UNTUKMU YANG SEDANG MENCARI JODOH OLEH USTADZ ABDUL SOMAD
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada matakuliah
“Psikologi Dakwah”
Dosen Pengampu:
Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah, M.Pd.I.
Disusun Oleh Kelompok 06/PAI F:
1. Nadiya Fitriana (201190182)
2. Naily Khuriyatul ‘Aliyah (201190186)
3. Niswatun Khasanah (201190196)
4. Nur Azizah Lylik Rosita (201190209)
Pendidikan Agama Islam
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
Institut Agama Islam Negeri Ponorogo
(IAIN) Ponorogo
2022
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena hanya dengan
segala rahmat-Nyalah akhirnya kami bisa menyusun makalah dengan judul
“Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh”. Kami juga mengucapkan terima kasih
kepada Ibu Dr. Hj. Elfi Yuliani Rochmah, M.Pd.I. selaku dosen pengampu kami
yang telah memberikan tugas ini kepada kami sehingga kami mendapatkan banyak
tambahan pengetahuan khususnya dalam masalah “Untukmu Yang Sedang Mencari
Jodoh.”
Kami selaku penyusun berharap semoga makalah yang telah kami susun ini
bisa memberikan banyak manfaat serta menambah pengetahuan terutama dalam hal
“Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh”. Selain itu, kami menyadari bahwa
makalah ini masih memiliki banyak kekurangan yang membutuhkan perbaikan,
sehingga kami sangat mengharapkan masukan serta kritik dari para pembaca.
Ponorogo, 25 Mei 2022
Penyusun
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i
KATA PENGANTAR ................................................................................... ii
DAFTAR ISI ..................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1
A. Latar Belakang .................................................................................. 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................
A . Kondisi Psikologis Mad’u ................................................................
B. Kondisi Psikologis Da’i ....................................................................
C. Interaksi Antara Da’i dan Mad’u .......................................................
D. Kondisi Idealnya Jika Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh
Mad’u ......................................................................................................
BAB III PENUTUP ........................................................................................
A. Kesimpulan ........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Islam sebagai agama dakwah, agama menyebarluaskan kebenaran dan
mengajak orang-orang yang belum mempercayai, menumbuhkan pengertian
dan kesadaran agar umat Islam mampu menjalani hidup sesuai dengan perintah
yang dianggap sebagai tugas suci yang merupakan tugas setiap muslim. Dengan
demikian, setiap muslim berkewajiban untuk berdakwah. Dalam melaksanakan
tugas dakwah, seorang da’i dihadapkan pada kenyataan bahwa individu-individu yang akan didakwahi memiliki keberagaman dalam berbagai hal,
seperti pikiran atau ide, pengalaman dll. Keberagaman tersebut akan
memberikan corak yang berbeda pula dalam menerima dakwah (materi
dakwah), dan menyikapinya, karena itulah untuk mengefektifkan usaha dakwah
seorang da’i dituntut untuk memahami mad’u yang akan di hadapi.
Setiap muslim memiliki kewajiban untuk berdakwah. Dakwah yang
dimaksudkan bukan hanya dakwah di depan mimbar, tetapi mengajak seseorang
untuk melakukan kebaikan juga termasuk dalam berdakwah. Salah satu bentuk
keberhasilan dalam dakwah adalah berubahnya sikap kejiwaan seseorang. Dari
tidak cinta Islam dan tertanam dalam jiwanya rasa senang terhadap kebenaran
ajaran Islam. Kegiatan dakwah dimaksudkan untuk mengubah sikap kejiwaan
mad’u untuk melakukan hal tersebut, seorang da’i dituntut untuk memahami
ilmu tentang psikologi dakwah. Dengan menerapkan psikologi dakwah dalam
setiap kegiatan berdakwah, da’i telah melaksanakan apa yang pernah dilakukan
oleh Rasulullah SAW yang selalu memperhatikan kesiapan jiwa para orang
yang didakwahi dalam menerima pesan dakwah.
Dakwah memiliki kedudukan yang tinggi dan mempunyai peranan
yang sangat penting menurut pandangan Allah SWT dan Nabi Muhammad
SAW, karena Islam sangat memperhatikan dalam urusan yang satu ini.
Sehingga menganjurkan kepada setiap muslim agar menyeru kepada kebaikan
dan menyampaikan nasehat-nasehat yang baik kepada masyarakat serta
menjauhkan diri dari segala hal yang dilarang oleh agama Islam.
2
Psikologi dan Dakwah merupakan ilmu pengetahuan yang saling
berhubungan, saling melengkapi, saling mengisi dan saling terkait satu dengan
yang lainnya. Untuk mengetahui keterkaitan antara keduanya maka harus
mengetahui pengertiannya. Begitu pentingnya perintah dakwah ini, sehingga
berbagai metode diterapkan. Hal ini dipertegas oleh HM. Arifin, M.Pd. dalam
bukunya “Psikologi Dakwah” bahwa :”Dakwah mengandung pengertian
sebagai suatu kegiatan ajakan baik dalam bentuk lisan, tulisan, tingkah laku dan
sebagainya yang dilakukan secara sadar dan berencana dalam usaha
mempengaruhi orang lain baik secara individual maupun secara kelompok agar
supaya timbul dalam dirinya suatu pengertian, kesadaran, sikap penghayatan
serta pengamalan terhadap amalan ajaran agama sebagai message yang
disampaikan kepadanya dengan tanpa unsur paksaan”.
Dalam tayangan di situs youtube channel Love Islam dengan jumlah
subscribe 1,3 ribu yang berjudul “Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh”
dengan jumlah penonton lebih dari 85 ribu ditonton, adalah Ustadz Abdul
Somad, Lc., MA.
Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk
menganalisis pesan dakwah ustadz Abdul Somad, Lc. MA. Yang berada di
youtube channel Love Islam dengan alamat web
https://youtu.be/O85QNS9Gq30 “Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh”.
Dalam video tersebut beliau memberikan pesan dakwah mengenai wanita
muslim jika ingin mencari suami jangan cari yang sempurna dan jika kita tetap
ingin mencari suami yang sempurna maka sampai kapanpun kita tidak akan
pernah mempunyai suami. Dan sebaliknya laki-laki jika ingin menikah maka
menikahilah wanita yang mempunyai kriteria yaitu karena hartanya, nasabnya,
cantiknya dan karena agamanya. Dampak positif dari menikah adalah agar hati
menjadi tenang dan Allahlah yang menurunkan ketenangan itu.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana kondisi psikologis mad’u?
3
2. Bagaimana kondisi psikologis da’i?
3. Bagaimana interaksi antara da’i dan mad’u?
4. Bagaimana kondisi idealnya, jika diupayakan untuk perbaikan agar diterima
oleh mad’u?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui kondisi psikologis mad’u.
2. Untuk mengetahui kondisi psikologis da’i.
3. Untuk mengetahui interaksi antara da’i dan mad’u.
4. Untuk mengetahui kondisi idealnya, jika diupayakan untuk perbaikan agar
diterima oleh mad’u.
4
BAB II
PEMBAHASAN
A. Kondisi Psikologis Mad’u
Mad’u adalah orang yang diajak kepada jalan Allah melalui pengenalan
dan penghayatan ajaran Islam. Dalam ilmu komunikasi mad’u disebut dengan
komunikan atau receiver yaitu penerima pesan dari komunikator. Secara umum
kalangan mad’u terbagi menjadi dua, yaitu mad’u muslim dan non-muslim.
Bagi non-muslim dakwah ditujukan untuk mengajak mereka bersyahadat dan
menjadi muslim. Sedangkan bagi orang muslim, dakwah bertujuan untuk
peningkatan ilmu, iman dan amal. Mad’u dapat ditinjau dari persepktif
teologis, sosiologis dan psikologis.
1
Mengenal mad’u merupakan salah satu prinsip utama yang harus
dimiliki seorang da’i karena merupakan tuntunan logis dalam menjalankan
aktivitas dakwah, dengan mengenal mad’u sesuai dengan situasi dan
kondisinya dakwah pun dapat diaplikasikan secara efektif.
2
Dalam hal ini
seorang Da’i sebelum terjun kelapangan untuk berhadapan dengan mad’u,
harus melakukan kerja prakondisi. Da’i harus menganalisis secara tepat
metode, media, strategi dan materi yang akan digunakan dalam melakukan
tugas dakwah. Tanpa memiliki tahapan ini maka sangat dimungkinkan pesan
dakwah yang diberikan kepada mad’u akan mengalami pembiasaan yang jauh
dari harapan.
Materi dakwah adalah pesan-pesan dakwah islami atau segala sesuatu
yang harus disampaikan oleh da’i kepada mad’u. Pesan dakwah harus
bersumber dari Al-Qur’an dan hadits. Sehingga dapat dipahami bahwa dakwah
hendaknya harus mencapai sasaran utama dari kesempurnaan hubungan antara
manusia dengan penciptanya yakni Allah SWT dan mengatur keseimbangan di
antara dua hubungan tersebut. Sedangkan dengan pesan dakwah sendiri
sebagaimana yang digariskan oleh Al-Qur’an adalah berbentuk pernyataan
1
Kamaluddin, Mengenal Mad’u Dalam Perspektif Teologis, Sosiologis, Antropologis,
Dan Psikologis, Studi Multidisipliner Volume 2 Edisi 1 2015, 43.
2
Ridho Syabibi, Metodologi Ilmu Dakwah, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008), 25.
5
maupun pesan Al-Qur’an adalah berbentuk pernyataan maupun pesan Al-Qur’an dan Sunnah.
Oleh karena itu, dakwah hendaklah disampaikan dengan cara yang baik,
bijak, penuh hikmah, penuh perhatian, keseriusan dengan memperhatikan
psikologi mad’u agar pesan moral dan nilai-nilai luhur ajaran agama yang
disampaikan dalam dakwah dapat diterima dan dicerna. Secara umum kondisi
psikologis para jamaah Ustadz Abdul Somad dalam kajian pada situs channel
youtube Love Islam yang berjudul “Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh”
yang mana kebanyakan mad’u nya adalah dari kaum bapak-bapak dan ibu-ibu
tetapi dari kaum muda hanya sebagian yang tertarik mengikuti kajian. Karena
bapak-bapak dan ibu-ibu tertarik dan sangat antusias mengikuti kajian dari
(Da’i) Ustadz Abdul Somad yang menarik dari temanya adalah tentang
membangun rumah tangga yang sakinnah mawaddah warahmah dan yang
sedang mencari jodoh sehingga mereka akan lebih bisa memahami bagaimana
menjaga keluarga yang utuh dan bagi kaum muda dalam mengikuti kajian ini
agar lebih bisa memilih pasangan yang tepat tanpa memandang dari segi fisik,
harta, ganteng dan cantik, agamanya. Selain itu, laki-laki tidak boleh hidup
sendiri tanpa adanya wanita, maka dari itulah Tuhan menciptakan perempuan
dari tulang rusuk laki-laki yang bengkok, yang bila dipaksa akan lurus maka
akan patah jika dibiarkan maka kamu akan ikut bengkok. Dari segi
psikologisnya maka para bapak-bapak, ibu-ibu, kaum muda banyak mengalami
perubahan dalam hal menjaga rumah tangga dan memilih pasangan yang tepat
dan sempurna sehingga dengan adanya kajian yang dilakukan oleh (Da’i)
Ustadz Abdul Somad diharapkan mampu mengarahkan para jama’ahnya
menjadi manusia yang lebih baik menuju Ridha Allah yakni membangun
rumah tangga sakinnah mawaddah warahmah.
B. Kondisi Psikologis Da’i
Kata da’i atau da’iyah menurut Bahasa adalah isim fail berwazan fa’ilah
dari kata da’aa, yad’uu, daa’in. Kata da’iyah bermakna suara kuda dalam suatu
peperangan karena ia menjawab orang yang berteriak- teriak memanggilnya.
6
Sedangkan da’i secara istilah adalah orang islam yang secara syariat mendapat
beban dakwah mengajak kepada agama Allah.
3
Tidak diragukan lagi bahwa
definisi ini mencakup seluruh lapisan dari rasul, ulama, penguasa setiap
muslim, baik laki- laki maupun perempuan. Da’i dapat diibaratkan sebagai
seorang guide atau pemandu terhadap orang- orang yang ingin mendapatkan
keselamatan hidup dunia dan akhirat. Dalam hal ini da’i adalah seorang
petunjuk jalan yang harus mengerti dan memahami terlebih dahulu mana jalan
yang boleh dilalui dan yang tidak boleh dilalui oleh seorang muslim, sebelum
ia memberi petunjuk jalan kepada orang lain.
Pendapat lain mengungkapkan bahwa da’i adalah seseorang yang
melakukan ajakan atau orang yang menyampaikan ajaran (mubaligh). Subjek
dakwah merupakan unsur penting dalam pelaksanaan dakwah karena seorang
da’i akan menjadi pemandu titian yang mengemban misi risalah dan diserukan
kepada objek dakwah dengan dalil yang dapat dipertanggung jawabkan
kebenarannya. Seorang da’i dituntut mampu mengetuk dan menyentuh hati
umat yang dihadapinya secara profesional agar misi yang disampaikan dapat
diterima oleh umat.
4
Kondisi psikologis da’i dalam makalah ini tertarik untuk menganalisis
pesan yang terkandung dalam dakwah salah satu tayanagan di situs
channel youtube Love Islam dengan jumlah penonton 86 ribu yang berjudul
“Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh- Ustadz Abdul Somad ” dalam video
tersebut beliau menyampaikan beberapa pesan mengenai wanita muslim jika
ingin mencari suami jangan cari yang sempurna dan jika kita tetap ingin mencari
suami yang sempurna maka sampai kapanpun kita tidak akan pernah
mempunyai suami. Dan sebaliknya laki-laki jika ingin menikah maka
menikahilah wanita yang mempunyai kriteria yaitu karena hartanya, nasabnya,
cantiknya dan karena agamanya. Dampak positif dari menikah adalah agar hati
menjadi tenang dan Allahlah yang menurunkan ketenangan itu. Ustadz Abdul
3
Drs. Wahidin Saputra, Pengantar Ilmu Dakwah , (Jakarta, 2011). 1.
4
Aris Risdina, Transformasi Peran Da’i Dalam Menjawab Peluang dan Tantangan (Studi
terhadap Manajemen SDM), Jurnal Dakwah, Vol. XV, No. 2 Tahun 2014, 438.
7
Somad memiliki ciri khas tersendiri dalam penyampaian dakwahnya yaitu
dengan bahasa melayu dan bataknya yang digunakan saat berdakwah.
Ustadz Abdul Somad Batubara, Lc. MA atau lebih dikenal dengan
sebutan UAS lahir dan tumbuh besar di Pekanbaru, Riau pada tanggal 18 Mei
1977 di sebuah kampung yang bernama Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara,
beliau merupakan putra dari bapak Lobbayudin dan ibunya yang bernama
Hajjah Rohana yang merupakan keturunan dari Syekh Abdurrahman atau lebih
dikenal dengan sebutan Syekh Silau Laut, dan ayahnya yang bernama
Lobbayudin.
Dalam diri Ustadz Abdul Somad mengalir darah melayu (dari sang ibu)
dan Batak (dari ayahnya), Ustadz Abdul Somad dibesarkan oleh keluarga yang
paham betul akan pendidikan, terutama akan pendidikan agama sedari kecil,
Ustadz Abdul Somad dibimbing oleh orang tuanya agar menjadi anak yang
saleh dan memberikan manfaat bagi sesama manusia. Ustadz Abdul Somad
diketahui pernah bekerja sebagai dosen Bahasa Arab dan Tafsir Hadis di
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim dari tahun 2009 dan juga pernah
mengajar sebagai dosen Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam al-Azhar Yayasan Masmur Riau, Ustadz Abdul Somad juga pernah aktif sebagai
anggota MUI Provinsi Riau dan Sekretaris Lembaga Bahtsul Masa’i Nahdhatul
Ulama serta anggota badan Amil Zakat di Riau dari tahun 2009 hingga 2014,
kini beliau aktif memberikan ceramah agama Islam di berbagai pelosok di
wilayah Indonesia, dari hari ke hari nama beliau kian moncer sebagai Ustadz
panutan zaman now.
5
Dalam tayangan youtube tersebut Ustadz Abdul Somad menjelaskan
bagaimana untukmu yang sedang mencari jodoh, menurut ustadz abdul shomad
bagi laki-laki yang hendak mencari istri hendaknya perempuan tersebut
mempunyai kriteria yaitu karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan
karena agamanya. Laki-laki yang sudah siap lahir batin untk menikah
diwajibkan untuk menikah karena menikah dapat menundukkan pandangan,
5
Abid Fadhil Abyan, Berguru kepada Ustadz Zaman Now, (Jakarta Selatan: Laksana, 2018), Cet.
Ke-1. 11-12.
8
menjaga kemaluan, jika belum mampu untuk menikah hendakya melakukan
puasa sunah untuk meredamkan hawa nafsu.
C. Interaksi Antara Da’i dan Mad’u
Salah satu naluri manusia sebagai makhluk sosial adalah
kecenderungan untuk hidup berkelompok atau bermasyarakat yang disebut
instink gregarious. Dan salah satu bentuk manifestasi dari kecenderungan
naluriah tersebut adalah apa yang disebut oleh para ahli psikologi dengan
interaksi social.
6
Interaksi adalah suatu bentuk hubungan antara dua orang atau l ebih
dimana tingkah laku seseorang diubah oleh tingkah laku yang lain. Jadi,
jelaslah bahwa didalam proses interaksi itu terdapat tindakan saling
mempengaruhi antara satu individu dengan individu yang lain, sehingga
timbullah kemungkinan untuk saling mengubah atau memperbaiki perilaku
masing-masing secara timbal balik. Perubahan demikian bias terjadi secara
disadari atau tidak sepenuhnya disadari, atau secara perlahan. Di dalam
hubungan interaksional inilah terjadi suatu proses belajar mengajar diantara
manusia. Di mana di dalam proses dakwah merupakan permulaan yang
fundamental bagi suksesnya dakwah. Tanpa adanya suatu proses belajar
mengajar maka dakwah sulit memperoleh tempat di dalam hati manusia. Jika
kita kaitkan dengan dakwah, maka dalam dakwah dikenal istilah personal
approach dakwah face to face, sehingga terjadi proses saling mempengaruhi
antara da’i dan mad’u atau sebaliknya begitu juga ada istilah general approach
atau dakwah secara umum misalnya pengajian disini terjadi proses saling
mempengaruhi antara da’i dan mad’u dalam kelompok social. Maka dari itu
interaksi social erat kaitannya dengan dakwah.
7
Tayangan video dari Ustadz Abdul Somad, Lc., MA yang berjudul
“Untukmu Yang Sedang Mencari Jodoh” dari youtube channel Love Islam
6
Hafniati, “Interaksi Da’I dan Mad’u Tentang Penguasaan Media Dan Metode Dakwah Dalam
Mencapai Hasil Dan Tujuan Dakwah”, Jurnal Muqoddimah Vol. 14, No. 1, 2018, Hal. 104.
7
Totok Jumantoro, Psikologi Dakwah Dengan Aspek-Aspek Kejiwaan Yang Qur’ani, Amzah,
Jakarta:2001, hal, 83-86.
9
merupakan suatu tayangan pada bulan Agustus tahun 2021. Pengajian ini
dihadiri oleh para santri dan masyarakat umum yang ada disekitarnya. Dalam
menyampaikan dakwah ustadz Abdul Somad punya ciri khas tersendiri dalam
penyampaiannya maupun penampilannya. Dalam pengajan tersebut ustadz
Abdul Somad atau biasa dikenal dengan sebutan UAS selalu diselingi oleh
candaan tetapi tidak meninggalkan jalurnya seperti dalam istilah santai tetapi
tetap serius. Walaupun berdakwah dengan sederhana beliau tetap
memperhatikan setiap katanya agar para jamaah dapat mengerti dan memahami
apa yang disampaikan tersebut. Dalam berdakwah UAS selalu menggunakan
pakaian yang sederhana yaitu memakai kemeja putih, sarung dan yang selalu
menjadi ciri khas nya adalah selalu membawa sorban yang dikalungkan
dilehernya.
Durasi tayangan video ini sekitar 1 jam 3 menit 11 detik dan sudah
ditonton 86 rb kali dari youtube Love Islam. Setiap membuka ceramah Ustadz
Abdul Somad selalu diiringi dengan candaan yang bertujuan untuk menarik
perhatian mad’u agar pesannya dapat tersampaikan dengan baik dan bias
diterima oleh kaum awam. Didalam tayangan video tersebut juga terdapat sesi
Tanya jawab secara langsung dan hingga penutup acara berjalan dengan baik,
khusyuk, dan khidmat.
D. Kondisi Idealnya Jika Diupayakan Untuk Perbaikan Agar Diterima Oleh
Mad’u
Kondisi ideal yang diupayakan untuk perbaikan agar diterima oleh
mad’u yaitu memiliki kemampuan yang meliputi kemampuan membaca dan
memahami seluk beluk komunikannya sehingga dapat dirancang metode apa
yang cocok dipakai, terutama dalam berkomunikasi. Dengan mengetahui
karakter komunikan seorang da’i bisa merancang media apa yang cocok
digunakan, apakah media yang bersifat audio, visual, ataukah yang bersifat
audio visual. Selain media, juga dapat ditentukan sikap yang cocok untuk
ditampilkan oleh seorang da’i, menctakan suatu Teknik agar antara da’I dan
mad’u terjalin komunikasi yang lancar dn memiliki ikatan moral yang tinggi.
10
Selain itu, sejatinya da’i harus memiliki kualifikasi moralitas dan
keluhuran budi pekerti seperti Rasulullah saw. atau paling tidak mendekatinya.
Keluhuran budi pekerti ini menjadi salah satu pendorong yang memungkinkan
masyarakat (ma’du) dapat mengikuti jalan kebenaran yang diserukan sang
da’i.
8
Dalam penyampaian dakwah dari ustadz Abdul Somad sangat menarik
dan mudah untuk dimengerti baik untuk kalangan muda maupun untuk
kalangan orang tua. Cara menyampaikan pesan dalam dakwah juga
menggunakan bahasa keseharian dan sangat santai sehingga sangat mudah
dalam pemahamannya. Dalam dakwah tersebut juga menyampaikan pesan yang
wanita muslim jika ingin mencari suami jangan cari yang sempurna dan jika
kita tetap ingin mencari suami yang sempurna maka sampai kapanpun kita tidak
akan pernah mempunyai suami. Dan sebaliknya laki-laki jika ingin menikah
maka menikahilah wanita yang mempunyai kriteria yaitu karena hartanya,
nasabnya, cantiknya dan karena agamanya. Dampak positif dari menikah adalah
agar hati menjadi tenang dan Allahlah yang menurunkan ketenangan itu.
8
Haryanto, Relasi Kredibilitas Da’I dan Kebutuhan Mad’u, dalam Mencapai Kebutuhan
Dakwah, Jurnal: Tasamuh, Vol. 16, No. 02 Juni 2018, 65-68.
11
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Mad’u adalah orang yang diajak kepada jalan Allah melalui
pengenalan dan penghayatan ajaran Islam. Mad’u merupakan salah satu
prinsip utama yang harus dimiliki seorang da’i karena merupakan tuntunan
logis dalam menjalankan aktivitas dakwah, dengan mengenal mad’u sesuai
dengan situasi dan kondisinya dakwah pun dapat diaplikasikan secara efektif.
Da’i adalah seorang petunjuk jalan yang harus mengerti dan memahami
terlebih dahulu mana jalan yang boleh dilalui dan yang tidak boleh dilalui oleh
seorang muslim, sebelum ia memberi petunjuk jalan kepada orang lain
Interaksi adalah suatu bentuk hubungan antara dua orang atau lebih
dimana tingkah laku seseorang diubah oleh tingkah laku yang lain. Jadi, jelaslah
bahwa didalam proses interaksi itu terdapat tindakan saling mempengaruhi
antara satu individu dengan individu yang lain, sehingga timbullah
kemungkinan untuk saling mengubah atau memperbaiki perilaku masing-masing secara timbal balik.
Kondisi ideal yang diupayakan untuk perbaikan agar diterima oleh
mad’u yaitu memiliki kemampuan yang meliputi kemampuan membaca dan
memahami seluk beluk komunikannya sehingga dapat dirancang metode apa
yang cocok dipakai, terutama dalam berkomunikasi.
12
DAFTAR PUSTAKA
Abid Fadhil Abyan, Berguru kepada Ustadz Zaman Now, (Jakarta Selatan:
Laksana, 2018), Cet. Ke-1.
Aris Risdina, Transformasi Peran Da’i Dalam Menjawab Peluang dan Tantangan
(Studi terhadap Manajemen SDM), Jurnal Dakwah, Vol. XV, No. 2 Tahun 2014.
Drs. Wahidin Saputra, Pengantar Ilmu Dakwah , (Jakarta, 2011).
Hafniati, “Interaksi Da’I dan Mad’u Tentang Penguasaan Media Dan Metode
Dakwah Dalam Mencapai Hasil Dan Tujuan Dakwah”, Jurnal Muqoddimah Vol.
14, No. 1, 2018.
Haryanto, Relasi Kredibilitas Da’i dan Kebutuhan Mad’u, dalam Mencapai
Kebutuhan Dakwah, Jurnal: Tasamuh, Vol. 16, No. 02 Juni 2018.
Kamaluddin, Mengenal Mad’u Dalam Perspektif Teologis, Sosiologis,
Antropologis, Dan Psikologis, Studi Multidisipliner Volume 2 Edisi 1 2015.
Ridho Syabibi, Metodologi Ilmu Dakwah, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008).
Kamaluddin, Mengenal Mad’u Dalam Perspektif Teologis, Sosiologis.
Totok Jumantoro, Psikologi Dakwah Dengan Aspek-Aspek Kejiwaan Yang
Qur’ani, Amzah, Jakarta:2001.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar