ANALISIS KAJIAN USTADZ HANDY BONNY DENGAN TEMA “AKU GAK MAU COKELAT, AKU MAU AKAD”
KELOMPOK 03 :
1. Nafi’atul Istiqomah (201190184)
2. Neng Yuni (201190189)
3. Nihaya Nuraini (201190192)
4. Nova Lutfifatul Azizah (201190199)
5. Nur Faizatul Husna (201190210)
A. KONDISI PSIKOLOGI MAD’U
❑Psikologi mad’u, mengkaji tentang konsepsi manusia sebagai sasaran dakwah serta faktor-faktor yang
mempengaruhi pemahaman, perasaan, sikap, motif dan perilaku keberagaman mad’u., guna melakukan
deskripsi atau penjelasan secara sistematis, prediksi (meramalkan), kontrol (mengendalikan), dan
development dengan pola (pattern) kehidupan yang dikehendaki oleh ajaran Islam.
❑Oleh karena itu, dakwah hendaklah disampaikan dengan cara yang baik, bijak, penuh hikmah, penuh
perhatian, keseriusan, niat yang ikhlas, dengan tetap memperhatikan psikologi mad’u agar pesan moral dannilai-nilai luhur ajaran agama yang disampaikan dalam dakwah dapat diterima dan dicerna.
❑Secara umum kondisi psikologis para jamaah Ustadz Handy Bonny adalah kaum milenial sebagaimanayang diketahui bahwa tidak semua kaum muda milenial tertarik mengikuti kajian, akan tetapi karena
pembawaan Ustadz Handy Bonny yang ceria, humoris, dan kekinian mampu membuat kaum muda milenialtertarik untuk mengikuti kajian terutama yang diisi oleh jamaah Ustadz Handy Bonny
❑Dari segi psikologisnya anak muda generasi milenial banyak mengalami perubahan dan penyesuaian yangmana hal tersebut membutuhkan bimbingan dan arahan yang baik. Dengan adanya kajian yang dilakukanoleh Ustadz Handy Bonny diharapkan mampu membimbing dan mengarahkan kaum muda milenial ke arahyang lebih baik.
B. KONDISI PSIKOLOGIS DA’I
❑Ustadz Handy Bonny atau yang akrab dipanggil ‘Mas Bonny’ merupakan seorang pemuda dari kota
Bandung yang lahir pada 14 April 1988. penampilanya Ketika berdakwah tidak seperti pendakwah pada
umumnya, ia sering terlihat mengenakan pakaian anak muda pada umumnya, misalnya topi, kupluk, kemejakotak-kotak, hodie, dan lain-lain. Gaya bicaranya yang kekinian dan bernuansa anak belia membuat ustadz berkacamata ini banyak penggemar .
❑Beliau dulu berkuliah di jurusan Fakultas Ilmu Komunikasi UnPad angkatan 2006 sehingga jangan heran jika Ustadz Bonny sangat pandai dalam berbicara dan membangun interaksi. Pada tahun 2012, Bonny bertemu yang sahih membuat balik , yaitu standar kebenaran Islam. Hal tersebut memantapkan hatinya,membulatkan niatnya untuk menetapkan mulai hijrah.
❑Pada tahun 2012 ia mulai bergabung pada Mualaf Center di Kota Bandung. Dari sanalah ustadz Bonny mulaiaktif dengan dakwah. Saat ini beliau aktif di kebun amal.
C. INTERAKSI ANTARA DA’I DAN MAD’U
❑Dalam proses dakwah interaksi digunakan untuk mempengaruhi mad’u dengan harapan adanya perubahan sikap, pengetahuan, dan tingkah laku sesuai dengan materi dakwah yang disampaikan, yaitu demi mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
❑Interaksi memiliki hubungan yang erat kaitannya dengan proses komunikasi, yaitu ketika mad’u menerimainformasi, mengolahnya, dan menyimpannya yang akhirnya menghasilkan efek perubahan sikap. Dalam prosesdakwah, arti interaksi sosial antara da’i dan mad’u sekurang-kurangnya terkandung tiga makna yaitu:
1. Da’i maupun mad’u sebenarnya terlibat dalam proses belajar, baik dari segi berpikir maupun dari sudut merasa.
2. Antara da’i dan mad’u terjadi proses penyampaian dan penerimaan lambang-lambang dalam berkomunikasiseperti tepuk tangan lambang suka, gaduh dan mengantuk lambang penolakan.
3. Adanya mekanisme penyesuaian diri antara da’i dan mad’u
❑Dalam tayangan video YouTube yang berjudul "Aku gak mau Cokelat, Aku mau Akad" yang disampaikan olehUstadz Handy Bonny memiliki ciri khas tersendiri dalam menyampaikan dakwahnya. Beliau berdakwah dengancara penyampaian yang santai, mudah dipahami, dan menggunakan bahasa yang milenial sesuai dengan kondisimad'u. Dengan dakwah yang seperti ini dapat menghasilkan interaksi antara da'i dengan mad'u yang mana dalamvideo YouTube tersebut terdapat respon yang baik dari mad'u.
D. KONDISI IDEAL YANG DiUPAYAKAN UNTUK PERBAIKAN AGAR DITERIMA OLEH MAD’U
❑Kondisi ideal yang diupayakan untuk perbaikan agar diterima oleh mad'u yaitu Da’i seharusnya
memiliki kemampuan untuk membaca situasi kondisi psikologis mad'u. Da’i dalam menentukan
materi serta memilih strategi penyampaian harus tepat agar diterima oleh mad’u.
❑Ada beberapa hal yang harus diperhatikan yang terkadang dilupakan oleh Da’I yaitu
memperhatikan durasi serta mengajak mad’u untuk berinteraksi.
❑Metode yang diterapkan juga Ustadz Handy Bonny sangat menarik. Pesan yang terkandung pada
video tersebut yaitu lebih baik akad untuk menjauhi perzinaan. Didalam juga terdapat interaksi
yang cukup baik antara da’i dengan mad’u.
SEKIAN TERIMAKASIH
WASSALAMUALAIKUM WR. WB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar