TUGAS KULIAH 04
Nama : Niswatun Khasanah
NIM : 201190196
Kelas : PAI. F
Bagaimana dakwah yang disampaikan oeh pendakwah/ daí itu diterima atau ditolak oleh madú, ada beberapa tahapan yang harus dilalui?
·
Proses
penyampain dan penerimaan pesan dakwah itu dilihat dari sudut psikologi
tidaklah sesederhana penyampaian pidato oleh da’i dan dedengar oleh hadirin, tetapi
mempunyai makna yang luas, meliputi penyampaian energi dalam sistem saraf,
gelombang suara dan tanda- tanda. Ketika proses suatu dakwah berlansung,
terjadilah penyampaian energi dari alat- alat indra ke otak, baik pada
peristiwa penerimaan pesan dan pengolahan informasi, maupun pada proses saling
mempengaruhi dari kedua belah pihak.
·
Dalam
interaksi antara da’i dan mad’u. Da’i dapat menyampaikan pesan- pesan dakwah
(materi dakwah) melalui alat atau sarana komunikasi yang ada. Komunikasi dalam
proses dakwah tidak hanya ditujukan untuk memberikan pengertian, memengaruhi
sikap, membina hubungan sosial yang baik, tapi tujuan terpenting dalam
komunikasi adalah mendorong. Mad’u untuk bertindak melaksanakan ajaran- ajaran
agama dengan terlebih dahulu memberikan pengertian, memengaruhi sikap, dan
membina hubungan baik.
·
Mengenai
proses komunikasi (penyampaian penerimaan) pesan dakwah dapat dijelaskan
melalui tahapan- tahapan yaitu: penerima stimulus informasi, pengolahan
informasi, penyimpanan informasi, dan menghasilkan kembali suatu informasi.
·
Proses
bagaimana mad’u menerima informasi mengolahnya menyimpan dan menghasilkan
informasi dalam psikologi komunikasi disebut sistem komunikasi intra personal.
Dalam proses ini meliputi sensasi, persepsi, memori, dan berpikir.
a.
Sensasi
Dalam psikologi
komunikasi dijelaskan bahwa sensasi adalah proses menangkap stimuli (rangsang).
Melaui alat indra manusia memperoleh pengetahuan dan semua kemampuan untuk
berinteraksi dengan dunianya. Dalam kegiatan dakwah, ketika seorang da’i tampil
ke mimbar, maka stimuli yang ditangkap mad’u pada awalnyaadalah sosok tubuhnya
(oleh indra mata) kemudian Setelah berpidato, mad’u menangkap stimuli suaranya
(oleh indra pendengaran) dan seterusnya.
b.
Persepsi
Persepsi adalah
pengalaman tentang objek, peristiwa, dan hubungan- hubungan yang diperoleh
dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Persepsi adalah proses
memberi makna pada sensasi sehingga manusia memperoleh pengetahuan baru.
Persepsi mengubah sensansi menjadi informasi. Seperti juga halnya sensasi,
persepsi, dan faktor stuktural.
c.
Memori
Apa yang
ditangkap panca indra (sensasi) kemudian diubah menjadi informasi (persepsi)
selanjutnya disimpan didalam memori (ingatan). Dengan demikian, memori adalah
suatu sistem yang sangat berstruktur yang menyebabkan organisme sanggup merekam
fakta tentang dunia, memori bekerja melalui tiga tahap: perekaman informasi
yang berasal dari persepsi dicatat melalui jaringan saraf, penyimpanan
informasi dalam bentuk tertentu dalam waktu tertentu. Informasi ini berkembang
terus, bisa juga berkembang sendiri, dan pemanggilan atau mengingat kembali apa
yang telah disimpan baik sekadar terlintas atau memang sengaja diingat- ingat
karena informasi tersebut memang diperlukan.
d.
Berpikir
Berpikir adalah
suatu kegiatan yang melibatkan penggunaan konsep dan lambang sebagai pengganti
objek dan peristiwa. Berpikir merupakan manipulasi atau organisasi unsur- unsur
lingkungan dengan menggunakan lambang, sehingga tidak perlu langsung melakukan
kegiatan yang tampak. Berpikir merupakan proses keempat setelah sensasi,
persepsi, dan memori yang mempengaruhi penafsiran terhadap suatu stimuli. Dalam
pola berpikir manusia dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu metode berpikir
realistis, metode berpikir kreatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar