i
ANALISIS KAJIAN USTADZ HANDY BONNY DENGAN TEMA “AKU
GAK MAU COKELAT, AKU MAU AKAD”
Makalah ini disusun guna memenuhi tugas pada mata kuliah
“Psikologi Dakwah”
Dosen Pengampu:
Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah, M.Pd.I
Disusun Oleh Kelompok 03/PAI F:
1. Nafi’atul Istiqomah (201190184)
2. Neng Yuni (201190189)
3. Nihaya Nuraini (201190192)
4. Nova Lutfifatul Azizah (201190199)
5. Nur Faizatul Husna (201190210)
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONOROGO
2022
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan
segala rahmat-Nyalah akhirnya kami bisa menyusun makalah dengan judul Analisis
Kajian Ustadz Hnady Bonny Dengan Tema “Aku Gak Mau Cokelat, Aku Mau
Akad”. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Ibu Dr. Hj. Elfi Yuliani
Rochmah, M.Pd.I selaku dosen pengampu kami yang telah memberikan tugas ini
kepada kami sehingga kami mendapatkan banyak tambahan pengetahuan
khususnya dalam masalah Kajian Ustadz Handy Bonny dengan tema “Aku Gak
Mau Cokelat, Aku Mau Akad”.
Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami susun ini
bisa memberikan banyak manfaat serta menambah pengetahuan terutama dalam hal
Kajian Ustadz Handy Bonny dengan tema “Aku Gak Mau Cokelat, Aku Mau
Akad”. Selain itu, kami menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak
kekurangan yang membutuhkan perbaikan, sehingga kami sangat mengharapkan
masukan serta kritik dari pembaca.
Ponorogo, 10 Mei 2022
Penyusun
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .........................................................................................i
KATA PENGANTAR ......................................................................................ii
DAFTAR ISI .....................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ..........................................................................................1
B. Rumusan Masalah ......................................................................................2
C. Tujuan .......................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN
A. Kondisi Psikologis Mad’u .........................................................................4
B. Kondisi Psikologis Da’i .............................................................................5
C. Interaksi Antara Da’i dan Mad‘u ...............................................................6
D. Kondisi Ideal Yang Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima
Oleh Mad’u ................................................................................................8
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ...............................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................11
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dakwah merupakan salah satu langkah strategis untuk melakukan
perubahan pada suatu masyarakat menuju ke arah yang lebih baik. Pada saat
ini perkembangan teknologi yang sangat cepat, dakwah merupakan sesuatu
yang mutlak adanya dan tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, agar dakwah
bisa efektif maka harus mampu menawarkan suatu model yang ideal, selain
itu juga dituntut untuk bersikap responsif terhadap berbagai perubahan
zaman.
Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka sejumlah ahli kemudian
berijtihad tentang pendekatan dakwah pada masyarakat industri dan era
informasi, bagaimana Islam bisa ditransformasikan kepada masyarakat
dengan segala corak kebudayaannya, yang karena dinamikanya, selalu
berubah sekaligus melahirkan problematika yang semakin kompleks. Usaha
transformasi nilai dengan menggunakan adaptasi, pada praktiknya dapat
dilakukan dengan pendekatan komunikasi melalui media-media lisan,
tulisan, dan perbuatan. Singkatnya, dakwah harus mampu memerankan
dirinya sebagai suatu model pendekatan multidimensional, sehingga tetap
relevan dan menyesuaikan zaman.
Munculnya era cyber saat ini sudah selayaknya dipandang sebagai
peluang sekaligus tantangan guna mewujudkan dakwah Islam yang lebih
efektif, efisien, dan mengglobal. Era cyber ini ditandai dengan banyaknya
masyarakat yang menggunakan internet sebagai media komunikasi, dan
sebagai sumber rujukan merupakan tantangan dan peluang bagi para pelaku
dakwah.
Dakwah sebagai faktor pengimbang harus bisa membantu manusia
untuk tidak hanya berkhidmat pada kehidupan duniawi saja, tetapi tetap
menyeimbangkannya dengan kehidupan ruhaniah (akhirat). Kehadiran
internet telah mendorong banyak pihak untuk terjun ke dalamnya, dari mulai
2
kalangan pengusaha, pejabat, polisi, agamawan, akademisi, hingga kaum
muda milenial. Sehingga tidak heran jika media sosial menjadi fenomenal,
seperti Youtube, Facebook, Whatsapp, Twitter, Instagram, dan lain-lain.
Media-media tersebut dapat digunakan oleh para da’i untuk
mengembangkan dakwahnya, berinteraksi dengan mad’u, berbagi informasi
dan kegiatan sosial dakwah lainnya.
Salah satunya adalah dalam tayangan di situs channel youtube
Musawarah dengan jumlah subscriber 308 ribu subscribe yang berjudul
“Aku Gak Mau Cokelat, Aku Mau Akad” dengan jumlah penonton 182 ribu
penonton, adalah Ustadz Handy Bonny yang viral di kalangan pemuda-pemudi kaum milenial.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk
menganalisis pesan dakwah Ustadz Handy Bonny yang berada di situs
chanel youtube Musawarah dengan alamat web
https://youtu.be/GFx_HRSjGQw “Aku Gak Mau Cokelat, Aku Mau Akad”.
Dalam video tersebut beliau memberikan pesan dakwah tentang kehidupan
dan pernikahan. Oleh karena itu, peneliti mengangkat sebuah judul Analisis
Kajian Ustadz Handy Bonny Dengan Tema “Aku Gak Mau Cokelat, Aku
Mau Akad”.
B. Rumusan Masalah
a. Bagaimana kondisi psikologis mad’u?
b. Bagaimana kondisi psikologis da’i?
c. Bagaimana interaksi antara da’i dan mad’u?
d. Bagaimana kondisi idealnya, jika mengupayakan perbaikan agar yang
disampaikan da’i dapat diterima atau dipahami oleh mad’u?
C. Tujuan
a. Untuk mengetahui kondisi psikologis mad’u.
b. Untuk mengetahui kondisi psikologis da’i.
c. Untuk mengetahui interaksi antara da’i dan mad’u.
3
d. Untuk mengetahui kondisi idealnya, jika mengupayakan perbaikan
agar yang disampaikan da’i dapat diterima atau dipahami oleh mad’u.
4
BAB II
PEMBAHASAN
A. Kondisi Psikologis Mad’u
Tujuan psikologi dakwah adalah membantu dan memberikan
pandangan-pandangan kepada para da’i tentang pola dan tingkah laku para
mad’u dan hal-hal yang mempengaruhi tingkah laku yang berkaitan dengan
aspek kejiwaan atau psikis sehingga mempermudah para da’i untuk
mengajak mereka pada kepada apa yang dikehendaki dalam ajaran Islam.
Psikologi mad’u, mengkaji tentang konsepsi manusia sebagai
sasaran dakwah serta faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman,
perasaan, sikap, motif dan perilaku keberagaman mad’u. Dengan demikian,
di antara fungsi psikologi dakwah yaitu untuk melakukan deskripsi atau
penjelasan secara sistematis, prediksi (meramalkan), kontrol
(mengendalikan), dan development dengan pola (pattern) kehidupan yang
dikehendaki oleh ajaran Islam. Psikologi dakwah juga berfungsi untuk
dijadikan sebagai landasan dan pedoman dalam pengembangan metodologi
dakwah, karena sebuah metode dakwah akan dapat digunakan secara efektif
dalam penerapannya apabila didasarkan pada kondisi objektif sasaran
dakwah.
Oleh karena itu, dakwah hendaklah disampaikan dengan cara yang
baik, bijak, penuh hikmah, penuh perhatian, keseriusan, niat yang ikhlas,
dengan tetap memperhatikan psikologi mad’u agar pesan moral dan nilai-nilai luhur ajaran agama yang disampaikan dalam dakwah dapat diterima
dan dicerna. Secara umum kondisi psikologis para jamaah Ustadz Handy
Bonny dalam kajian pada situs channel youtube Musawarah yang berjudul
“Aku Gak Mau Cokelat, Aku Mau Akad” yang mana kebanyakan mad’u
nya adalah kaum muda milenial sebagaimana yang diketahui bahwa tidak
semua kaum muda milenial tertarik mengikuti kajian, akan tetapi karena
pembawaan Ustadz Handy Bonny yang ceria, humoris dan kekinian mampu
membuat kaum muda milenial tertarik untuk mengikuti kajian terutama
5
yang di isi oleh Ustadz Handy Bonny. Dari segi psikologisnya anak muda
generasi milenial banyak mengalami perubahan dan penyesuaian yang
mana hal tersebut membutuhkan bimbingan dan arahan yang baik. Dengan
adanya kajian yang dilakukan oleh Ustadz Handy Bonny diharapkan
mampu membimbing dan mengarahkan kaum muda milenial ke arah yang
lebih baik.
1
B. Kondisi Psikologis Da’i
Ustadz Handy Bonny atau yang akrab dipanggil ‘Mas Bonny’
merupakan seorang pemuda dari kota Bandung yang aktif berdakwah "On
The Road" (Berdakwah di jalanan). Penampilannya ketika berdakwah tidak
seperti pendakwah dalam umumnya, ia sering terlihat mengenakan pakaian
anak muda pada umumnya, misalnya topi, kupluk, kemeja kotak-kotak,
hoodie, dan lain-lain. Gaya bicaranya yang kekinian dan bernuansa anak
belia membuat Ustadz berkacamata ini banyak penggemarnya. Pria yang
lahir, tumbuh dan akbar pada Bandung, dalam 14 April 1988 ini semenjak
remaja sudah menggeluti Dunia EO (Event Organizer), Bahkan hingga
kuliah pun beliau menyibukan diri dengan usaha buat memenuhi Biaya
Kuliah. Saat aktif menjadi konseptor Event Organizer program musik,
selama 5 tahun, dia pernah mencapai tender milyaran rupiah. Bukan itu saja,
Pemuda yg dulu berkuliah di jurusan Fakultas Ilmu Komunikasi UnPad
angkatan 2006 sehingga jangan heran jika Ustadz Bonny sangat pandai
dalam berbicara dan membangun interaksi. Ia pun pernah bekerja sebagai
pegawai part time pada sebuah Resto cepat saji sebut saja menggunakan
inisial “McD” dan juga di sebuah Cafe pada Ciwalk yaitu SOHO music cafe,
dilanjutkan di Cafe Halaman. Pekerjaannya yang terakhir sebelum lulus
kuliah adalah bekerja selama 3 bulan pada Fame Station.
1
Ujang Mahadi, Membangun Efektifitas Dakwah Dengan Memahami Psikologi Mad’u,
Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, Vol. 4 No. 2, 2019, 8-9.
6
Perjalanan religius Handy Bonny diawali di sebuah pondok
pesantren Daarut Tauhiid (DT) pimpinan KH. Abdullah Gymnastiar (Aa
Gym). Berkat seseorang perempuan yang dia dekati sewaktu di Sekolah
Menengah pertama (SMP 3 Dewi Sartika,Bdg), Handy Bonny Sering berada
pada pengajian Aa Gym. Awalnya, keberadaannya di Pondok tersebut
hanya ingin mendekati teman wanitanya tadi. Beberapa kesempatan
pertemuan ia raih sehabis terselesaikan pengajian. Saat Aa Gym
menjelaskan tentang Tauhid, ia hanya menunggu Aa Gym selesai ceramah
di tangga luar masjid, hanya sedikit yang diingat apa yg disampaikan beliau.
Pada tahun 2012, Bonny bertemu yang sahih membuat balik , yaitu standar
kebenaran Islam. Hal tersebut memantapkan hatinya, membulatkan niatnya
untuk menetapkan mulai hijrah. Pada tahun 2012 ia mulai bergabung pada
Mualaf Center di Kota Bandung. Namun bukan tanpa tantangan, Ustadz
Handy Bonny pun bercerita mengenai pengalaman mualaf yang diusir
berdasarkan keluarga, bahkan pernah disiksa di rumahnya dulu. Dari
sanalah ustadz Bonny mulai aktif dengan dakwah. Saat ini beliau aktif di
kebun amal.
2
C. Interaksi Antara Da’i Dan Mad’u
Dalam setiap proses dakwah pasti terjadi proses interaksi, yaitu
interaksi antara da’i dan mad’u. Dalam proses dakwah interaksi digunakan
untuk mempengaruhi mad’u dengan harapan adanya perubahan sikap,
pengetahuan, dan tingkah laku sesuai dengan materi dakwah yang
disampaikan, yaitu demi mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
Interaksi memiliki hubungan yang erat kaitannya dengan proses
komunikasi, yaitu ketika mad’u menerima informasi, mengolahnya, dan
menyimpannya yang akhirnya menghasilkan efek perubahan sikap. Dalam
2
Hermawan, Andri. 2019. Biografi Ustadz Hnady Bonny Mantan Penganut Komunisme
Dan Atheisme Yang Taubat, https://www.andriblog.com/2019/01/biografi-ustadz-handy-bonny-mantan.html?m=1 (diakses pada tanggal 8 Mei 2022)
7
proses dakwah, arti interaksi sosial antara da’i dan mad’u sekurang-kurangnya terkandung tiga makna yaitu:
1. Da’i maupun mad’u sebenarnya terlibat dalam proses belajar, baik dari
segi berpikir maupun dari sudut merasa. Mad’u belajar kepada da’i,
tetapi da’i juga belajar kepada umpan balik yang disampaikan oleh
mad’u.
2. Antara da’i dan mad’u terjadi proses penyampaian dan penerimaan
lambang-lambang dalam berkomunikasi seperti tepuk tangan lambang
suka, gaduh dan mengantuk lambang penolakan.
3. Adanya mekanisme penyesuaian diri antara da’i dan mad’u
3
.
Tayangan video Ustadz Handy Bonny yang berjudul "Aku gak mau
Cokelat, Aku mau Akad" merupakan suatu tayangan yang mayoritas
dihadiri oleh kaum milenial. Usdaz Handy Bonny atau disebut dengan mas
Bonny dikenal di kalangan anak muda sebagai ustadz gaul. Ia menginspirasi
anak-anak muda melalui perjalanan hijrahnya. Beliau memiliki dakwah
yang kekinian, sehingga mudah diterima kalangan anak muda.
Dalam tayangan video YouTube yang berjudul "Aku gak mau
Cokelat, Aku mau Akad" yang disampaikan oleh Ustadz Handy Bonny
memiliki ciri khas tersendiri dalam menyampaikan dakwahnya. Beliau
berdakwah dengan cara penyampaian yang santai, mudah dipahami, dan
menggunakan bahasa yang milenial sesuai dengan kondisi mad'u. Dengan
dakwah yang seperti ini dapat menghasilkan interaksi antara da'i dengan
mad'u yang mana dalam video YouTube tersebut terdapat respon yang baik
dari mad'u.
3
Silvia Riskha Fabriar, Urgensi Psikologi dalam Aktivitas Dakwah, Jurnal An-Nida, Vol.
11, No. 2, Juli-Desember 2019, 129.
8
D. Kondisi Ideal Yang Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima
Oleh Mad’u
Kondisi ideal yang diupayakan untuk perbaikan agar diterima oleh
mad'u yaitu Da’i seharusnya memiliki kemampuan untuk membaca situasi
kondisi psikologis mad'u. Da’i dalam menentukan materi serta memilih
strategi penyampaian harus tepat agar diterima oleh mad'u.
Ada beberapa hal yang sering Terlupakan oleh Da’i kontemporer
yang pertama para Da’i terlalu asyik menyampaikan materi dakwah
sehingga lupa durasi yang telah ditentukan pihak penyelenggara. Yang
kedua miskin interaksi atau kurang komunikasi sehingga lupa memberikan
ruang untuk dialog. Dalam proses dakwah pesan dakwah harus disampaikan
dengan hikmah, pelajaran yang baik atau Mauidoh Hasanah, dan bantahan
yang baik
4
.
Dalam penyampaiyan dakwah ustad Handy Bonny sangat menarik
baik dari kalangan tua maupun muda, terutaman kalangan muda. Metode
yang diterapkan juga sangat menarik. Pesan yang terkandung pada video
tersebut yaitu lebih baik akad untuk menjauhi perzinaan. Didalam juga
terdapat interaksi yang cukup baik antara da’i dengan mad’u.
4
Haryanto, Relasi Kredibilitas Da’I dan Kebutuhan Mad’u, dalam Mencapai Kebutuhan
Dakwah, Jurnal: Tasamuh, Vol. 16, No. 02 Juni 2018, 64-71.
9
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pada saat ini dimana perkembangan teknologi yang pesat, sangat
penting untuk diimbangi dengan adanya kegiatan dakwah untuk bisa
membantu manusia untuk tidak terlalu berkhidmat pada urusan dunia saja.
Oleh karena itu, supaya dakwah tersebut dapat masuk ke dalam pikiran
masyarakat saat ini, maka dakwah perlu memerankan dirinya sebagai suatu
model pendekatan multidimensional yang tetap relevan dan menyesuaikan
zaman. Salah satunya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang
ada, misalnya media sosial seperti Youtube sebagai media untuk
menyebarkan dakwah. Salah satu contoh pendakwah yang dapat dilihat
adalah kajian yang dilakukan oleh Ustadz Handy Bonny dengan tema “Aku
Gak Mau Cokelat, Aku Mau Akad” yang ada dalam salah satu chanel
Youtube bernama Musawarah. Peneliti dalam makalah ini menjelaskan
tentang analisis yang telah dilakukan terhadap video tersebut dan dapat
disimpulkan diantaranya:
1. Dalam video tersebut dapat diketahui bahwa kebanyakan audiens
(mad’u) dalam kajian Ustadz Handy Bonny adalah kaum muda milenial,
yang mana secara psikologis banyak mengalami perubahan dan
penyesuaian yang membutuhkan bimbingan dan arahan. Sehingga
dengan adanya kajian yang dilakukan oleh Ustadz Handy Bonny
diharapkan dapat membimbing dan mengarahkan kaum muda milenial
kea rah yang lebih baik. Berdasarkan video tersebut juga dapat dilihat
mengapa kaum muda banyak yang hadir dalam kajian tersebut karena
pembawaan Ustadz Bonny yang santai dan kekinian membuat kaum
muda tertarik untuk mengikuti.
2. Dalam video tersebut dapat diamati bahwa Ustadz Handy Bonny
berperilaku sebagaimana kaum muda milenial pada umumnya, baik dari
pakaian dan cara berbicara. Namun untuk kondisi psikologisnya ia lebih
10
dewasa daripada anak muda yang menjadi audiensnya, sehingga beliau
sesuai untuk menjadi seorang ustadz yang menjadi teladan. Beliau
memulai dakwahnya pada tahun 2012 hingga sekarang.
3. Dalam tayangan video kajian yang disampaikan oleh Ustadz Handy
Bonny memperlihatkan bagaimana interaksi antara da’i dan mad’u yang
cukup efektif. Dimana pembawaan Ustadz Handy Bonny yang santai,
mudah dipahami dan kekinian sesuai dengan kondisi mad’u. Dengan
model pendekatan seperti ini maka respon yang diberikan pun cukup
baik dan interaktif.
4. Pada idealnya seorang da’i harus bisa memahami kondisi psikologis dari
mad’unya, dan dalam video tersebut dapat dilihat bahwa Ustadz Handy
Bonny cukup mengetahui bagaimana kodisi mad’unya sehingga beliau
bisa menyesuaikan metode, model pendekatan yang sesuai dengannya.
11
DAFTAR PUSTAKA
Fabriar, Silvia Riskha. 2019. Urgensi Psikologi dalam Aktivitas Dakwah. Jurnal
An-Nida. 11(2).
Haryanto. 2018. Relasi Kredibilitas Da’I dan Kebutuhan Mad’u, dalam Mencapai
Kebutuhan Dakwah. Jurnal: Tasamuh. 16(02).
Mahadi, Ujang. 2019. Membangun Efektifitas Dakwah Dengan Memahami Psikologi
Mad’u. Jurnal Dakwah Dan Komunikasi. 4(2).
Hermawan, Andri. 2019. Biografi Ustadz Hnady Bonny Mantan Penganut
Komunisme Dan Atheisme Yang Taubat.
https://www.andriblog.com/2019/01/biografi-ustadz-handy-bonny-mantan.html?m=1 (diakses pada tanggal 8 Mei 2022)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar