Minggu, 19 Juni 2022

Kelompok 06

 UNTUKMU YANG SEDANG MENCARI JODOH OLEH USTADZ ABDUL SOMAD

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada matakuliah

“Psikologi Dakwah”

Dosen Pengampu:

Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah, M.Pd.I.

Disusun Oleh Kelompok 06/PAI F:

1.  Nadiya Fitriana    (201190182)

2.  Naily Khuriyatul ‘Aliyah  (201190186)

3.  Niswatun Khasanah     (201190196)

4.  Nur Azizah Lylik Rosita   (201190209)

Pendidikan Agama Islam

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan

Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

(IAIN) Ponorogo

2022 

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan 

segala rahmat-Nyalah akhirnya kami bisa menyusun makalah dengan judul 

“Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh”. Kami juga mengucapkan terima kasih 

kepada Ibu Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah,  M.Pd.I.  selaku dosen pengampu kami 

yang telah memberikan tugas ini kepada kami sehingga kami mendapatkan banyak 

tambahan pengetahuan  khususnya dalam masalah “Untukmu Yang Sedang Mencari 

Jodoh.”

Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami susun ini 

bisa memberikan banyak manfaat serta menambah pengetahuan terutama dalam hal 

“Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh”. Selain itu, kami menyadari bahwa 

makalah ini masih memiliki banyak kekurangan yang membutuhkan perbaikan, 

sehingga kami sangat mengharapkan masukan serta kritik dari para pembaca.

Ponorogo, 25 Mei 2022

Penyusun 

iii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL  ......................................................................................  i

KATA PENGANTAR  ...................................................................................  ii

DAFTAR ISI  ..................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN  ..............................................................................  1

A. Latar Belakang  ..................................................................................  1

B. Rumusan Masalah  .............................................................................  1

BAB II PEMBAHASAN  ................................................................................ 

A . Kondisi Psikologis Mad’u  ................................................................ 

B. Kondisi Psikologis Da’i   .................................................................... 

C. Interaksi Antara Da’i dan Mad’u  ....................................................... 

D. Kondisi Idealnya Jika Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh 

Mad’u  ...................................................................................................... 

BAB III PENUTUP  ........................................................................................ 

A. Kesimpulan  ........................................................................................ 

DAFTAR PUSTAKA  .....................................................................................   

1

BAB I

PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang

Islam sebagai agama dakwah, agama menyebarluaskan kebenaran dan 

mengajak orang-orang yang belum mempercayai, menumbuhkan pengertian 

dan kesadaran agar umat Islam mampu menjalani hidup sesuai dengan perintah 

yang dianggap sebagai tugas suci yang merupakan tugas setiap muslim. Dengan 

demikian, setiap muslim berkewajiban untuk berdakwah. Dalam melaksanakan 

tugas dakwah, seorang da’i dihadapkan pada kenyataan bahwa individu-individu yang akan didakwahi memiliki keberagaman dalam berbagai hal, 

seperti pikiran atau ide, pengalaman dll. Keberagaman tersebut akan 

memberikan corak yang berbeda pula dalam menerima dakwah (materi 

dakwah), dan menyikapinya, karena itulah untuk mengefektifkan usaha dakwah 

seorang da’i dituntut untuk memahami mad’u yang akan di hadapi.

Setiap muslim memiliki kewajiban untuk berdakwah. Dakwah yang 

dimaksudkan bukan hanya dakwah di depan mimbar, tetapi mengajak seseorang 

untuk melakukan kebaikan juga termasuk dalam berdakwah. Salah satu bentuk 

keberhasilan dalam dakwah adalah berubahnya sikap kejiwaan seseorang. Dari 

tidak cinta Islam dan tertanam dalam jiwanya rasa senang terhadap kebenaran 

ajaran Islam. Kegiatan dakwah dimaksudkan untuk mengubah sikap kejiwaan 

mad’u untuk melakukan hal tersebut, seorang da’i dituntut untuk memahami 

ilmu tentang psikologi dakwah. Dengan menerapkan psikologi dakwah dalam 

setiap kegiatan berdakwah, da’i telah melaksanakan apa yang pernah dilakukan

oleh Rasulullah SAW yang selalu memperhatikan kesiapan jiwa para orang 

yang didakwahi dalam menerima pesan dakwah.

Dakwah memiliki kedudukan yang tinggi dan mempunyai peranan 

yang sangat penting menurut pandangan Allah SWT dan Nabi Muhammad 

SAW, karena Islam sangat memperhatikan dalam urusan yang satu ini.

Sehingga menganjurkan kepada setiap muslim agar menyeru kepada kebaikan 

dan menyampaikan nasehat-nasehat yang baik kepada masyarakat serta 

menjauhkan diri dari segala hal yang dilarang oleh agama Islam. 

2

Psikologi dan Dakwah  merupakan ilmu pengetahuan yang saling 

berhubungan, saling melengkapi, saling mengisi dan saling terkait satu dengan 

yang lainnya. Untuk mengetahui keterkaitan antara keduanya maka harus 

mengetahui pengertiannya.  Begitu pentingnya perintah dakwah ini, sehingga 

berbagai metode diterapkan. Hal ini dipertegas oleh HM. Arifin, M.Pd. dalam 

bukunya “Psikologi Dakwah” bahwa :”Dakwah mengandung pengertian 

sebagai suatu kegiatan ajakan baik dalam bentuk lisan, tulisan, tingkah laku dan 

sebagainya yang dilakukan secara sadar dan berencana dalam usaha 

mempengaruhi orang lain baik secara individual maupun secara kelompok agar 

supaya timbul dalam dirinya suatu pengertian, kesadaran, sikap penghayatan 

serta pengamalan terhadap amalan ajaran agama sebagai message yang 

disampaikan kepadanya dengan tanpa unsur paksaan”.

Dalam tayangan di situs youtube channel Love Islam dengan jumlah 

subscribe 1,3 ribu yang berjudul “Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh” 

dengan jumlah penonton lebih dari  85 ribu  ditonton, adalah Ustadz  Abdul 

Somad, Lc., MA.

Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk 

menganalisis pesan dakwah ustadz Abdul Somad, Lc. MA. Yang berada di 

youtube  channel  Love Islam dengan alamat web

https://youtu.be/O85QNS9Gq30    “Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh”. 

Dalam video tersebut beliau memberikan pesan dakwah mengenai  wanita 

muslim jika ingin mencari suami jangan cari yang sempurna dan jika kita tetap 

ingin mencari suami yang sempurna maka sampai kapanpun kita tidak akan 

pernah mempunyai suami. Dan sebaliknya laki-laki jika ingin menikah maka 

menikahilah wanita yang mempunyai kriteria yaitu karena hartanya, nasabnya, 

cantiknya dan karena agamanya. Dampak positif dari menikah adalah agar hati 

menjadi tenang dan Allahlah yang menurunkan ketenangan itu.

B.  Rumusan Masalah

1.  Bagaimana kondisi psikologis mad’u? 

3

2.  Bagaimana kondisi psikologis da’i?

3.  Bagaimana interaksi antara da’i dan mad’u?

4.  Bagaimana kondisi idealnya, jika diupayakan untuk perbaikan agar diterima

oleh mad’u?

C.  Tujuan

1.  Untuk mengetahui kondisi psikologis mad’u.

2.  Untuk mengetahui kondisi psikologis da’i.

3.  Untuk mengetahui interaksi antara da’i dan mad’u.

4.  Untuk mengetahui kondisi idealnya, jika diupayakan untuk perbaikan agar 

diterima oleh mad’u. 

4

BAB II

PEMBAHASAN

A.  Kondisi Psikologis Mad’u

Mad’u adalah orang yang diajak kepada jalan Allah melalui pengenalan 

dan penghayatan ajaran Islam. Dalam ilmu komunikasi mad’u disebut dengan 

komunikan atau receiver yaitu penerima pesan dari komunikator. Secara umum 

kalangan mad’u terbagi menjadi dua, yaitu mad’u muslim dan non-muslim. 

Bagi non-muslim dakwah ditujukan untuk mengajak mereka bersyahadat  dan 

menjadi muslim. Sedangkan bagi orang muslim, dakwah bertujuan untuk 

peningkatan ilmu, iman dan amal. Mad’u dapat ditinjau dari persepktif 

teologis, sosiologis dan psikologis.

1

Mengenal mad’u merupakan salah satu prinsip utama yang harus 

dimiliki seorang da’i karena merupakan tuntunan logis dalam menjalankan 

aktivitas dakwah, dengan mengenal mad’u sesuai dengan situasi dan 

kondisinya dakwah pun dapat diaplikasikan secara efektif.

2

Dalam hal ini 

seorang Da’i sebelum terjun kelapangan untuk berhadapan dengan mad’u, 

harus melakukan kerja prakondisi. Da’i harus menganalisis secara tepat 

metode, media, strategi dan materi yang akan digunakan dalam melakukan 

tugas dakwah. Tanpa memiliki tahapan ini maka sangat dimungkinkan pesan 

dakwah yang diberikan kepada mad’u akan mengalami pembiasaan yang jauh 

dari harapan. 

Materi dakwah adalah pesan-pesan dakwah islami atau segala sesuatu 

yang harus disampaikan oleh da’i kepada mad’u. Pesan dakwah harus 

bersumber dari Al-Qur’an dan hadits. Sehingga dapat dipahami bahwa  dakwah 

hendaknya harus mencapai sasaran utama dari kesempurnaan hubungan antara 

manusia dengan penciptanya yakni Allah SWT dan mengatur keseimbangan di 

antara dua hubungan tersebut.  Sedangkan dengan pesan dakwah sendiri 

sebagaimana yang digariskan oleh Al-Qur’an adalah berbentuk pernyataan 

1

Kamaluddin, Mengenal Mad’u Dalam Perspektif Teologis, Sosiologis, Antropologis, 

Dan Psikologis, Studi Multidisipliner Volume 2 Edisi 1 2015, 43.

2

Ridho Syabibi, Metodologi Ilmu Dakwah, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008), 25.   

5

maupun pesan Al-Qur’an adalah berbentuk pernyataan maupun pesan Al-Qur’an dan Sunnah. 

Oleh karena itu, dakwah hendaklah disampaikan dengan cara yang baik, 

bijak, penuh hikmah, penuh perhatian, keseriusan dengan memperhatikan 

psikologi mad’u agar pesan moral dan nilai-nilai luhur ajaran agama yang 

disampaikan dalam dakwah dapat diterima dan dicerna. Secara umum kondisi 

psikologis para jamaah Ustadz Abdul Somad dalam kajian pada situs channel 

youtube Love Islam yang berjudul “Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh”

yang mana kebanyakan mad’u nya adalah dari kaum bapak-bapak dan ibu-ibu 

tetapi dari kaum muda hanya sebagian yang tertarik mengikuti kajian. Karena 

bapak-bapak dan ibu-ibu tertarik  dan sangat antusias  mengikuti kajian dari 

(Da’i)  Ustadz Abdul Somad yang menarik dari temanya adalah tentang 

membangun rumah tangga yang sakinnah mawaddah warahmah  dan yang 

sedang mencari jodoh sehingga mereka akan lebih bisa memahami bagaimana 

menjaga keluarga yang utuh dan bagi kaum muda dalam mengikuti kajian ini 

agar lebih bisa memilih pasangan yang tepat tanpa memandang dari segi fisik, 

harta, ganteng dan cantik, agamanya.  Selain itu,  laki-laki tidak boleh hidup 

sendiri tanpa adanya wanita, maka dari itulah Tuhan menciptakan perempuan 

dari tulang rusuk laki-laki yang bengkok, yang bila dipaksa akan lurus maka 

akan patah jika dibiarkan maka kamu akan ikut bengkok. Dari segi 

psikologisnya maka para bapak-bapak, ibu-ibu, kaum muda banyak mengalami 

perubahan dalam hal menjaga rumah tangga dan memilih pasangan yang tepat 

dan sempurna  sehingga dengan adanya kajian yang dilakukan oleh (Da’i) 

Ustadz Abdul Somad diharapkan mampu mengarahkan para jama’ahnya 

menjadi manusia yang lebih baik menuju Ridha Allah yakni membangun 

rumah tangga sakinnah mawaddah warahmah.

B.  Kondisi Psikologis Da’i

Kata da’i atau da’iyah menurut Bahasa adalah isim fail berwazan fa’ilah 

dari kata da’aa, yad’uu, daa’in. Kata da’iyah bermakna suara kuda dalam suatu 

peperangan karena ia menjawab orang yang berteriak-  teriak memanggilnya. 

6

Sedangkan da’i secara istilah adalah orang islam yang secara syariat mendapat 

beban dakwah mengajak kepada agama Allah.

3

Tidak diragukan lagi bahwa 

definisi ini mencakup seluruh lapisan dari rasul, ulama, penguasa setiap 

muslim, baik laki-  laki maupun perempuan. Da’i dapat  diibaratkan sebagai 

seorang  guide  atau pemandu terhadap orang-  orang yang ingin mendapatkan 

keselamatan hidup dunia dan akhirat. Dalam hal ini da’i adalah seorang 

petunjuk jalan yang harus mengerti dan memahami terlebih dahulu mana jalan 

yang boleh dilalui dan yang tidak boleh dilalui oleh seorang muslim, sebelum 

ia memberi petunjuk jalan kepada orang lain.  

Pendapat lain mengungkapkan bahwa  da’i  adalah seseorang yang 

melakukan ajakan atau orang yang menyampaikan ajaran (mubaligh). Subjek 

dakwah merupakan  unsur penting dalam pelaksanaan dakwah karena seorang 

da’i   akan menjadi pemandu titian yang mengemban misi risalah dan diserukan 

kepada objek dakwah dengan dalil yang dapat dipertanggung jawabkan 

kebenarannya. Seorang da’i dituntut mampu mengetuk dan  menyentuh hati 

umat yang dihadapinya secara profesional agar misi yang disampaikan dapat 

diterima oleh umat.

4

Kondisi psikologis da’i dalam makalah ini tertarik untuk menganalisis 

pesan  yang terkandung dalam  dakwah  salah satu tayanagan  di situs 

channel youtube  Love Islam dengan jumlah  penonton  86 ribu  yang berjudul 

“Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh-  Ustadz Abdul Somad  ” dalam video 

tersebut beliau menyampaikan beberapa pesan  mengenai  wanita muslim jika 

ingin mencari suami jangan cari yang sempurna dan jika kita tetap  ingin mencari 

suami yang sempurna maka sampai kapanpun kita tidak akan pernah 

mempunyai suami. Dan sebaliknya laki-laki jika ingin menikah maka 

menikahilah wanita yang mempunyai kriteria yaitu karena hartanya, nasabnya, 

cantiknya dan karena agamanya. Dampak positif dari menikah adalah agar hati 

menjadi tenang dan Allahlah yang menurunkan ketenangan itu.  Ustadz  Abdul 

3

Drs. Wahidin Saputra, Pengantar Ilmu Dakwah , (Jakarta, 2011). 1.

4

Aris Risdina, Transformasi Peran Da’i Dalam Menjawab Peluang dan Tantangan (Studi 

terhadap Manajemen SDM), Jurnal Dakwah, Vol. XV, No. 2 Tahun 2014, 438. 

7

Somad memiliki ciri khas tersendiri dalam penyampaian dakwahnya yaitu 

dengan bahasa melayu dan bataknya yang digunakan saat berdakwah.

Ustadz Abdul Somad Batubara, Lc. MA atau lebih dikenal dengan 

sebutan UAS lahir dan tumbuh besar di Pekanbaru, Riau pada tanggal 18 Mei 

1977 di sebuah kampung yang  bernama Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, 

beliau merupakan putra dari bapak Lobbayudin dan ibunya yang  bernama 

Hajjah Rohana yang merupakan keturunan dari Syekh Abdurrahman atau lebih 

dikenal dengan sebutan Syekh Silau Laut, dan ayahnya yang  bernama 

Lobbayudin. 

Dalam diri Ustadz Abdul Somad mengalir darah melayu (dari sang ibu) 

dan Batak (dari ayahnya), Ustadz Abdul Somad dibesarkan oleh keluarga yang 

paham betul akan pendidikan, terutama  akan pendidikan agama sedari kecil, 

Ustadz Abdul Somad dibimbing oleh orang tuanya agar menjadi anak yang 

saleh dan memberikan manfaat bagi sesama manusia. Ustadz Abdul Somad 

diketahui pernah bekerja sebagai dosen Bahasa Arab dan Tafsir Hadis di 

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim dari tahun 2009 dan juga pernah 

mengajar sebagai dosen Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam al-Azhar Yayasan Masmur Riau, Ustadz Abdul Somad juga pernah aktif sebagai 

anggota MUI Provinsi Riau dan Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa’i Nahdhatul 

Ulama serta anggota badan Amil Zakat di Riau dari tahun 2009 hingga 2014, 

kini beliau aktif memberikan ceramah agama Islam di berbagai pelosok di 

wilayah Indonesia, dari hari ke hari nama beliau kian moncer sebagai Ustadz 

panutan zaman now.

5

Dalam tayangan youtube tersebut Ustadz Abdul Somad menjelaskan 

bagaimana untukmu  yang sedang  mencari  jodoh,  menurut ustadz abdul shomad 

bagi laki-laki yang hendak mencari istri  hendaknya  perempuan tersebut 

mempunyai kriteria  yaitu    karena    hartanya, nasabnya,  kecantikannya, dan 

karena agamanya.  Laki-laki yang sudah siap lahir batin  untk menikah 

diwajibkan untuk menikah karena menikah    dapat menundukkan pandangan, 

5

Abid Fadhil Abyan, Berguru kepada Ustadz Zaman Now, (Jakarta Selatan: Laksana, 2018), Cet. 

Ke-1. 11-12. 

8

menjaga kemaluan,  jika belum mampu untuk menikah hendakya melakukan 

puasa sunah untuk meredamkan hawa nafsu.

C.  Interaksi Antara Da’i dan Mad’u

Salah satu naluri manusia sebagai makhluk sosial adalah 

kecenderungan untuk hidup berkelompok atau  bermasyarakat yang disebut 

instink gregarious. Dan salah satu bentuk manifestasi dari kecenderungan 

naluriah tersebut adalah apa yang disebut oleh para ahli psikologi dengan 

interaksi social.

6

Interaksi adalah suatu bentuk hubungan antara dua orang atau l ebih 

dimana tingkah laku seseorang diubah oleh tingkah laku yang lain. Jadi, 

jelaslah bahwa didalam proses interaksi itu terdapat tindakan saling 

mempengaruhi antara satu individu dengan individu yang lain, sehingga 

timbullah kemungkinan untuk saling mengubah atau memperbaiki perilaku 

masing-masing secara timbal balik. Perubahan demikian bias terjadi secara 

disadari atau tidak sepenuhnya disadari, atau secara perlahan. Di dalam 

hubungan interaksional inilah terjadi suatu proses belajar mengajar diantara 

manusia. Di mana di dalam proses dakwah  merupakan permulaan yang 

fundamental bagi suksesnya dakwah. Tanpa adanya suatu proses belajar 

mengajar maka dakwah sulit memperoleh tempat di dalam hati manusia. Jika 

kita kaitkan dengan dakwah, maka dalam dakwah dikenal istilah  personal 

approach  dakwah  face to face, sehingga terjadi proses saling mempengaruhi 

antara da’i  dan mad’u atau sebaliknya begitu juga ada istilah general approach

atau dakwah secara umum misalnya pengajian disini terjadi proses saling 

mempengaruhi  antara da’i  dan  mad’u dalam kelompok social. Maka dari itu 

interaksi social erat kaitannya dengan dakwah.

7

Tayangan video dari Ustadz Abdul Somad, Lc., MA  yang berjudul 

“Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh” dari youtube channel Love Islam 

6

Hafniati, “Interaksi Da’I dan Mad’u Tentang Penguasaan Media Dan Metode Dakwah Dalam 

Mencapai Hasil Dan Tujuan Dakwah”, Jurnal Muqoddimah Vol. 14, No. 1, 2018, Hal. 104.

7

Totok Jumantoro, Psikologi Dakwah Dengan Aspek-Aspek Kejiwaan Yang Qur’ani, Amzah, 

Jakarta:2001, hal, 83-86. 

9

merupakan suatu tayangan pada bulan Agustus tahun 2021. Pengajian ini 

dihadiri oleh para santri dan masyarakat umum yang ada disekitarnya. Dalam 

menyampaikan dakwah ustadz Abdul Somad punya ciri khas tersendiri dalam 

penyampaiannya maupun penampilannya. Dalam pengajan tersebut ustadz 

Abdul Somad  atau biasa dikenal dengan sebutan UAS selalu diselingi oleh 

candaan tetapi tidak meninggalkan jalurnya seperti dalam istilah santai tetapi 

tetap serius. Walaupun berdakwah dengan sederhana beliau tetap 

memperhatikan setiap katanya agar para jamaah dapat mengerti dan memahami 

apa yang disampaikan tersebut. Dalam berdakwah UAS selalu menggunakan 

pakaian yang sederhana yaitu memakai kemeja putih, sarung dan yang selalu 

menjadi ciri khas nya adalah selalu membawa sorban yang dikalungkan 

dilehernya.

Durasi tayangan video ini sekitar 1 jam 3 menit 11 detik dan sudah 

ditonton 86 rb kali dari youtube Love Islam. Setiap membuka ceramah Ustadz 

Abdul Somad selalu diiringi dengan candaan yang bertujuan untuk menarik 

perhatian mad’u agar pesannya  dapat tersampaikan dengan baik dan bias 

diterima oleh kaum awam. Didalam tayangan video tersebut juga terdapat sesi 

Tanya jawab secara langsung dan hingga penutup acara berjalan dengan baik, 

khusyuk, dan khidmat.

D.  Kondisi Idealnya Jika Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh 

Mad’u

Kondisi  ideal yang diupayakan untuk perbaikan agar diterima oleh 

mad’u  yaitu memiliki kemampuan yang meliputi kemampuan membaca dan 

memahami seluk beluk komunikannya sehingga dapat dirancang metode apa 

yang  cocok dipakai, terutama  dalam  berkomunikasi.  Dengan  mengetahui 

karakter komunikan seorang da’i bisa merancang media apa yang cocok 

digunakan, apakah media yang bersifat audio, visual, ataukah yang bersifat 

audio visual.  Selain  media, juga dapat ditentukan sikap yang cocok untuk 

ditampilkan oleh seorang da’i, menctakan suatu  Teknik  agar antara da’I  dan 

mad’u terjalin komunikasi yang lancar dn memiliki ikatan moral yang tinggi. 

10

Selain  itu, sejatinya da’i  harus memiliki kualifikasi moralitas dan 

keluhuran budi pekerti seperti Rasulullah  saw. atau paling tidak mendekatinya. 

Keluhuran budi pekerti ini menjadi salah satu pendorong yang memungkinkan 

masyarakat  (ma’du) dapat mengikuti jalan kebenaran yang diserukan sang 

da’i.

8

Dalam penyampaian dakwah dari ustadz  Abdul Somad    sangat menarik 

dan mudah untuk dimengerti baik untuk kalangan muda  maupun untuk 

kalangan orang tua. Cara menyampaikan pesan dalam  dakwah juga 

menggunakan bahasa keseharian dan sangat santai sehingga  sangat mudah 

dalam pemahamannya. Dalam dakwah tersebut juga menyampaikan pesan yang 

wanita muslim jika ingin mencari suami jangan cari yang sempurna dan jika 

kita tetap ingin mencari suami yang sempurna maka sampai kapanpun kita tidak 

akan pernah mempunyai suami. Dan sebaliknya laki-laki jika ingin menikah 

maka menikahilah wanita yang mempunyai kriteria yaitu karena hartanya, 

nasabnya, cantiknya dan karena agamanya. Dampak positif dari menikah adalah 

agar hati menjadi tenang dan Allahlah yang menurunkan ketenangan itu.

8

Haryanto, Relasi Kredibilitas Da’I dan Kebutuhan Mad’u, dalam Mencapai Kebutuhan 

Dakwah, Jurnal: Tasamuh, Vol. 16, No. 02 Juni 2018, 65-68. 

11

BAB III

PENUTUP

A.  Kesimpulan

Mad’u adalah orang yang diajak kepada jalan Allah melalui 

pengenalan dan penghayatan ajaran Islam.  Mad’u  merupakan salah satu 

prinsip utama yang harus dimiliki seorang da’i karena merupakan tuntunan 

logis dalam menjalankan aktivitas dakwah, dengan mengenal mad’u sesuai 

dengan situasi dan kondisinya dakwah pun dapat diaplikasikan secara efektif. 

Da’i adalah seorang petunjuk jalan yang harus mengerti dan memahami 

terlebih dahulu mana jalan yang boleh dilalui dan yang tidak boleh dilalui oleh 

seorang muslim, sebelum ia memberi petunjuk jalan kepada orang lain

Interaksi adalah suatu bentuk hubungan antara dua orang atau lebih 

dimana tingkah laku seseorang diubah oleh tingkah laku yang lain. Jadi, jelaslah 

bahwa didalam proses interaksi itu terdapat tindakan saling mempengaruhi 

antara satu individu dengan individu yang lain, sehingga timbullah 

kemungkinan untuk saling mengubah atau memperbaiki perilaku masing-masing secara timbal balik.

Kondisi  ideal yang diupayakan untuk perbaikan agar diterima oleh 

mad’u  yaitu memiliki kemampuan yang meliputi kemampuan membaca dan 

memahami seluk beluk komunikannya sehingga dapat dirancang metode apa 

yang cocok dipakai, terutama dalam berkomunikasi.

12

DAFTAR PUSTAKA

Abid Fadhil Abyan,  Berguru kepada Ustadz Zaman Now, (Jakarta Selatan: 

Laksana, 2018), Cet. Ke-1.

Aris Risdina, Transformasi Peran Da’i Dalam Menjawab Peluang dan Tantangan 

(Studi terhadap Manajemen SDM), Jurnal Dakwah, Vol. XV, No. 2 Tahun 2014.

Drs. Wahidin Saputra, Pengantar Ilmu Dakwah , (Jakarta, 2011).

Hafniati, “Interaksi Da’I dan Mad’u Tentang Penguasaan Media Dan Metode 

Dakwah Dalam Mencapai Hasil Dan Tujuan Dakwah”, Jurnal Muqoddimah Vol. 

14, No. 1, 2018.

Haryanto, Relasi Kredibilitas Da’i  dan Kebutuhan Mad’u, dalam Mencapai 

Kebutuhan Dakwah, Jurnal: Tasamuh, Vol. 16, No. 02 Juni 2018.

Kamaluddin, Mengenal Mad’u Dalam Perspektif Teologis, Sosiologis, 

Antropologis, Dan Psikologis, Studi Multidisipliner Volume 2 Edisi 1 2015.

Ridho Syabibi, Metodologi Ilmu Dakwah, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008).

Kamaluddin, Mengenal Mad’u Dalam Perspektif Teologis, Sosiologis.

Totok Jumantoro,  Psikologi Dakwah  Dengan Aspek-Aspek Kejiwaan Yang 

Qur’ani, Amzah, Jakarta:2001.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Link Presentasi dan Video Youtube Kelompok 07

 Link Presentasi Kelompok 07 https://www.youtube.com/watch?v=Pr66JsYaWuA Link Video Youtube  https://www.youtube.com/watch?v=jQiAxCgQpdM