Jumat, 17 Juni 2022

kELOMPOK 03

 i

ANALISIS KAJIAN USTADZ HANDY BONNY DENGAN TEMA “AKU 

GAK MAU COKELAT, AKU MAU AKAD”

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas pada mata kuliah

“Psikologi Dakwah”

Dosen Pengampu:

Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah, M.Pd.I

Disusun Oleh Kelompok 03/PAI F:

1.  Nafi’atul Istiqomah    (201190184)

2.  Neng Yuni       (201190189)

3.  Nihaya Nuraini     (201190192)

4.  Nova Lutfifatul Azizah   (201190199)

5.  Nur Faizatul Husna     (201190210)

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) PONOROGO

2022   

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan 

segala rahmat-Nyalah akhirnya kami bisa  menyusun makalah dengan judul Analisis 

Kajian  Ustadz Hnady Bonny Dengan Tema “Aku Gak Mau Cokelat, Aku Mau 

Akad”. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Ibu Dr. Hj. Elfi Yuliani 

Rochmah, M.Pd.I  selaku dosen pengampu kami yang telah memberikan tugas ini 

kepada kami sehingga kami mendapatkan banyak tambahan pengetahuan 

khususnya dalam masalah  Kajian Ustadz Handy Bonny dengan tema “Aku Gak 

Mau Cokelat, Aku Mau Akad”.

Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami susun ini 

bisa memberikan banyak manfaat serta menambah pengetahuan terutama  dalam hal 

Kajian Ustadz Handy Bonny dengan tema “Aku Gak Mau Cokelat, Aku Mau 

Akad”. Selain itu, kami menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak 

kekurangan yang membutuhkan perbaikan, sehingga kami sangat mengharapkan 

masukan serta kritik dari pembaca.

Ponorogo, 10 Mei 2022

Penyusun 

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL  .........................................................................................i

KATA PENGANTAR   ......................................................................................ii

DAFTAR ISI   .....................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN 

A.  Latar Belakang   ..........................................................................................1

B. Rumusan Masalah  ......................................................................................2

C. Tujuan   .......................................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN 

A.  Kondisi Psikologis Mad’u  .........................................................................4

B. Kondisi Psikologis Da’i  .............................................................................5 

C. Interaksi Antara Da’i dan Mad‘u  ...............................................................6

D.  Kondisi Ideal Yang Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima 

Oleh Mad’u  ................................................................................................8

BAB III PENUTUP

A.  Kesimpulan   ...............................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA  ........................................................................................11

1

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Dakwah merupakan salah satu langkah strategis untuk melakukan 

perubahan pada suatu masyarakat menuju ke arah yang lebih baik. Pada saat 

ini perkembangan teknologi yang sangat cepat, dakwah merupakan sesuatu 

yang mutlak adanya dan tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, agar dakwah 

bisa efektif maka harus mampu menawarkan suatu model yang ideal, selain 

itu juga dituntut untuk bersikap responsif  terhadap berbagai perubahan 

zaman. 

Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka sejumlah ahli kemudian 

berijtihad tentang pendekatan dakwah pada masyarakat industri dan era 

informasi, bagaimana Islam bisa ditransformasikan kepada masyarakat 

dengan segala corak kebudayaannya, yang karena dinamikanya, selalu 

berubah sekaligus melahirkan problematika yang semakin kompleks. Usaha 

transformasi nilai dengan menggunakan adaptasi, pada praktiknya dapat 

dilakukan dengan pendekatan komunikasi melalui media-media lisan, 

tulisan, dan perbuatan.  Singkatnya, dakwah harus mampu memerankan 

dirinya sebagai suatu model pendekatan multidimensional, sehingga tetap 

relevan dan menyesuaikan zaman. 

Munculnya era cyber  saat ini sudah selayaknya dipandang sebagai 

peluang sekaligus tantangan guna mewujudkan dakwah Islam yang lebih 

efektif, efisien, dan mengglobal. Era  cyber  ini ditandai dengan banyaknya 

masyarakat yang menggunakan internet sebagai media komunikasi, dan 

sebagai sumber rujukan merupakan tantangan dan peluang bagi para pelaku 

dakwah. 

Dakwah sebagai faktor pengimbang harus bisa membantu manusia 

untuk tidak hanya berkhidmat pada kehidupan duniawi saja, tetapi tetap 

menyeimbangkannya dengan kehidupan  ruhaniah  (akhirat). Kehadiran 

internet telah mendorong banyak pihak untuk terjun ke dalamnya, dari mulai 

2

kalangan  pengusaha, pejabat, polisi, agamawan, akademisi, hingga kaum 

muda milenial. Sehingga tidak heran jika media sosial menjadi fenomenal, 

seperti  Youtube,  Facebook,  Whatsapp,  Twitter,  Instagram, dan lain-lain. 

Media-media tersebut dapat digunakan oleh para da’i  untuk 

mengembangkan dakwahnya, berinteraksi dengan mad’u, berbagi informasi 

dan kegiatan sosial dakwah lainnya. 

Salah satunya adalah dalam tayangan di situs  channel  youtube 

Musawarah dengan jumlah subscriber 308 ribu subscribe yang berjudul 

“Aku Gak Mau Cokelat, Aku Mau Akad” dengan jumlah penonton 182 ribu 

penonton, adalah Ustadz Handy Bonny yang  viral di kalangan pemuda-pemudi kaum milenial. 

Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk 

menganalisis pesan dakwah Ustadz Handy Bonny  yang berada di situs 

chanel  youtube Musawarah dengan alamat web 

https://youtu.be/GFx_HRSjGQw  “Aku Gak Mau Cokelat, Aku Mau Akad”. 

Dalam video tersebut beliau memberikan pesan dakwah tentang kehidupan 

dan pernikahan. Oleh karena itu, peneliti mengangkat sebuah judul Analisis 

Kajian Ustadz Handy Bonny Dengan Tema “Aku Gak Mau Cokelat, Aku 

Mau Akad”.

B.  Rumusan Masalah

a.  Bagaimana kondisi psikologis mad’u?

b.  Bagaimana kondisi psikologis da’i?

c.  Bagaimana interaksi antara da’i dan mad’u?

d.  Bagaimana kondisi idealnya, jika mengupayakan perbaikan agar yang 

disampaikan da’i dapat diterima atau dipahami oleh mad’u?

C.  Tujuan

a.  Untuk mengetahui kondisi psikologis mad’u.

b.  Untuk mengetahui kondisi psikologis da’i.

c.  Untuk mengetahui interaksi antara da’i dan mad’u. 

3

d.  Untuk mengetahui kondisi idealnya, jika mengupayakan perbaikan 

agar yang disampaikan da’i dapat diterima atau dipahami oleh mad’u.

4

BAB II

PEMBAHASAN

A.  Kondisi Psikologis Mad’u

Tujuan psikologi dakwah adalah  membantu dan memberikan 

pandangan-pandangan kepada para da’i tentang pola dan tingkah laku para 

mad’u dan hal-hal yang mempengaruhi tingkah laku yang berkaitan dengan 

aspek kejiwaan atau psikis sehingga mempermudah para da’i  untuk 

mengajak mereka pada kepada apa yang dikehendaki dalam ajaran Islam. 

Psikologi mad’u, mengkaji tentang konsepsi manusia sebagai 

sasaran dakwah serta faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman, 

perasaan, sikap, motif dan perilaku keberagaman mad’u. Dengan demikian, 

di  antara fungsi  psikologi dakwah yaitu untuk melakukan deskripsi atau 

penjelasan secara sistematis, prediksi (meramalkan), kontrol 

(mengendalikan), dan  development  dengan pola (pattern) kehidupan yang 

dikehendaki oleh ajaran Islam. Psikologi dakwah juga berfungsi untuk 

dijadikan sebagai landasan dan pedoman dalam pengembangan metodologi 

dakwah, karena sebuah metode dakwah akan dapat digunakan secara efektif 

dalam penerapannya apabila didasarkan pada kondisi objektif sasaran 

dakwah. 

Oleh karena itu, dakwah hendaklah disampaikan dengan cara yang 

baik, bijak, penuh hikmah, penuh perhatian, keseriusan, niat yang ikhlas, 

dengan tetap memperhatikan psikologi mad’u agar pesan moral dan nilai-nilai luhur ajaran agama yang disampaikan dalam dakwah dapat diterima 

dan dicerna. Secara umum kondisi psikologis para jamaah Ustadz Handy 

Bonny dalam kajian pada situs channel youtube Musawarah yang berjudul 

“Aku Gak Mau Cokelat,  Aku Mau Akad”  yang mana kebanyakan mad’u 

nya adalah kaum muda milenial sebagaimana yang diketahui bahwa tidak 

semua kaum muda milenial tertarik  mengikuti kajian, akan tetapi karena 

pembawaan Ustadz Handy Bonny yang ceria, humoris dan kekinian mampu 

membuat kaum muda milenial tertarik untuk mengikuti kajian terutama 

5

yang di isi oleh Ustadz Handy Bonny. Dari segi psikologisnya anak muda 

generasi milenial  banyak mengalami perubahan dan penyesuaian yang 

mana hal tersebut membutuhkan bimbingan dan arahan yang baik. Dengan 

adanya kajian yang dilakukan oleh Ustadz Handy Bonny diharapkan 

mampu membimbing dan mengarahkan kaum muda milenial ke arah yang 

lebih baik.

1

B.  Kondisi Psikologis Da’i

Ustadz  Handy Bonny atau yang akrab dipanggil ‘Mas Bonny’ 

merupakan seorang pemuda dari kota Bandung yang aktif berdakwah "On 

The Road" (Berdakwah di jalanan). Penampilannya ketika berdakwah tidak 

seperti pendakwah dalam umumnya, ia sering terlihat mengenakan pakaian 

anak muda pada umumnya, misalnya topi, kupluk, kemeja kotak-kotak, 

hoodie,  dan lain-lain. Gaya bicaranya yang kekinian dan  bernuansa anak 

belia membuat Ustadz berkacamata ini banyak penggemarnya. Pria yang 

lahir, tumbuh dan akbar pada Bandung, dalam 14 April 1988 ini semenjak 

remaja sudah menggeluti Dunia EO (Event Organizer), Bahkan hingga 

kuliah  pun beliau menyibukan diri dengan usaha buat memenuhi Biaya 

Kuliah. Saat aktif menjadi konseptor  Event Organizer  program musik, 

selama 5 tahun, dia pernah mencapai tender milyaran rupiah. Bukan itu saja, 

Pemuda yg dulu berkuliah di jurusan Fakultas  Ilmu Komunikasi UnPad 

angkatan 2006  sehingga  jangan heran jika Ustadz Bonny sangat pandai 

dalam berbicara dan membangun interaksi. Ia  pun pernah  bekerja  sebagai 

pegawai  part time  pada sebuah Resto cepat saji sebut saja menggunakan 

inisial “McD” dan juga  di  sebuah Cafe pada Ciwalk yaitu SOHO  music cafe, 

dilanjutkan di Cafe Halaman. Pekerjaannya yang terakhir sebelum lulus 

kuliah adalah bekerja selama 3 bulan pada Fame Station. 

1

Ujang  Mahadi,  Membangun  Efektifitas  Dakwah  Dengan  Memahami  Psikologi  Mad’u, 

Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, Vol. 4 No. 2, 2019, 8-9. 

6

Perjalanan religius Handy Bonny diawali di sebuah pondok 

pesantren Daarut Tauhiid (DT) pimpinan KH. Abdullah Gymnastiar (Aa 

Gym). Berkat seseorang perempuan yang dia dekati  sewaktu di Sekolah 

Menengah pertama (SMP 3 Dewi Sartika,Bdg), Handy Bonny Sering berada 

pada pengajian Aa Gym.  Awalnya, keberadaannya di Pondok tersebut

hanya ingin mendekati teman wanitanya tadi.  Beberapa kesempatan 

pertemuan ia raih sehabis  terselesaikan pengajian. Saat Aa  Gym 

menjelaskan tentang Tauhid, ia hanya menunggu Aa Gym selesai ceramah 

di tangga luar masjid, hanya sedikit yang diingat apa yg disampaikan beliau. 

Pada tahun 2012, Bonny bertemu yang sahih membuat balik , yaitu standar 

kebenaran Islam. Hal tersebut memantapkan hatinya, membulatkan niatnya 

untuk menetapkan mulai hijrah. Pada tahun 2012 ia mulai bergabung pada 

Mualaf Center di Kota Bandung. Namun bukan tanpa tantangan, Ustadz 

Handy Bonny pun bercerita mengenai pengalaman mualaf yang diusir 

berdasarkan keluarga, bahkan pernah disiksa di rumahnya dulu. Dari 

sanalah ustadz Bonny mulai aktif dengan dakwah. Saat ini beliau aktif di 

kebun amal.

2

C.  Interaksi Antara Da’i Dan Mad’u

Dalam  setiap proses dakwah pasti terjadi proses interaksi, yaitu 

interaksi antara da’i dan mad’u. Dalam proses dakwah interaksi digunakan 

untuk mempengaruhi mad’u dengan harapan adanya perubahan sikap, 

pengetahuan, dan tingkah laku sesuai dengan materi dakwah yang 

disampaikan, yaitu demi mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Interaksi memiliki hubungan yang erat kaitannya dengan proses 

komunikasi, yaitu ketika mad’u menerima informasi, mengolahnya, dan 

menyimpannya yang akhirnya menghasilkan efek perubahan sikap. Dalam 

2

Hermawan, Andri. 2019.  Biografi Ustadz Hnady Bonny Mantan Penganut Komunisme 

Dan Atheisme Yang Taubat,  https://www.andriblog.com/2019/01/biografi-ustadz-handy-bonny-mantan.html?m=1 (diakses pada tanggal 8 Mei 2022) 

7

proses dakwah, arti interaksi sosial antara da’i dan mad’u sekurang-kurangnya terkandung tiga makna yaitu:

1.  Da’i maupun mad’u sebenarnya terlibat dalam proses belajar, baik dari 

segi berpikir maupun dari sudut merasa. Mad’u belajar kepada da’i, 

tetapi da’i juga belajar kepada umpan balik yang disampaikan oleh 

mad’u.

2.  Antara da’i dan mad’u terjadi proses penyampaian dan penerimaan 

lambang-lambang dalam berkomunikasi seperti tepuk tangan lambang 

suka, gaduh dan mengantuk lambang penolakan.

3.  Adanya mekanisme penyesuaian diri antara da’i dan mad’u

3

.

Tayangan video Ustadz Handy Bonny yang berjudul "Aku gak mau 

Cokelat, Aku mau Akad" merupakan suatu tayangan yang mayoritas 

dihadiri oleh kaum milenial. Usdaz Handy Bonny atau disebut dengan mas 

Bonny dikenal di kalangan anak muda sebagai ustadz gaul. Ia menginspirasi 

anak-anak muda melalui perjalanan hijrahnya. Beliau memiliki dakwah 

yang kekinian, sehingga mudah diterima kalangan anak muda.

Dalam tayangan video YouTube yang berjudul "Aku gak mau 

Cokelat, Aku mau Akad" yang disampaikan oleh Ustadz Handy Bonny 

memiliki ciri khas tersendiri dalam menyampaikan dakwahnya. Beliau 

berdakwah dengan cara penyampaian yang santai, mudah dipahami, dan 

menggunakan bahasa yang milenial sesuai dengan kondisi mad'u. Dengan 

dakwah yang seperti ini dapat menghasilkan interaksi antara da'i dengan 

mad'u yang mana dalam video YouTube tersebut terdapat respon yang baik 

dari mad'u.

3

Silvia Riskha Fabriar, Urgensi Psikologi dalam Aktivitas Dakwah, Jurnal An-Nida, Vol. 

11, No. 2, Juli-Desember 2019, 129. 

8

D.  Kondisi Ideal Yang Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima 

Oleh Mad’u

Kondisi ideal yang diupayakan untuk perbaikan agar diterima oleh 

mad'u yaitu Da’i seharusnya memiliki kemampuan untuk membaca situasi 

kondisi psikologis mad'u. Da’i dalam menentukan materi serta memilih 

strategi penyampaian harus tepat agar diterima oleh mad'u. 

Ada beberapa hal yang  sering Terlupakan oleh Da’i kontemporer 

yang pertama para Da’i terlalu asyik menyampaikan materi dakwah 

sehingga lupa durasi yang telah ditentukan pihak penyelenggara. Yang 

kedua miskin interaksi atau kurang komunikasi sehingga lupa memberikan 

ruang untuk  dialog. Dalam proses dakwah pesan dakwah harus disampaikan 

dengan hikmah, pelajaran yang baik atau Mauidoh Hasanah, dan bantahan 

yang baik

4

.

Dalam penyampaiyan dakwah ustad Handy Bonny sangat menarik 

baik dari kalangan tua maupun muda, terutaman kalangan muda. Metode 

yang diterapkan juga sangat menarik. Pesan yang terkandung pada video 

tersebut yaitu lebih baik akad untuk menjauhi perzinaan. Didalam  juga 

terdapat interaksi yang cukup baik antara da’i dengan mad’u.

4

Haryanto, Relasi Kredibilitas Da’I dan Kebutuhan Mad’u, dalam Mencapai  Kebutuhan 

Dakwah, Jurnal: Tasamuh, Vol. 16, No. 02 Juni 2018, 64-71. 

9

BAB III

PENUTUP

A.  Kesimpulan

Pada saat ini dimana perkembangan teknologi yang pesat, sangat 

penting untuk diimbangi dengan adanya kegiatan dakwah untuk bisa 

membantu manusia untuk tidak terlalu berkhidmat pada urusan dunia saja. 

Oleh karena itu, supaya dakwah tersebut dapat masuk ke dalam pikiran 

masyarakat saat ini, maka dakwah perlu memerankan dirinya sebagai suatu 

model pendekatan multidimensional yang tetap relevan dan menyesuaikan 

zaman. Salah satunya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang 

ada, misalnya media sosial seperti Youtube sebagai media untuk 

menyebarkan dakwah. Salah satu contoh pendakwah yang dapat dilihat 

adalah kajian yang dilakukan oleh Ustadz Handy Bonny dengan tema “Aku 

Gak Mau Cokelat, Aku Mau Akad” yang ada dalam salah satu chanel 

Youtube bernama Musawarah. Peneliti dalam makalah ini menjelaskan 

tentang analisis yang telah dilakukan terhadap video tersebut dan dapat 

disimpulkan diantaranya:

1.  Dalam video tersebut dapat diketahui bahwa kebanyakan audiens 

(mad’u) dalam kajian Ustadz Handy Bonny adalah kaum muda milenial, 

yang mana secara psikologis banyak mengalami perubahan dan 

penyesuaian yang membutuhkan bimbingan dan arahan. Sehingga 

dengan adanya kajian yang dilakukan oleh Ustadz Handy Bonny 

diharapkan dapat membimbing dan mengarahkan kaum muda milenial 

kea rah yang lebih baik. Berdasarkan video tersebut juga dapat dilihat 

mengapa kaum muda banyak yang hadir dalam kajian tersebut karena 

pembawaan Ustadz Bonny yang santai dan kekinian membuat kaum 

muda tertarik untuk mengikuti.

2.  Dalam video tersebut dapat diamati bahwa Ustadz Handy Bonny 

berperilaku sebagaimana kaum muda milenial pada umumnya, baik dari 

pakaian dan cara berbicara. Namun untuk kondisi psikologisnya ia lebih 

10

dewasa daripada anak muda yang menjadi audiensnya, sehingga beliau 

sesuai untuk menjadi  seorang ustadz yang menjadi teladan. Beliau 

memulai dakwahnya pada tahun 2012 hingga sekarang.

3.  Dalam tayangan video kajian yang disampaikan oleh Ustadz Handy 

Bonny memperlihatkan bagaimana interaksi antara da’i dan mad’u yang 

cukup efektif. Dimana pembawaan Ustadz Handy Bonny yang santai, 

mudah dipahami dan kekinian sesuai dengan kondisi mad’u. Dengan 

model pendekatan seperti ini maka respon yang diberikan pun cukup 

baik dan interaktif.

4.  Pada idealnya seorang da’i harus bisa memahami kondisi psikologis dari 

mad’unya, dan dalam video tersebut dapat dilihat bahwa Ustadz Handy 

Bonny cukup mengetahui bagaimana kodisi mad’unya sehingga beliau 

bisa menyesuaikan metode, model pendekatan yang sesuai dengannya. 

11

DAFTAR PUSTAKA

Fabriar, Silvia Riskha. 2019.  Urgensi Psikologi dalam Aktivitas Dakwah. Jurnal 

An-Nida. 11(2).

Haryanto. 2018. Relasi Kredibilitas Da’I dan Kebutuhan Mad’u, dalam Mencapai 

Kebutuhan Dakwah. Jurnal: Tasamuh. 16(02).

Mahadi,  Ujang. 2019.  Membangun  Efektifitas  Dakwah  Dengan  Memahami  Psikologi 

Mad’u. Jurnal Dakwah Dan Komunikasi. 4(2).

Hermawan, Andri. 2019.  Biografi Ustadz Hnady Bonny Mantan Penganut 

Komunisme Dan Atheisme Yang Taubat. 

https://www.andriblog.com/2019/01/biografi-ustadz-handy-bonny-mantan.html?m=1 (diakses pada tanggal 8 Mei 2022)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Link Presentasi dan Video Youtube Kelompok 07

 Link Presentasi Kelompok 07 https://www.youtube.com/watch?v=Pr66JsYaWuA Link Video Youtube  https://www.youtube.com/watch?v=jQiAxCgQpdM