NGAJI MAHASANTRI MILENIAL
DI LANTAI III KANTOR PWNU
(GUS BAHA : BETAPA
MUDAHNYA MASUK SURGA)
Disusun Oleh Kelompok 2 / PAI F :
Nadia Ummu Habibah (201190181)
Nadya Al Fitria (201190183)
Noviantika Dyah Puspitasari (201190201)
Novya Widiasari (201190204)
Nur Alif Masitoh (201190207)
Bagaimana Kondisi Psikologi Mad’u
Kondisi psikologi mad’u bagi jama’ah Gus
Baha dalam acara Ngaji Mahasantri Milenial
di Lantai 3 Kantor PWNU dengan tema
“Betapa Mudahnya Masuk Surga” Jawa
Timur pada hari Sabtu, 12 Oktober 2019
adalah sangat kompak, rukun, banyak yang
mengikuti jam’iyah karena pembawaan dari
Gus Baha sendiri tidak membosankan dengan
pembawaan humor menjadikan para
jamaahnya sangat mengikuti acara dengan
baik.
Bagaimana Kondisi psikologi Da’i
Dalam makalah kondisi psikologi dakwah mengenai
pesan yang disampaikan oleh Gus Baha di channel
youtube NU Online dalam rangka Ngaji Mahasantri
Millenial yang bertempat di Lantai III Kantor PWNU
Jawa Timur dengan mengangkat tema “Betapa
Mudahnya Masuk Surga” tersebut menyampaikan pesan
tentang kaidah dan syari’at-syari’at Islam.
Gus Baha dalam video ini menjelaskan tentang “Betapa
Mudahnya Masuk Surga”. Beliau menyampaikan
dakwah pada mad’u dengan bahasa dan materi yang
ringan dan mudah difahami juga relative santai, karena
menurut beliau akal sehat akan lebih mudah menerima
kebenaran.
Bagaimana Interaksi Antara Da’i
dan Mad’u
Interaksi antara da’i dan mad’u dalam acara Ngaji
Mahasantri Millenial di Lantai III Kantor PWNU Jawa
Timur dengan judul “Betapa Mudahnya Masuk Surga” yang
di bawakan oleh Gus bawa. Beliau berdakwah dengan cara
penyampaian yang sederhana, mudah dipahami dan dapat
sampai ke mad’u serta dengan menggunakan
humor/lawakan-lawakan. Cara ini dilakukan agar mad’u atau
jamaah tidak tersinggung atas apa yang beliau sampaikan
dan agar tidak terlalu spaneng dalam mendengarkan ceramah
beliau. Hal ini merupakan suatu terobosan untuk mencegah
kebosanan dalam ceramah yang dilakukan oleh seorang da’i.
Dalam setiap ceramah Gus Baha selalu banyak candaan
akan tetapi tidak meninggalkan jalurnya seperti dalam istilah
santai akan tetapi tetap serius. Dalam mengawali pembukaan
ceramahnya, Gus Baha memasukkan sebuah humor-humor
yang akan menarik perhatian mad’u agar pesan dakwah
Beliau bisa diterima.
Bagaimana kondisi Idealnya Jika Di Upayakan
Untuk Perbaikan agar Diterima Oleh Mad’u
Kondisi idealnya supaya seorang da’i bisa
diterima harus ada perbaikan dalam
penyampaian yang digunakan. Harus
menggunakan perkataan yang baik dan
memiliki hubungan yang erat dengan mad’u,
supaya dakwahnya bisa diterima oleh mad’u.
Dakwah yang disampaikan oleh Gus Baha
sangat sederhana dan menggunakan metode
yang menarik dengan disertai candaan namun
juga serius dalam menyampaian dakwahnya.
SEKIAN
TERIMAKASIH
SEMOGA BERMANFAAT
☺
Tidak ada komentar:
Posting Komentar