Minggu, 19 Juni 2022

Kelompok 05

 MEMAKNAI ESENSI TAQWA OLEH USTADZ ADI 

HIDAYAT, Lc, MA.

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada mata kuliah

“Psikologi Dakwah”

Dosen Pengampu  : 

Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah, M.Pd.I.

Disusun oleh kelompok  5 / PAI F   :

1.  Muna Nur Hidayatuz Z.  (201190178)

2.  Neti Aulia Sari   (201190190)

3.  Nila Verry Asmarita  (201190193)

4.  Nu’ma Nafisa  (201190205)

JURUSAN  PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI  PONOROGO

2022 

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat  Allah SWT, karena hanya dengan 

segala rahmat- Nyalah akhirnya kami bisa menyusun makalah dengan judul 

“Memaknai Esensi Taqwa oleh Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA”. Kami juga 

mengucapkan terimakasih kepada ibu Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah, M,Pd.I selaku 

dosen pen gampu kami yang telah memberikan tugas ini kepada kami sehingga kami 

mendapatkan banyak tambahan pengetahuan khususnya dalam masalah memaknai 

esensi taqwa oleh Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA.

Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami susun ini 

bisa memberikan banyak manfaat serta menambah pengetahuan terutama dalam hal 

“Memaknai Esensi Taqwa Oleh Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA” . Selain itu, kami 

menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan dan 

membutuhkan perbaikan, sehingga kami  sangat mengharapkan masukan serta kritik 

dari para pembaca.

Ponorogo, Mei 2022

Penyusun

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.................................................................................................  i

KATA PENGANTAR..............................................................................................  ii

DAFTAR ISI  ..........................................................................................................   iii

BAB I PENDAHULUAN   .......................................................................................1

A.  Latar Belakang  ............................................................................................... 1

B.   Rumusan Masalah...........................................................................................2

C.  Tujuan  .............................................................................................................3

BAB II PEMBAHASAN   .........................................................................................4

A.  Kondisi Psikologis Mad’u  ...............................................................................4

B.   Kondisi Psikologis Da’i  ..................................................................................5

C.  Interaksi Antara Da’i dan Mad;u.....................................................................9

D.  Kondisi Idealnya Jika Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh 

Mad’u   ...........................................................................................................10

BAB III PENUTUP ................................................................................................12

A.  Kesimpulan  .................................................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA  ............................................................................................14

1

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Dakwah adalah menyeru kepada umat manusia untuk menuju kebaikan, 

memerintahkan yang ma’ruf  dan mencegah dari yang munkar dalam rangka 

mem peroleh kebahagiaan di dunia dan kesejahteraan di akhirat. Kerena itu, 

dakwah memiliki pengertian yang luas. Ia tidak hanya berarti mengajak dan 

menyeru umat manusia agar memeluk Islam, lebih dari itu dakwah juga berarti 

upaya membina masyarakat Islam agar menjadi masyarakat yang lebih 

berkualitas (khairu ummah) yang di bina dengan ruh tauhid dan ketinggian nilai -nilai Islam.  Menurut Quraisy Shihab sebagaiman a  yang dikutip oleh Samsul 

Munir Amin, dakwah adalah seruan atau ajakan kepada keinsyafan atau usaha 

mengubah situasi kepada situasi yang lebih baik dan sempurna, baik terhadap 

prbadi maupun masyarakat.

Selain pengertian diatas dakwah juga berarti proses penyampaian, ajakan 

kepada orang lain atau kepada masyarakat untuk memeluk, mempelajari dan 

mengamalkan ajaran agama secara sadar, sehingga membangkitkan dan 

mengembalikan potensi fitri orang itu, dan dapat hidup  bahagia di dunia dan di 

akhirat. Hukum dakwah adalah wajib ‘ain, dalam arti wajib bagi setiap muslim 

untuk berdakwah sesuai dengan  apa yang ia ketahui. Obyek dakwah dengan 

berurutan kepada diri sendiri, keluarga, sanak keluarga dekat, sebagian 

kelompok, kepada seluruh umat manusia. Berdakwah perlu menggunakan 

metode, yaitu cara dakwah yang teratur dan  terprogam secara baik agar maksud 

mengajak melaksanakan ajaran- ajaran agama Islam dengan baik dan sempurna. 

Metode dakwahnya dengan hikmah, maw’izhah hasanah , berdiskusi atau tukar 

pikiran   dengan cara yang baik, menyampaikan suatu kisah, peumpamaan, tanya 

jawab, dan keteladanan yang baik.

Bisa disimpulkan bahwa dakwah menempati posisi yang tinggi dan mulia 

dalam kemajuan agama Islam, tidak dapat dibayangkan apabila kegiatan dakwah 

2

mengalami kelumpuhan yang disebabkan oleh berbagai faktor terlebih pada era 

g lobalisasi sekarang ini, dimana berbagai informasi masuk begitu cepat dan 

instan yang tidak dapat dibendung lagi. Umat Islam harus dapat memilah dan 

menyaring informasi tersebut sehingga tidak bertentangan dengan nilai- nilai 

Islam.  Tujuan dakwah adalah terealisasinya nilai - nilai Islam dalam segala aspek 

kehidupan di dunia ini. Sehingga mendatangkan sisi positif berupa kebahagiaan 

dan kesejahteraan di dunia dan di akhirat nanti. Dakwah memiliki tujuan yang 

berorientasi kepada perilaku manusia. Dakwah akan mencapai tujuannya 

manakala ajaran Islam yang berupa norma- norma yang menuntun orang agar 

berbuat baik dan menjauhi perbuatan buruk dapat terealisasikan dengan 

sempurna. 

Dalam tayangan di situs youtube channel Trans TV Official dengan jumlah 

subscribe 15,6  juta yang berjudul “Memaknai Esensi Taqwa” dengan jumlah 

penonton lebih dari 23 ribu ditonton, adalah ustadz Adi Hidayat, Lc. MA. Beliau 

menggunakan alat papan tulis untuk menjelaskan isi dari dakwahnya. 

Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk menganalisis 

pesan dakwah  ustadz Adi Hidayat, Lc. MA. Yang berada di youtube channel 

Trans TV Official dengan alamat web  https://youtu.be/uMIfVEvMkS0

“Memaknai Esensi Taqwa”. Dalam video tersebut beliau memberikan pesan 

dakwah tentang  peningkatan taqwa maka Allah akan menjamin kebahagiaan 

dalam hidupnya, tambahan pengetahuan, dan dimudahkan jalan keluar dari 

setiap kehidupan yang dialami. Oleh karena itu, peneliti mengangkat sebuah 

judul “MENINGKATKAN ESENSI TAQWA”.

B.  Rumusan Masalah

1.  Bagaimana kondisi psikologis mad’u?

2.  Bagaimana kondisi psikologis da’i?

3.  Bagaimana interaksi antara da’i dan mad’u? 

3

4.  Bagaimana kondisi idealnya jika dilakukan perbaikan agar diterima 

oleh mad’u?

C.  Tujuan

1.  Untuk mengetahui kondisi psikologis mad’u.

2.  Untuk mengetahui kondisi   psikologis da’i.

3.  Untuk mengetahui interaksi antara da’i dan mad’u.

4.  Untuk mengetahui kondisi idealnya jika dilakukan perbaikan agar 

diterima oleh mad’u.

4

BAB II

PEMBAHASAN

A.  Kondisi  Psikologi  Mad’u

Dalam kajian teori komunikasi, sebuah pesan dianggap telah 

tersampaikan dengan baik apabila pesan tersebut sudah menghasilkan timbal 

balik dari komunikan. Timbal balik dalam hal ini diartikan sebagai efek dari 

pesan tersebut. Artinya jika kita korelasi kan  dalam aktivitas dakwah, proses 

dakwah dianggap berjalan dengan baik jika apa yang disampaikan da’i, telah 

mampu merubah kepribadian mad’u ke arah yang lebih baik. 

Aktivitas dakwah yang diartikan sebagai sebuah sistem secara 

material terdiri dari berbagai  unsur atau komponen, mulai dari da’i, isi dakwah, 

metode dakwah serta media dakwah. Untuk menuju proses dakwah yang efektif 

dan efisien, sudah menjadi hal yang wajib untuk memaksimalkan setiap 

komponen - komponennya. Paradigma inilah yang mengakibatkan para  da’i 

fokus untuk memaksimalkan komponen yang sifatnya material, padahal ada 

hal - hal yang sifatnya material, yang juga perlu diperhatikan seperti psikologi 

mad’u, kehidupan sosial mad’u dan lain sebagainya. 

Dalam melaksanakan tugas dakwah, seorang da’i dihadapkan pada 

kenyataan bahwa individu- individu yang akan diberi dakwah memiliki 

keberagaman dalam berbagai hal, seperti pikiran- pikiran, pengalaman, 

kepribadian, dan lain- lain. Keberagaman tersebut akan memberikan corak yang 

berbeda pula dalam menerima dakwah dan menyikapinya, untuk 

mengefektifkan usaha dakwah seorang da’i dituntut untuk memahami mad’u 

yang akan dihadapi. Seorang da’i dituntut menguasai studi psikologi yang 

mempelajari tentang kejiwaan manusia sebagai individu maupun anggota 

masyarakat, baik pada fase perkembangan manusia, anak, remaja, dewasa, dan 

lanjut usia. Dengan mengetahui kondisinya, tentu da’i akan bisa memilih 

5

materi, metode yang sesuai dengan mad’u sehingga dakwah bisa berjalan efektif 

dan efisien.

1

Dalam berdakwah yang dilakukan  oleh da’i perlu memperhatikan 

kondisi psikologi mad’u, sehingga pesan dakwah yang dilakukan secara tidak 

langsung dapat menggunakan komunikasi yang mudah dipahami oleh 

keragaman masyarakat. Sehingga isi pesan dakwah untuk menumbuhkan 

kesadaran dan perilaku  beragama mad’u dapat tercapai sesuai dengan tujuan 

dakwah. Mad’u dapat menyadari tentang kebutuhan agama dan berperilaku 

sesuai dengan nilai - nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga tugas 

tambahan bagi da’i, selain mengemas isi pesan dakwah Isl am yang mudah 

dipahami juga memprediksi perilaku mad’u yang memiliki keragaman 

psikologi. Maka dakwah Islam disampaikan da’i dengan komunikasi maupun 

simbol - simbol yang dapat diterima oleh mad’u di seluruh penjuru masyarakat 

dengan rasa yang menyenangkan dan terhibur.

2

B.  Kondisi  Psikologi  Da’i

Islam adalah agama dakwah yaitu agama yang mengajak dan 

memerintahkan umatnya untuk selalu menyebarkan dan menyiarkan ajaran 

Islam kepada seluruh umat manusia. Oleh sebab itu menyampaikan seruan 

dakwah kepada masyarakat sangat diperlukan sikap partisipatif  dari da’i atau 

mubaligh demi mewujudkan masyarakat muslim yang paham akan nilai- nilai 

agama.

3

Pengertian da’i secara khusus yaitu orang yang mengajak kepada orang 

lain baik secara langsung atau tidak langsung dengan kata - kata, perbuatan atau 

tingkah laku  ke  arah kondisi yang baik atau lebih baik menurut syariat Al- Qur’an 

dan sunnah. Berdasarkan pengertian khusus tersebut da’i identik dengan orang 

yang melakukan amar nahi munkar. Secara umum da’i yaitu setiap muslim atau 

1

St. Rahmatiah,  Peran Psik ologi dalam Proses Dak wah , Jurnal Bimbingan Penyuluhan 

Islam Vol. 1 No. 1, 2014, Hal. 88. 

2

Farida,  Psik ologi Mad’u di Era Media  Elek tronik (Predik si Perubahan Perilak u 

Masyarak at), Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam Vol. 4 No. 2, 2016, Hal. 281. 

3

Syihata Abdullah, Dak wah Islamiyah, (Jakarta: Departemen Agama   RI, 1978), 80. 

6

muslimat yang berdakwah  sebagai kewajiban yang melekat dalam diri sebagai 

realisasi perintah Rasulullah SAW.

4

Hal - hal  yang  semula menyimpang dari Al - Qur’an dan hadis 

diluruskan agar sesuai dengan ajaran Islam baik aqidah, muamalah, dan aspek -aspek kehidupan lainnya. Olehnya itu, da’i harus memenuhi kualifikasi dan 

syarat- syarat tertentu agar proses dakwahnya sesuai dengan target yang ingin 

dicapai yaitu: 

1.  Da’i harus mempunyai pengetahuan yang mendalam tentang Islam. 

Menjadi keharusan bagi da’i untuk mendalami pengetahuan agama baik 

masalah aqidah, fiqh, muamalah dan berbagai aspek disiplin  kegamaan 

lainnya. 

2.  Da’i harus terlebih dahulu mengetahui seluk beluk Islam sebelum terjun ke 

lapangan untuk berdakwah, sehingga da’i mampu memberikan pemahaman 

tentang kesempurnaan agama Islam kepada masyara kat.

3.  Da’i harus menjadi teladan yang baik bagi umat, sebab perilaku, aktifitas, 

akhlak, perkataan dan perbuatan da’i memiliki pengaruh yang signifikan 

terhadap umat.

5

Kondisi psikologis da’i dalam makalah ini tertarik untuk 

menganalisis pesan dakwah dari Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA. Yang berada 

dalam channel youtubenya Trans TV Official dengan mengangkat tema 

“Memaknai Esensi Taqwa”. Di dalam video tersebut menyampaikan pesan 

tentang  peningkatan taqwa maka Allah akan menjamin kebahagiaan dalam 

hidupnya, tambahan pengetahuan, dan dimudahkan jalan keluar dari setiap 

kehidupan yang dialami.

Ustadz   Adi Hidayat, Lc, MA. adalah salah satu pendakwah Islam 

Indonesia dan penulis buku keislaman. Ustad z   Adi Hidayat, Lc, MA. Lahir 

dengan nama  lengkap Adi Hidayat Warso pada tanggal 11 september 1984 di 

4

Moh. Ali Aziz, Ilmu Dak wah , (Jakarta: Kencana Prenada Me dia Group, 2004), 216. 

5

Najamuddin, Metode Dak wah Menurut Al-Qur’an, (Yogyakarta: Pustaka Insan Madani), 

23. 

7

Pandeglang,  Propinsi Ban ten .  Dari pasangan orang tua Warso Supena dan Rafiah 

Akhyar. Memiliki 4 saudara dan menikah dengan Shufairok atau dikenal dengan 

panggilan mbak Lir,  asli Lasem Rembang serta memiliki 3 orang anak. 

Pendidikan agama beliau dapatkan dari kedua orang tuanya, meski pertemuan 

dengan ayahnya tidak berlangsung lama dikarenakan sang ayahanda dipanggil 

oleh yang   maha kuasa saat Ustadz   Adi Hidayat berumur 3 tahun. Pelajaran 

mengaji Al - Qur’an beliau dapatkan dari sang ibunya sejak ia masih kecil 

bersama saudara- saudara lainnya. Dalam salah satu ceramahnya Usta dz   Adi 

Hidayat menceritakan bagaimana ibunya mendidik anak- anaknya untuk mengaji 

Al - Qur’an  diwaktu setelah shalat magrib. Sang ibunda akan mencari anak-anaknya yang tidak hadir saat pelajaran mengaji hingga ditemukan dimanapun 

mereka bersembunyi. Ustadz Adi Hidayat memulai pendidikan formal di TK 

Pertiwi Pandeglang, kemudian melanjutkan pendidikan ke SDN III Pandeglang, 

lalu melanju t kan Tsanawiyah dan Aliyah di Pesantren Darul Arpam 

Muhammadiyah Garut, lalu melanjutkan ke Universitas Islam Negeri Syarif 

Hidayatullah Jakarta. Pendidikan ilmu agamanya belum selesaikan di 

Pendidikan Pasca Sarjana di Islamic Call College Tripoli, Libya (Gelar Lc) dan 

juga Magister Agama (Gelar Ma) di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan 

Gunung Jati Bandung.

Ustadz   Adi Hidayat , Lc. MA.  dalam video ini  menjelaskan  tentang 

“Memaknai Esensi Taqwa”. Beliau menyampaikan dakwah pada mad’u dengan 

bahasa dan materi yang ringan dan mudah dipahami   juga santai. Berikut 

beberapa hal yang disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA.:

1.  Meningkatkan taqwa kepada Allah SWT maka Allah SWT akan menjamin 

hidup bahagia. Kalangan orang- orang yang berbahagia karena telah 

memenuhi  syarat meningkatkan ketaqwaan. 

2.  Meningkatkan taqwa kepada Allah SWT maka Allah SWT akan 

menjanjikan peningkatan pengetahuan kepada orang yang bertaqwa.  Selain 

itu, akan diberikan kemudahan dalam belajar di semua level pendidikan 

yang dia jalani.   

8

3.  Meningkatkan taqwa kepada All ah SWT maka Allah SWT akan 

menjanjikan kemudahan jalan keluar dari setiap persoalan kehidupan yang 

ia alami. Jika ada orang yang ada perm asalahan dan tidak kunjung selesai 

permasalahannya barangkali karena kurang bertaqwa dan k urang dekat 

kepada Allah SWT. 

Dalam video ini juga dibuka tanya jawab mengenai dakwah yang 

disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat, berikut ulasan mengenai tanya jawab 

tersebut:

1.  Pertanyaan: Apakah untuk manusia yang melakukan puasa selama bulan 

ramadhan, itu  sudah mampu untuk meraih ketaqwaan?

Jawab: Tidak semua orang puasa mendapatkan ketaqwaan kecuali yang 

bersungguh - sungguh dalam menjalankan puasanya. Nabi pernah bersabda 

bahwa tidak sedikit orang yang berpuasa hanya menahan lapar dan haus 

saja. Ukuran oran g mendapatkan derajat taqwa yautu pada peningkatan 

ibadah dan penjauhan maksiat.

2.  Pertanyaan: Dalam bulan Ramadhan manusia berlomba- lomba untuk 

meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. bagai mana cara kita untuk 

tetap meningkatkan ketaqwaan kita?

Jawab: kalau kita ingin istiqomah dalam bertaqwa maka perbanyak amal 

shalih setelah ramadhan dan pertahankan amalan yang biasa kita kerjakan 

saat ramadhan. Jika ketika kita biasa melakukan itu semua maka orang itu 

akan mendapatkan kenikmatan iman.

3.  Pertanyaan: Bertaqwa itu lillahita’ala. Tetapi biasanya orang berpuasa itu 

mengharapkannya pahala dan mengesampingkan  lillahita’ala, apakah itu 

masih termasuk orang bertaqwa?

Jawaban: Allah SWT berfirman bahwasanya kita tidak diperintahkan 

beribadah kepada Allah SWT kecuali berusaha ikhlas karena Allah SWT. 

dan nabi bersabda bahwa semua amal itu tergantung dari niat. Dan amal itu 

akan dihisab berdasarkan niatnya. Jika niatnya benar karena Allah SWT, 

maka Allah SWT akan memberikan pahala sesuai niatnya. 

9

4.  Pertanyaan: Apa saja tingkatan  dari iman?

Jawaban: bahwa dalam Al - Qur’an, panggilan orang untuk yang beriman 

bahwa terdapat 3 jenis panggilan, yaitu untuk orang yang dekat, menengah, 

dan jauh. Allah menegaskan semua yang memiliki iman bahwa yang 

imannya kuat, meneng ah, atau imannya yang jauh hanya karena berkah 

ramadhan maka dijadikan awal ramadhan diberikan semua kekuatan iman 

yang sama.

C.  Interaksi Antara Da’i   dan Mad’u

Interaksi merupakan suatu bentuk hubungan antara dua orang atau 

lebih dimana tingkah laku  seseorang diubah oleh tingkah laku yang lain. Jadi 

jelas bahwa di dalam proses interaksi itu terdapat tindakan saling memengaruhi 

antara satu individu dengan individu lainnya, sehingga timbulah kemungkinan-kemungkinan untuk saling mengubah atau memperbaiki   peilaku masing -masing secara timbal balik.

6

Perubahan demikian  bisa  terjadi secara disadari 

atau tidak sepenuhnya disadari, atau secara perlahan- lahan,  di dalam hubungan 

interaksional inilah terjadi suatu proses belajar mengajar di antara manusia , 

dimana  di dalam proses dakwah merupakan permulaan yang fundamental bagi 

suksesnya dakwah. Tanpa adanya suatu proses belajar mengajar maka dakwah 

sulit memperoleh tempat di dalam hati manusia.

Berdasarkan video ceramah Ustadz Adi Hidayat mengenai 

memaknai esesnsi  takwa, diketahui bahwa Ustadz Adi Hidayat menggunakan 

beberapa metode dalam menyampaikan pesan dakwahnya. Diantaranya adalah 

dengan menggunakan metode tulisan.  Dalam setiap kajiannya Ustadz Adi 

Hidayat selalu menggunakan papan tulis untuk menjelaskan kepada mad’unya. 

Dimana tulisan- tulisan tersebut memuat isi - isi pelajaran dan nasehat yang baik 

agar kita saat menjelaskan suatu materi harus dengan sumber yang jelas. Selain 

itu dengan penyampaian yang baik maka dapat menyentuh perasaan sehingga 

dapat membengk itkan semangat untuk mengamalkan syari’at Islam. 

6

Hafniati, “Interak si Da’i   dan Mad’u Tentang Penguasaan Media dan Metode Dak wah 

Dalam Mencapai Hasil dan Tujuan Dak wah”, Jurnal Liwaul Dakwah,  Vol. 10, No. 2, 2020, 93. 

10

Adapun metode selanjutnya yang digunakan oleh Ustadz Adi 

Hidayat adalah metode diskusi yang dijalankan dengan format kajian dakwah. 

Metode ini dilakukan setelah menerangkan semua bahasan materi dakwah. 

Dengan metode diskusi ini Ustadz Adi Hidayat memberikan kesempatan 

kepada mad’u yang hadir di dalam kajiannya  untuk bertanya. Metode yang 

digunakan oleh Ustadz Adi Hidayat ini sangat baik dalam menciptakan interaksi 

antara da’i   dengan mad’u. Metode ini dapat m embuat materi yang disampaikan 

oleh da’i lebih mudah diterima oleh ma’u dan mad’u juga lebih jelas menerima 

pesan yang disampaikan oleh da’i.

D.  Kondisi Idealnya Jika Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh 

Mad’u

Kondisi idealnya agar seorang da’i  dakwahnya  bisa diterima harus 

ada sebuah  perbaikan cara penyampaian sampai metode yang digunakan. Dalam 

penyampaiannya  harus menggunakan perkataan yang baik, memiliki hubungan 

erat dengan mad’u,  tidak membedakan - bedakan agama antar mad’u, 

menggunakan metode yang persuasif   Dengan cara tersebut maka dakwah akan 

bisa diterima oleh mad’u. Da’i harus  menarik perhatian mad’u sehingga mad’u 

tidak merasa bosan dalam kondisi tersebut.   Karena Kondisi itu mad’u akan 

mempunyai kesulitan dalam memahami dakwah yang  telah   disampaikan.

Gaya suara Ustad Adi Hidayat Dalam ceramanya sangat bervariasi. 

Dia sangat  memperhatikan nada suara seperti Pitch, Pause, penekanan dan 

kecepatan dalam mengucapkan kata atau Rate. Sehingga mad’u yang 

mendengarkan tidak bosan serta dapat merasakan emosi yang tengah dibangun 

dalam dakwah tersebut yang seolah- olah pendengar merasakan dan menerima 

pesan dakwah dalam tersebut. Gaya gerak tubuh Ustad Adi Hidayat dalam 

ceramah ini banyak menggunakan gerak non verbal ini, mulai dari pakaian yang 

diken akan sangat sopan dan syar’i, kontak mata yang sangat apik untuk 

dimainkan, mimik wajah dari mengerutkan kening, alis, wajah marah, sedih, 

kecewa. Semua telah tergambar dengan jelas. Gerakan tangan juga demikian, 

11

tidak terlalu berlebihan. Hingga perpindaha n gerak tubuh mengikuti kamera 

yang sedang aktif pun tergambar dengan sangat rapih dan tidak terkesan 

berpindah - pindah. Ceramah ustadz Adi Hidayat memiliki ciri khas tersendiri, 

yakni sambil membuat coretan di papan tulis.   Hampir setiap ceramahnya, ia 

menggunakan media papan tulis dan spidol.

12

BAB III

PENUTUP

A.  Kesimpulan

1.  Dalam berdakwah yang dilakukan oleh da’i perlu memperhatikan kondisi 

psikologi mad’u, sehingga pesan dakwah yang dilakukan secara tidak 

langsung dapat menggunakan komunikasi yang mudah  dipahami oleh 

keragaman masyarakat. Sehingga isi pesan dakwah untuk menumbuhkan 

kesadaran dan perilaku beragama mad’u dapat tercapai sesuai dengan 

tujuan dakwah .

2.  Bedasarkan video dakwah dari Ustadz Adi Hidayat, Lc, MA. y ang berada 

dalam channel youtubenya  Trans TV Official dengan mengangkat tema 

“Memaknai Esensi Taqwa” terlihat bahwa da’i menyampaikan pesan 

dakwahnya dengan sangat jelas dan semangat hal ini tentunya membuat 

para mad’u akan tertarik dalam mendengarkan pesan yang disampaikan.

3.  Berdasarkan video ceramah Ustadz Adi Hidayat mengenai memaknai 

esesnsi takwa, diketahui bahwa Ustadz Adi Hidayat menggunakan 

beberapa metode dalam menyampaikan pesan dakwahnya. Diantaranya 

adalah dengan menggunakan metode tulisan dan juga menggunakan 

metode diskusi. Dengan metode diskusi ini Ustadz Adi Hidayat 

memberikan kesempatan kepada mad’u yang hadir di dalam kajiannya 

untuk bertanya. Metode yang digunakan oleh Ustadz Adi Hidayat ini 

sangat baik dalam menciptakan interaksi antara da’i dengan mad’u.  Selain 

itu dengan penyampaian yang baik maka dapat menyentuh perasaan 

sehingga dapat membengkitkan semangat untuk mengamalkan syari’at 

Islam

4.  Kondisi idealnya agar seorang da’i dakwahnya  bisa diterima harus ada 

sebuah  perbaikan cara penyampaian sampai metode yang digunakan. 

Dalam penyampaiannya  harus menggunakan perkataan yang baik, 

memiliki hubungan erat dengan mad’u,  tidak membedakan - bedakan agama 

13

antar mad’u, menggunakan metode yang persuasif  Dengan cara tersebut 

maka dakwah akan bisa diterima oleh mad’u. Da’i harus  menarik  perhatian 

mad’u sehingga mad’u tidak merasa bosan dalam kondisi tersebut.  Karena 

Kondisi itu mad’u akan mempunyai kesulitan dalam memahami dakwah 

yang   telah disampaikan.

14

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Syihata. 1978.  Dak wah Islamiyah. Jakarta: Departemen Agama RI.

Aziz, Moh. Ali. 2004.   Ilmu Dak wah . Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Farida. 2016.  Psikologi Mad’u di Era Media Elektronik (Prediksi Perubahan 

Perilaku Masyarakat). Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam. 4(2): 281.

Hafniati. 2020.  “Interak si Da’i  dan Mad’u Tentang Penguasaan Media dan Metode 

Dak wah Dalam Mencapai Hasil dan Tujuan Dak wah”.   Jurnal Liwaul Dakwah. 

10(2): 102-127.

Najamuddin.   Metode Dakwah Menurut Al-Qur’an. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.

Rahmatiah, St. 2014.  Peran Psikologi dalam Proses Dakwah . Jurnal Bimbingan 

Penyuluhan Islam. 1(1): 88. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Link Presentasi dan Video Youtube Kelompok 07

 Link Presentasi Kelompok 07 https://www.youtube.com/watch?v=Pr66JsYaWuA Link Video Youtube  https://www.youtube.com/watch?v=jQiAxCgQpdM