TUGAS KULIAH 05
Nama : Niswatun Khasanah
NIM : 201190196
Resume- Interaksi Psikologis Da’i dan Mad’u dan Interaksi
Tauhidiyyat
A.
Interaksi Psikologis Dai dan Mad’u
Motivasi tingkah laku, didasari secara individual motif biogenetis,
sebagai makhluk sosial, motif sosiogenetis dan sebagai makhluk bertuhan serta
motif teogenetis. Penyataan Hubert Bonner, bahwa kepercayaan kepada yang maha
gaib adalah suatu tenaga motivasi yang paling kuat dalam masyarakat,
dikarenakan merupakan sumber kedamaian yang tahan lama, bisa menjadi suatu
dorongan yang potensial dalam kehidupan manusia.
Motif dalam diri manusia dipengaruhi dan dibentuk oleh faktor-
faktor yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhannya.
Pendapat Sigmund Freud menyatakan dengan kajian empirisnya, bahwa
perilaku manusia didorong oleh dorogan naluriah, karena perilaku manusia harus
dikontrol dengan kekuatan sosial dan agama. Dimana kekuatan tersebut dapat
mengarahkan tingkah laku manusia sebagai warga masyarakat sekaligus sebagai
hamba Tuhan agar menjadi lebih baik.
Adapun proses psikologi dakwah, dalam arti interaksi sosial antara
da’i dan mad’u yang memiliki 3 makna:
1)
Da’i
maupun mad’u sebenarnya terlibat dalam proses belajar, baik dari segi berpikir
maupun dari sudut merasa. Mad’u belajar kepada da’i, tapi da’i juga belajar
kepada umpan balik yang disampaikan oleh mad’u.
2)
Antara
da’i dan mad’u terjadi proses penyampaian dan penerimaan lambang- lambang dalam
berkomunikasi.
3)
Adanya
mekanisme penyesuaian diri antara da’i dan mad’u. Dalam bentuknya bisa
permainan peranan, identifikasi.
B.
Beriman kepada Tuhan & Proses Dakwah
Pendapat Carl Gustaf Jung, bahwa motif memercayai hal- hal gaib
sebenarnya sama dengan naluri agama yang disebut sebagai kecenderungan asli
pada agama. Yang terpenting bagi da’i mengetahui motif- motif mendesak dari
sasaran dakwahnya. Seorang da’i mampu menyesuaikan materi dakwah, metode dakwah
atau strategi dakwah yang tepat supaya tujuan dakwah dapat dicapai.
C.
Interaksi Sosial dalam Proses Dakwah
Kegiatan dakwah merupakan suatu proses yang didalamnya terdapat
beberapa unsur yang saling saling berkorelasi dan saling mempengaruhi antara
satu dengan lainnya. Hal tersebut meliputi, antara pelaksana dakwah (da’i),
obyek dakwah (mad’u), lingkungan dakwah, media dakwah, dan tujuan dakwah.
Dalam kegiatan dakwah ini, interaksi tersebut ditujukan untuk
mempengaruhi mad’u. Hal ini berpengaruh akan membawa perubahan sikap sesuai
dengan tujuan dakwah, yaitu mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.
D.
Keterkaitan dan Sikap Positif Masyarakat terhadap Da’i disebabkan
beberapa faktor
1.
Pesona
da’i
2.
Sebagai
figure yang diharapkan dan sesuai kebutuhan masyarakat
3.
Kedekatan
emosional atau kedekatan batin
4.
Kemampuan
berkomunikasi
E.
Interaksi Tauhidiyyat
Interaksi tauhidiyyat merupakan suatu upaya untuk menyebarkan dan
menanamkan nilai- nilai ketauhidan kepada mad’u. hal ini sebagai misi dakwah
yang diteladankan para rasul diatas sendi- sendi ketauhidan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar