Iri Dengki dan Suka Kepo (Pengajian Lucu 

Ngapak Mumpuni Handayayekti)”. Dalam video tersebut beliau memberikan 

pesan dakwah mengenai cara menghindari sikap dengki dan kepo. Oleh karena 

itu, peneliti mengangkat sebuah judul  “CARA MENGHADAPI 

TETANGGA YANG IRI DENGKI DAN SUKA KEPO (PENGAJIAN 

LUCU NGAPAK MUMPUNI HANDAYAYEKTI)”.

B. Rumusan Masalah

a.  Bagaimana kondisi psikologis mad’u?

b.  Bagaimana kondisi psikologis da’i?

c.  Bagaimana interaksi antara da’i dan mad’u?

d.  Bagaimana  kondisi idealnya, jika mengupayakan perbaikan agar yang 

disampaikan da’i dapat diterima atau dipahami oleh mad’u?

C.  Tujuan

a.  Untuk mengetahui kondisi psikologis mad’u.

b.  Untuk mengetahui kondisi psikologis da’i.

c.  Untuk mengetahui interaksi antara da’i dan mad’u.

d.  Untuk mengetahui kondisi idealnya, jika mengupayakan perbaikan agar 

yang disampaikan da’i dapat diterima atau dipahami oleh mad’u.

3

BAB II

PEMBAHASAN

A.  Kondisi Psikologis Mad’u

Dalam aktivitas dakwah Mad’u merupakan manusia yang menjadi 

sasaran dakwah atau penerima dakwah, baik secara individu maupun 

kelompok, baik yang beragama Islam maupun bukan, dengan kata lain 

orang yang menerima dakwah secara keseluruhan. Tidak dapat dipungkiri 

bahwa setiap individu mad’u memiliki harapan ketika sedang 

mendengarkan materi dakwah. Oleh karena itu, perlu adanya penyesuaian 

antara materi yang disampaikan oleh da’i dengan kebutuhan mad’u. 

Menurut Ilyas dan Prio bahwa “kepentingan dakwah itu berpusat pada apa 

yang dibutuhkan oleh mad’u, bukan kepada apa yang dikehendaki oleh 

pelaku dakwah (da’i).

Materi dakwah yang menempatkan mad’u sebagai pusat penerima 

dakwah menghendaki strategi dakwah yang empatik, simpati dan 

humanistis. Empatik dan simpatik dalam dakwah menghendaki sikap 

yang menempatkan da’i dalam  posisi mad’u. Sedangkan dakwah 

humanistis menghendaki pengakuan terhadap sisi kemanusiaan mad’u 

secara utuh, baik pemikirannya, kejiwaannya, maupun problematikanya. 

Dengan demikian, apabila terdapat salah satu aspek ditinggalkan maka 

secara langsung menjadikan dakwah kurang efektif, lantaran tidak sesuai 

dengan kebutuhan mad’u yang nantinya tidak akan memberikan manfaat 

apapun.

Pada dasarnya dakwah memiliki tujuan yaitu untuk mewujudkan 

kebahagiaan dan kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat dengan ridha 

Allah SWT. Nabi Muhammad SAW telah mencontohkan dakwah kepada 

umatnya dengan berbagai cara baik secara lisan, tulisan maupun 

perbuatan. Dengan demikian seorang da’i sangat dituntut untuk 

menguasai materi, media, serta metode yang digunakan secara tepat dan 

benar, maka diperlukan sebuah pendekatan khusus sesuai dengan 

4

kebutuhan, situasi dan kondisi seorang mad’u sehingga tujuan dakwah 

dapat terealisasi.

1

Dengan demikian, seorang da’i harus mengetahui kondisi psikologis 

mad’u, yang mana  masing-masing mad’u memiliki karakter yang 

berbeda-beda. Maka dalam penyampaian dakwah perlu adanya strategi 

yang tepat, dengan tujuan agar mad’u mudah dalam menerima materi 

dakwah. Secara keseluruhan kondisi psikologis mad’u dalam 

penyampaian materi dakwah oleh da’i mudah diterima oleh mad’u, 

terlihat ketertarikkannya mad’u terhadap penyampaian meteri oleh da’i. 

Maka dapat diketahui bahwa, kondisi psikologis seorang mad’u 

mengalami perkembangan yang cukup baik setelah da’i memberikan 

motivasi terkait materi dakwah yang disampaikan. Oleh karena itu, perlu 

adanya dorongan yang kuat agar seorang mad’u mampu menyesuaikan 

dengan kondisi yang sesuai dengan kebutuhan.

B.  Kondisi Psikologis Da’i

Kata Da’I atau  da’iyah menurut bahasa adalah isim fail berwazan 

fa’ilah dari kata da’aa, yad’uu, daa’in. Kata da’iyah bermakna suara kuda 

dalam suatu peperangan karena ia menjawab orang yang berteriak-teriak 

memanggilnya. Sedangkan Da’I secara istilah adalah orang Islam yang 

secara syariat mendapat beban dakwah mengajak kepada agama Allah.

2

Tidak diragukan lagi bahwa definisi ini mencakup seluruh lapisan dari 

rasul, ulama, penguasa setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan. 

Da’i dapat diibaratkan sebagai seorang  guide  atau pemandu terhadap 

orang-orang yang ingin mendapat keselamatan hidup dunia dan akhirat. 

Dalam hal ini da’i adalah seorang petunjuk jalan yang harus mengerti dan 

memahami terlebih dahulu mana jalan yang boleh dilalui dan yang tidak 

1

Hafniati,  Interaksi Da’i dan Mad’u Tentang Penguasaan Media dan Metode Dakwah 

dalam Menapai Hasil dan Tujuan Dakwah, Liwaul Dakwah:  Volume 10, No. 2, Juli-Desember 

2020, 97-104.

2

Drs. Wahidin Saputra, Pengantar Ilmu Dakwah, (Jakarta, 2011). 1 

5

boleh dilalui oleh seorang muslim, sebelum ia memberi petunjuk jalan 

kepada orang lain. 

Pendapat lain mengungkapkan bahwa Da’i adalah seseorang yang 

melakukan ajakan atau orang yang menyampaikan ajaran (muballigh). 

Subjek dakwah merupakan unsur penting dalam pelaksanaan dakwah 

karena seorang da’i akan menjadi pemandu titian yang mengemban misi 

risalah dan diserukan kepada objek dakwah dengan dalil yang dapat 

dipertanggung jawabkan kebenarannya. Seorang da’i dituntut mampu 

mengetuk dan menyentuh hati umat yang dihadapinya secara profesional 

agar misi yang disampaikan dapat diterima oleh umat.

3

Kondisi psigologi Da’I dalam malakah ini yang tertarik untuk 

menganalisis pesan yang terkandung dalam dakwah salah satu tayangan 

di situs channel youtube Avin Videos dengan jumlah subscriber 313 ribu 

subscribe yang berjudul “Cara Menghadapi Tetangga yang Iri Dengki dan 

Suka Kepo (Pengajian Lucu Ngapak Mumpuni Handayayekti)” dalam 

video tersebut beliau menyampaikan beberapa pesan mengenai keimanan 

serta ikhtiar, kreatif dedikatif sekaligus selalu berusaha untuk mencapai 

sebuah kesuksesan. Ustadzah Mumpuni memiliki ciri khas tersendiri 

dalam penyampain dakwahnya yaitu dengan bahasa ngapaknya dan 

lelucon yang digunakan saat berdakwah. 

Ustadzah Mumpuni yang memiliki nama lengkah Mumpuni 

Handayayekti. Ia lahir di Cilacap, Jawa Tengah pada tanggal 27 

September 1995, dan saat ini berusia 27 tahun. Ustadzah Mumpuni ini 

sebenarnya sudah lama dikenal oleh masyarakat sebagai penceramah saat 

beliau mengikuti kompetisi AKSI Indosiar. Ustadzah Mumpuni sudah 

memiliki kebiasaan ceramah dan dakwah sejak masih duduk dibangku 

kelas 3 SD, Ustadzah Mumpuni sudah dikenal masyarakat Cilacap 

sebagai pendakwah cilik. Keahliannya tersebut tidak lepas dari peran 

Ayah Mumpuni yang mengenalkannya pada beberapa tokoh agama 

3

Aris Risdiana, Transformasi Peran Da’i Dalam Menjawab Peluang Dan Tantangan (Studi 

terhadap Manajemen SDM), Jurnal Dakwah, Vol. XV, No. 2 Tahun 2014. 438.  

6

kondang setempat. Hal ini bermula saat Ayah Mumpuni mengetahui 

bahwa anaknya gemar berkaca dengan berbicara layaknya seorang 

penceramah, maka kemudian sang Ayah melatihnya dengan bahan dan 

dalil-dalil keagamaan yang kuat. Selain itu Ayah-nya juga mengenalkan 

anaknya pada KH Marzuki yaitu tokoh Kiai yang sangat disegani di 

Bayumas. Dan sejak saat itulah Ustadzah Mumpuni mulai berceramah 

dan berdakwah didepan masyarakat. Namanya semakin melambung 

karena beliau berhasil menjuarai kompetisi AKSI Indosiar dengan 

membawa juara 1 pada tahun 2014. Setelah mengikuti kompetisi tersebut 

nama Ustadzah Mumpuni mulai dikenal oleh banyak orang dan juga 

diundang dalam berbagai acara untuk menjadi pengisi acara diberbagai 

daerah di Indonesia. 

Dalam tanyangan youtube tersebut Ustadzah Mumpuni menjelaskan 

bagaimana cara menjadi orang sukses  dan menghadapi tetangga yang iri 

dengki dan suka kepo terhadap apa yang kita punya, jika seseorang ingin 

sukses harus mau kehujanan dan kepanasan dahulu artinya jika seseorang 

mau sukses harus berusaha dan bersakit-sakit dahulu. Jika seseorang yang 

memiliki hati tetapi terdapat penyakit maka mereka didunia sudah 

mendapatkan imbasnya sebelum diakhirat, lalu bagaimana cara 

menghadapi orang yang iri dengki dan suka kepo, caranya yaitu dengan 

tidak meninggalkan shalat, berperilaku yang baik terhadap tetangga dan 

tidak mengurusi haknya orang lain serta harus hidup rukun dengan 

tetangga tidak menjelek-jelekkan tetangga. Jika seseorang beriman 

kepada Allah SWT dan beriman kepada hari akhir maka harus 

memuliakan tetangga dan juga perngertian kepada tetangga. Karena  sikap 

tersebut dapat menurunkan rasa iri dengki dan suka kepo terhadap 

tetangga. Ustadzah Mumpuni juga menerangkan pentingnya shalat wajib 

yang harus selalu dikerjakan agar dapat diridhoi Allah dalam melakukan 

segala sesuatu serta dapat dilancarkan segala usahanya. 

7

C.  Interaksi antara da’i dan mad’u

Allah telah mewajibkan bagi segenap umuat muslim untuk 

melaksanakan  dakwah islamiah dalam masyarakat diberbagai lapisan 

(QS. Ali Imran: 104) dengan memperhatikan beberapa faktor yang 

melingkupinya. Faktor-faktor tersebut tentunya meliputi seluruh unsur 

kegiatan dakwah yaitu subyek dakwah, obyek dakwah, materi dakwah, 

media dan metode dakwah yang digunakan.  Namun dalam prosesnya 

faktor tersebut memerlukan adanya sistem interaksi dan komunikasi 

secara konsisten, sistematis dan terarah, sehingga tanpa adanya sistem ini 

justru akan menghambat efektifitas proses kegiatan dakwah. Dapat 

dijelaskan bahwa hubungan yang terjadi merupakan hubungan sebab 

akibat dimana kegiatan berdakwah bukan semata merupakan kegiatan 

menyampaikan pesan ajaran Islam melainkan juga berfungsi 

mengembangkan/mendayagunakan tugas kehalifahan manusia di bumi. 

Mengembangkan dan mendayagunakan tugas kehalifahan tentunya 

melibatkan interaksi sosial secara terus menerus dan kontinyu.

Dikatakan  oleh HM. Arifin bahwa proses kegiatan dakwah tidak 

hanya menyangkut hubungan interpersonal, melainkan hubungan antar 

personal dan hubungan sosial. Hal ini disebabakan dalam kehidupannya, 

manusia merupakan makhluk sosial yang senantiasa mengarahkan seluruh 

kehidupannya dengan menjalin hubungan baik terhadap lingkungan fisik, 

psikis dan lingkungan ruhaniahnya.

4

Dakwah dalam proses interaksi dikenal dengan istilah personal 

approach  atau dakwah  face to face  sehingga terjadi proses pengaruh 

mempengaruhi antara subyek dakwah (da’i) dengan sasaran dakwah 

(mad’u) atau sebaliknya. Begitu pula dengan dakwah secara komunal atau 

umum dikenal dengan istilah general approach seperti pengajian akbar, 

majelis taklim, maka disini juga terjadi  proses saling mempengaruhi 

antara dai dan mad’u dalam kelompok sosial. Secara makro, dakwah juga 

4

HM. Arifin, Psikologi Dakwah : Suatau Pengantar, (Jakarta: Bumi Aksara, 1997), 67.  

8

dapat dipandang sebagai sistem dari Suprasistem yang berupa sosio-kultural dalam arti yang luas.

Sitem dakwah dapat dipandang secara makro dan mikro. Secara 

makro, sistem dakwah merupakan sub sistem sosio-kultural dalam arti 

luas, sehingga analisa terhadapnya tidak dapat dilepaskan dengan 

subsistem ideologi, politik, pendidikan, ekonomi, ilmu teknologi dan 

budaya dalam arti sempit.  Secara mikro dakwah Islam merupakan sistem 

yang berdiri sendiri sehingga analisa terhadapnya berdasarkan analisa 

faktor komponen yang membentuk sistem. Sistem dakwah terbentuk dari 

beberapa subsistem yang merupakan komponen-komponen yang lebih 

kecil dan merupakan bagian dari sistem dakwah. Beberapa subsistem 

yang merupakan komponen dakwah tersebut tidak lain adalah unsur-unsur 

dakwah itu sendiri, yaitu da’i, mad’u (obyek dakwah), maddah (materi 

dakwah), wasilah (media), metode (thariqah), dan atsar (efek dakwah).

Keseluruhan dari subsistem dakwah ini merupakan satu kesatuan 

yang sangat  terkait satu dengan yang lain. Jika satu subsistem saja 

terlepaskandari  sistem  dakwah maka target pencapaian cita-cita dakwah 

menjadi terganggu.  Dalam sistem selalu terdapat input, output dan proses. 

Input  yaitu da’i sebagai sumber informasi atau sebagai komunikator, 

Output yaitu cita-cita dakwah yang merupakan cita-cita jangka panjang, 

Proses yaitu pelaksana dakwah, Feedback yaitu proses umpan balik dari 

mitra dakwah setelah proses dakwah, yang kemudian diikuti proses 

evaluasi secara cermat dan tindakan korektif.

Menurut Amrullah Ahmad pada umumnya sistem terdiri dari lima 

komponen dasar, yaitu input (masukan), convertion (proses pengubahan), 

output (keluaran), feedback (umpan balik), dan  environment 

(lingkungan).

Menurut pakar ilmu dakwah, interaksi sosial unsur-unsur dakwah 

sendiri meliputi: 

1.  Interaksi antara maddah dan da’i akan  menghasilkan 

hakikat dan makna pesan dakwah. 

9

2.  Interaksi antara da’i dan mad’u akan menghasilkan kegiatan 

tabligh dan silaturrahmi.

3.  Interaksi antara mad’u dan Tujuan dakwah menghasilkan 

model perilaku yang islami.

4.  Interaksi antara tujuan dan da’i menghasilkan tema-tema 

efektifitas dan efisiensi kegiatan dakwah.

5.  Interaksi antara da’i, mad’u, maddah, tujuan dan washilah 

secara bersama-sama akan menghasilkan kegiatan 

pemberdayaan dan pengembangan potensi kemanusiaan 

secara integral dan komprehensif.

Interaksi yang terbentuk dari masing-masing unsur dakwah pada 

hakikatnya bertujuan untuk mempengaruhi objek atau  mad’u, sehingga 

membawa perubahan sikap dan perilaku sesuai dengan tujuan dakwah 

yaitu mencapai kebahagian. Aspek yang memiliki kontribusi positif 

dengan pencapaian tujuan dakwah, dapat dilihat secara jelas dunia dan 

akhirat dari interaksi anatara da’i dan mad’u. Adapun faktor yang terlibat 

dalam dinamika interaksi sosial adalah faktor sugesti, imitasi, identifikasi 

dan simpati.

D.  Kondisi Ideal Yang Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima 

Oleh Mad’u

Kondisi ideal yang diupayakan untuk perbaikan agar diterima oleh 

mad'u yaitu memiliki kemampuan yang meliput kemampuan membaca 

dan memahami seluk beluk komunikannya sehingga dapat dirancang 

metode apa yang cocok dipakai, terutama dalam berkomunikasi. Dengan 

mengetahui karakter komunikan seorang da’i bisa merancang media apa 

yang cocok digunakan, apakah media yang bersifat audio, visual ataukah 

yang bersifat audio visual. Selain media, juga dapat ditentukan sikap 

yang cocok untuk ditampilkan oleh seorang da’i, menciptakan suatu 

tekhnik agar antara da’i dan mad’u terjalin komunikasi yang lancar dan 

memiliki ikatan moral yang tinggi.  

10

Selain itu, sejatinya seorang da’i harus memiliki kualifikasi moralitas 

dan keluhuran budi pekerti seperti Rasulullah saw. atau  paling tidak 

mendekatinya. Keluhuran budi pekerti ini menjadi salah satu pendorong 

yang memungkinkan masyarakat (mad’u) dapat mengikuti jalan 

kebenaran yang diserukan sang da’i.

5

Dalam penyampaian dakwah dari ustadzah Mumpuni Handayayekti 

sangat  menarik dan mudah untuk dimengerti baik untuk kalangan muda 

maupun untuk kalangan orang tua. Cara menyampaikan pesan dalam 

dakwah juga menggunakan bahasa keseharian dan sangat santai sehingga 

sangat mudah dalam pemahamannya. Dalam dakwah tersebut juga 

menyampaikan pesan yang begitu sangat baik dimana kita dilarang iri 

dengki dan kepo terhadap apapun yang sedang terjadi kepada orang lain.

5

Haryanto,  Relasi Kredibilitas Da’I dan Kebutuhan Mad’u,  dalam Mencapai 

Kebutuhan Dakwah, Jurnal: Tasamuh, Vol. 16, No. 02 Juni 2018, 65-68.

11

BAB III

PENUTUP

A.  Kesimpulan 

Dalam aktivitas dakwah Mad’u merupakan manusia yang menjadi 

sasaran  dakwah atau penerima dakwah, baik secara individu maupun 

kelompok, baik yang beragama Islam maupun bukan, dengan kata lain 

orang yang menerima dakwah secara keseluruhan.

Da’i adalah seseorang yang melakukan ajakan atau orang yang 

menyampaikan ajaran (muballigh).

Dakwah dalam proses interaksi dikenal dengan istilah personal 

approach  atau dakwah  face to face  sehingga terjadi proses pengaruh 

mempengaruhi antara subyek dakwah (da’i) dengan sasaran dakwah 

(mad’u) atau sebaliknya.

Kondisi ideal yang diupayakan untuk perbaikan agar diterima oleh 

mad'u yaitu memiliki kemampuan yang meliput kemampuan membaca dan 

memahami seluk beluk komunikannya sehingga dapat dirancang metode 

apa yang cocok dipakai, terutama dalam berkomunikasi.

12

DAFTAR PUSTAKA

Arifin. 1997, Psikologi Dakwah : Suatau Pengantar, Jakarta, Bumi Aksara.

Haryanto.  2018,  Relasi Kredibilitas Da’I dan Kebutuhan Mad’u,  dalam 

Mencapai Kebutuhan Dakwah, Jurnal, Tasamuh, Vol. 16, No. 02.

Hafniati.  2020,  Interaksi Da’i dan Mad’u  Tentang Penguasaan Media dan 

Metode Dakwah dalam Menapai Hasil dan Tujuan Dakwah, Liwaul 

Dakwah, Volume 10, No. 2.

Risdiana,  Aris. 2014,  Transformasi Peran Da’i Dalam Menjawab Peluang 

Dan Tantangan  (Studi terhadap Manajemen SDM),  Jurnal Dakwah, 

Vol. XV, No. 2.

Saputra., Wahidin. 2011, Pengantar Ilmu Dakwah, Jakarta.

Link Presentasi dan Video Youtube Kelompok 07

 Link Presentasi Kelompok 07 https://www.youtube.com/watch?v=Pr66JsYaWuA Link Video Youtube  https://www.youtube.com/watch?v=jQiAxCgQpdM